<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Behavior of "Grooming" Educators in Elementary Schools</article-title>
        <subtitle>Perilaku “Grooming” Pendidik diSekolah Dasar</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-01f5f90c5daffbfd62724b0d1a3caaf7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Agustin</surname>
            <given-names>Hana</given-names>
          </name>
          <email>hana445agustin@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-4790590afce2ebe0dbeb2c015d3eee21" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sari</surname>
            <given-names>Dewi Ratna</given-names>
          </name>
          <email>alviikhoirotin99@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0a292e5cb3faac085a643456b3b41dab" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Resida</surname>
            <given-names>Mega</given-names>
          </name>
          <email>dewiratna1710@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2faf1d9950d058e333fa509ce10a73f2" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anwar</surname>
            <given-names>Muhammad Alfanani</given-names>
          </name>
          <email>mega.resida26@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2020-07-10">
          <day>10</day>
          <month>07</month>
          <year>2020</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-a0212b849e5a1e3aaad64cb55e288b9f">Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, mengindentifikasi serta menentukan macam-macam perilaku <italic id="_italic-2">grooming </italic>pendidik di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau <italic id="_italic-3">library </italic><italic id="_italic-4">research </italic>yang sumber utamanya adalah data-data pustaka, seluruh data pustaka dianalisa dengan teknik analisis data kualitatif dengan teknik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Berdasarkan penelitian ini, pendidik di Indonesia harus memiliki sikap yang baik sebagai tauladan bagi anak-anak. Peran orang tua juga sangat penting dalam memperhatikan anak-anak mereka bergaul di lingkungan luar.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">
          <italic id="italic-1">
            <bold id="bold-1">grooming</bold>
          </italic>
          <bold id="bold-1">, pelecehan sesual dan pedofil</bold>
        </kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-8d733668225efb6ce9fca66e3a62c951">
      <title>
        <bold id="bold-2">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">Dengan bertambahnya fenomena kasus pedofilia di Indonesia maka menunjukkkan yang terjadi di tengah masyarakat adalah degradasi moral dan rendahnya internalisasi ajaran setiap pemeluk agama. Terjadi degradasi moral dikarenakan kurangnya pondasi yang dimiliki individu baik dari sosial, budaya dan agama [1].</p>
      <p id="_paragraph-15">Atas dasar tersebut maka peneliti dilakukan penelitianyang berjudul “perilaku <italic id="_italic-6">grooming</italic> pendidik di sekolah”dengan metode <italic id="_italic-7">library research</italic>. Peran orang tua sangatlah pentint menjaga anak-anak mereka dalam pergaulan di lingkungan manapun.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-edf43d8755801e7b12725606fd45d1b4">
      <title>
        <bold id="bold-7ba9eb1c150f1e98a25d73f705b5dd0e">METODE PENELITIAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan studi pustaka/riset pustaka meski bisa dikatakan mirip akan tetapi berbeda. Studi pustaka adalah istilah lain dari kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka (<italic id="_italic-8">literature review</italic>), dan tinjauan teoritis. Yang dimaksud penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan [2].</p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut (Zed, 2014), pada riset pustaka (<italic id="_italic-9">library research</italic>), penelusuran pustaka tidak hanya untuk langkah awal menyiapkan kerangka penelitian akan tetapi sekaligus memanfaatkan sumber-sumber perpustakaan untuk memperoleh dan penelitian. Penelitian studi literatur membutuhkan analisis yang matang dan mendalam agar mendapatkan hasil.</p>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian dengan studi literatur adalah penelitian yang persiapannya sama dengan penelitian yang lainnya akan tetapi sumber dan metode pengumpulan data dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5edd624a45043bcf2304a3288181d625">
      <title>
        <bold id="bold-a61342e42077f03ac9bfbaf88c0c16b4">HASIL DAN PEMBAHASAN </bold>
      </title>
      <sec id="heading-fa5fc756d4dba3cf9eecec0890fd0991">
        <title>
          <bold id="_bold-21">Definisi</bold>
          <bold id="_bold-22">“</bold>
          <italic id="_italic-18">
            <bold id="_bold-23">grooming”</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-23" />
        </title>
        <p id="_paragraph-19"><italic id="_italic-10">Grooming</italic> merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan hubungan emosional anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi dan melecehkan mereka. <italic id="_italic-11">Grooming </italic>ini biasanya dilakukan oleh pedofil terhadap anak-anak yang menjadi “target” mereka.</p>
        <p id="_paragraph-20">Pelaku tindak pidana pencabulan oleh pelaku pedofil dalam melakukan suatu tindak pidananya dilakukan dengan berbagai macam cara. Terdapat salah satu pertanda kehadiran pedofil yaitu “<italic id="_italic-12">grooming</italic>” yang merupakan proses yang dijalani oleh penganiaya anak mendapatkan kepercayaan anak kecil, dan terkadang kepercayaan orang tua juga. Seorang penganiaya anak termasuk pedofil berupaya menjadi teman keluarga yang dipercaya, menawarkan pengasuhan, mengajak anak berbelanja atau berjalan-jalan atau menghabiskan waktu dengan anak tersebut dengan cara lain [1].</p>
        <p id="_paragraph-21">Anak memang selalu dalam posisi lemah dihadapan orang yang lebih dewasa, bahkan saat dibujuk rayuan tidak mempan maka pelaku menggunakan cara-cara kekerasan melampiaskan nafsunya. Terjadinya degradasi moral dikarenakan kurangnya pondasi yang dimiliki oleh individu baik dari sosial, agama dan budaya. Adapun contoh kasus yang termasuk ke dalam <italic id="_italic-13">grooming </italic>yaitu seperti yang dilakukan oleh tersangka Emon, sang predator anak dari Sukabumi dengan memberikan korban makan siang atau jajan. Umumnya, pada setiap aksi para pelaku akan berusaha menjadi sosok “orang tua”untuk anak tersebut seperti memberikan perhatian lebih , setelah mendapatkan kepercayaan dari korban mulai melakukan bujuk rayu sampai dengan paksaan agar nafsunya tersalurkan [1].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-b43e6dda5dc58240a5748f7c80835a9a">
        <title>
          <bold id="_bold-24">Perilaku</bold>
          <bold id="_bold-25">“</bold>
          <italic id="_italic-19">
            <bold id="_bold-26">grooming”</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-26" />
        </title>
        <p id="_paragraph-22">Secara global, ditemukan 4 bentuk kejahatan seksual anak <italic id="_italic-14">online </italic>yaitu salahsatunya adalaha <italic id="_italic-15">grooming online</italic>, dimana ini adalah sebuah proses untuk menjalin hubungan atau membangun sbuah hubungan dengan anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi, atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. Contohnya melalui bujuk rayu (Dadang,dkk).</p>
        <p id="_paragraph-23">Ciri-ciri seorang anak yang terindikasi menjadi korban <italic id="_italic-16">grooming </italic>bisa terlihat, diantaranya menjadi sangat tertutup, punya pacar lebih tua, memliki barang baru dan uang berlebih, mudah tertekan dan sensitif, dan sebagainya [3].</p>
        <p id="_paragraph-24">Adapun tindakan yang tergolong sikap perilaku <italic id="_italic-17">grooming</italic>yag dilakukan oleh beberapa cara-cara diantaranya membangun kepercayaan pertahan diri seorang anak, berpura-pura berbagi ketertarikan, latar belakang, pengalaman dan lain hal yang serupa, memberi hadiah sebagai cinderamata pertemanan, mengajak bermain-main, memberi tumpangan kendaraan, memberi akses berharga, hal pribadi serta menjadi pendengar yang baik dan memberi simpati [4].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-efb6ec5a04b753c7e6121916ea75151f">
        <title>
          <bold id="_bold-27">Tindakan</bold>
          <bold id="_bold-28">dalam</bold>
          <bold id="_bold-29">mencegah”</bold>
          <italic id="_italic-20">
            <bold id="_bold-30">grooming</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-30" />
          <italic id="_italic-21">
            <bold id="_bold-31">”</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-31" />
        </title>
        <p id="_paragraph-25">Konselor sekolah seharusnya dapat berperan optimal dalam penanganan kasus kekerasan seksual di sekolah, tugas-tugas penanganan psikologis anak menjadi wewenang dan tanggungjawabnya. Dengan demikian, konselor sekolah memiliki waktu cukup utuk mengamati kejanggalan-kejanggalan perilaku anak yang diakibatkan oleh kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku (Kartika Nur Fathiyah, 2010).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-174576f3841bd164bc38e7254eaa04ab">
      <title>
        <bold id="bold-e8c35676470a79a3fdba951fdb398c35">KESIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-26"><italic id="_italic-22">Grooming </italic>merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan hubungan emosional anak sehingga mereka dapat melecehkan mereka. Maka dari itu, tindakan <italic id="_italic-23">grooming</italic> jangan sampai terjadi di lingkungan sekolah sehingga harus benar-benar memilih pendidik yang berkompeten, berakhlakul karimah dan memiliki pengetahuan empat kompetensi pendidik.<bold id="_bold-32"> </bold></p>
    </sec>
    <sec id="heading-98808c1f8444105af4866ff1457392a1">
      <title>
        <bold id="_bold-33">UCAPAN TERIMA KASIH </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-27">Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang selalu memberikan dukungan dan saran sehingga kami dapat menyelesaikan artikel ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>