Abstract

The aim of this service is to build cooperation between academics and the community to empower each other, especially in developing educational programs that focus on dental hygiene and providing counseling and education about dental hygiene to the community, increasing awareness of the importance of dental health. This service method works together with academics to create educational programs that suit the needs and characteristics of the community, taking into account innovation and interactive approaches. In addition, providing training to academics and volunteers from the community on effective dental hygiene teaching and counseling techniques. As a result of the community service, the community understands the importance of maintaining dental hygiene and practicing correct dental care. The benefits of community service are active participation in improving dental hygiene, creating a culture that cares about collective dental health.

Highlight:

  • Community-Academia Collaboration: The service fosters collaboration between academia and the community, tailoring dental hygiene programs to suit local needs, thereby promoting awareness and education on dental health.

  • Interactive Educational Approach: Utilizing innovative and interactive methods in education ensures effective learning about dental hygiene, involving both academics and community volunteers in training for impactful teaching.

  • Cultural Shift Towards Dental Health: The service creates a cultural shift by encouraging active participation, instilling a collective concern for dental health, and emphasizing the importance of proper dental care within the community.

Keyword: Dental Hygiene, Education, Training

Pendahuluan

Peningkatan pendidikan sangat penting bagi kemajuan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana akademisi dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan kebersihan mulut dan hasil pembelajaran. Artikel ini berupaya memberikan kontribusi yang signifikan pada bidang kesehatan masyarakat dan pendidikan dengan memberikan latar belakang menyeluruh, meninjau literatur, mengakui inovasi ilmiah, melakukan analisis kesenjangan, dan menyoroti pentingnya pengabdian ini [1][2].

Pendidikan merupakan hal mendasar bagi kemajuan masyarakat, dan menggabungkan pengetahuan akademis dengan keterlibatan masyarakat mempunyai potensi yang sangat besar [3][4]. Untuk meningkatkan kebiasaan kebersihan mulut dan pengalaman pendidikan, artikel ini berfokus pada mendorong proyek kolaborasi antara komunitas dan akademisi [5][6][7].

Mayoritas materi yang saat ini diterbitkan membahas kebersihan mulut dan taktik pengajaran secara terpisah [8]. Namun demikian, pengabdian menyeluruh mengenai hubungan antara akademisi dan masyarakat dalam meningkatkan kebersihan mulut dan hasil pembelajaran masih kurang [9]. Melalui eksplorasi aspek ilmiah dari interaksi ini, karya ini bertujuan untuk menutup kesenjangan akademis tersebut.

Pengabdian-pengabdian sebelumnya sebagian besar berfokus pada aspek-aspek berbeda dari kesehatan dan pendidikan gigi, seringkali mengabaikan kemungkinan hubungan antara keduanya [10]. Terdapat kekosongan pengetahuan yang jelas tentang bagaimana upaya kerja sama antara lembaga pendidikan dan masyarakat dapat meningkatkan kebiasaan kebersihan mulut dan meningkatkan pengalaman belajar secara komprehensif [11]. Studi ini mencoba untuk menutup kesenjangan ini dengan melihat kembali domain-domain yang saling terkait.

Pengabdian ini memiliki relevansi karena memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang signifikan antara akademisi dan masyarakat, yang mungkin memiliki pengaruh ganda terhadap kesehatan masyarakat dan Pendidikan [12]. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan praktik kebersihan mulut dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih memperkaya dengan menggabungkan materi pendidikan dengan keterlibatan masyarakat. Pendekatan holistik memberikan manfaat bagi tatanan masyarakat yang lebih luas serta kesejahteraan individu [13].

Tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan pemeriksaan berbasis ilmiah tentang peluang kolaborasi komunitas dan akademik di bidang kedokteran gigi dan pendidikan. Pengabdian kami bertujuan untuk memberikan wawasan yang berguna bagi para pendidik, profesional kesehatan, dan pembuat kebijakan dengan memperjelas hubungan antara bidang-bidang ini. Tujuan utama kami adalah menggunakan kemitraan strategis untuk meningkatkan kesempatan pendidikan dan memajukan kebiasaan kebersihan mulut untuk memicu perubahan sosial yang baik [14][15].

Ringkasnya, makalah ini mengisi kekosongan literatur dengan mengajukan strategi baru yang menyatukan komunitas dan akademisi untuk meningkatkan kebiasaan kebersihan mulut dan hasil pembelajaran. Tujuan kami melakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat, sehingga mengarah pada masyarakat yang lebih terdidik, lebih sehat, dan lebih berdaya.

Metode

Dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan kesehatan gigi. Untuk menentukan aspek pendidikan dan kesehatan gigi yang perlu ditingkatkan, survei dan konsultasi dengan warga setempat dan tenaga pendidik akan membantu. Keputusan dari survei ini akan menjadi dasar untuk perencanaan kegiatan selanjutnya.

Akademisi, praktisi kesehatan gigi, dan perwakilan komunitas berkolaborasi untuk membentuk tim. Melibatkan berbagai pihak, tim ini bertanggung jawab untuk merancang dan menerapkan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan pembelajaran dan kebersihan gigi.

Praktisi kesehatan gigi dan tim akademisi bekerja sama untuk membuat materi pembelajaran interaktif. Materi ini dapat mencakup informasi tentang kebiasaan perawatan gigi yang baik, metode menyikat yang tepat, dan pola makan yang sehat. Fokus utama dari materi ini adalah penggunaan pendekatan pembelajaran yang menarik dan terlibat.

Pelatihan diberikan kepada akademisi dan relawan komunitas yang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan program berhasil. Pelatihan membantu membangun tim yang solid dan mempersiapkan mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat secara positif. Ini memerlukan keterampilan interaksi sosial, strategi komunikasi, dan pendekatan pembelajaran yang kreatif.

Diadakan workshop peningkatan kebersihan gigi dengan kerjasama dengan sekolah dan pusat komunitas. Metode menyikat gigi yang tepat ditunjukkan, penyuluhan tentang pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan gigi oleh tenaga kesehatan gigi. Diharapkan bahwa partisipasi aktif peserta akan meningkatkan pemahaman dan praktik sehari-hari.

Melalui sosialisasi dan kampanye, melibatkan komunitas secara langsung. Di pasar, pertemuan warga, dan acara komunitas, tim kolaboratif akan mengadakan kegiatan penyuluhan. Kampanye ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kebersihan gigi serta mendorong partisipasi aktif.

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak kegiatan. Ini dilakukan dengan menggunakan data pemantauan, umpan balik peserta, dan indikator kesehatan gigi untuk mengevaluasi keberhasilan program. Berdasarkan hasil evaluasi ini, perbaikan dan penyesuaian program dapat dilakukan untuk memastikan bahwa pendidikan dan kesehatan gigi terus diberikan kepada masyarakat.

Hasil dan Pembahasan

Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan pendidikan sangat penting. Menghubungkan akademisi dan komunitas adalah salah satu cara yang dapat dilakukan [16]. Dalam hal ini, upaya pemberdayaan akan difokuskan pada pembelajaran yang lebih baik dan kebersihan gigi sebagai upaya proaktif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat [17].

Sangat penting untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi sistem pendidikan dan kesehatan gigi di komunitas tertentu sebelum memulai proyek [18]. Sebuah evaluasi harus dilakukan mengenai ketersediaan sumber daya, pengetahuan masyarakat, dan infrastruktur pendidikan dan kesehatan [19]. Upaya pemberdayaan dapat disesuaikan secara efektif dengan memahami secara mendalam masalah tersebut [20].

Langkah pertama dalam mengatasi perbedaan antara teori dan praktik adalah membangun kolaborasi antara akademisi dan praktisi kesehatan gigi. Untuk meningkatkan pemahaman antara akademisi dan praktisi, workshop, seminar, dan program kolaboratif dapat diadakan [21]. Ini akan membuat pendekatan pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan praktik dalam praktik kesehatan gigi [22].

Figure 1.Penyuluhan Kebersihan Gigi di Masyarakat

Pengembangan materi pembelajaran yang relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat sangat penting dalam peningkatan pembelajaran [23]. Materi pembelajaran harus tidak hanya membahas teori kesehatan gigi tetapi juga memberikan solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Penggunaan media digital dan teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik materi Pendidikan[24].

Figure 2.Penyuluhan Kebersihan Gigi di Sekolah

Pembelajaran berhubungan dengan pendidikan formal dan kesadaran masyarakat. Kampanye kesehatan gigi di komunitas yang melibatkan praktisi, akademisi, dan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perawatan gigi dan efeknya terhadap kesehatan secara keseluruhan [25].

Pelatihan khusus dapat diberikan kepada guru dan tenaga pendidik untuk mendukung penerapan pengetahuan kesehatan gigi dalam Pendidikan[26]. Mereka memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dalam menyebarkan informasi dan memastikan bahwa siswa menerapkan praktik kesehatan gigi yang baik. Pelatihan ini juga dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan gigi secara keseluruhan [27].

Tahap penting dalam pemberdayaan pendidikan dan kesehatan gigi adalah pengukuran dampak program dan evaluasi. Data tentang peningkatan pengetahuan, perilaku, dan kesehatan gigi dapat membantu menilai keberhasilan program dan menemukan area perbaikan[28]. Memahami dampak positif yang dihasilkan memungkinkan perubahan program untuk mencapai hasil yang lebih baik [29][30].

Pada tahap akhir, langkah strategis adalah mengembangkan model pemberdayaan yang dapat diterapkan. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari proyek ini dapat digunakan sebagai panduan bagi komunitas lain yang ingin mengadopsi model serupa. Akibatnya, upaya untuk mendorong pendidikan dan kesehatan gigi dapat dilakukan secara luas, yang akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Simpulan

Beberapa kesimpulan dari proyek "Pemberdayaan Pendidikan: Menjembatani Akademisi dan Komunitas untuk Peningkatan Pembelajaran dan Kebersihan Gigi" adalah sebagai berikut: Proyek ini memiliki fokus utama pada pemberdayaan pendidikan dengan menjembatani kolaborasi antara akademisi dan komunitas. Hal ini mencerminkan upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan gigi bagi masyarakat.

Aktivitas ini mengusung pendekatan interdisipliner dengan menjembatani akademisi dan komunitas. Pendekatan ini dapat mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih luas dan relevan.

Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sektor kesehatan gigi dengan melibatkan akademisi dan masyarakat. Hal ini dapat mencakup penyediaan sumber daya pendidikan yang lebih baik, pelatihan tenaga pendidik, dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kebersihan gigi dalam masyarakat melalui kerjasama antara akademisi dan komunitas. Program pencegahan dan pendidikan kesehatan gigi dapat membantu meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan gigi di kalangan masyarakat.

Diarahkan untuk memberikan dampak positif langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam hal kebersihan gigi. Diharapkan bahwa peningkatan pengetahuan dan perilaku tentang kesehatan gigi dapat mengurangi masalah kesehatan gigi di masyarakat.

Oleh karena itu, hasil dari kegiatan ini adalah upaya pemberdayaan pendidikan yang berfokus pada peningkatan pembelajaran dan kebersihan gigi dengan melibatkan kolaborasi antara akademisi dan komunitas. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan dalam masyarakat melalui peningkatan pemahaman, praktik, dan kesadaran tentang pendidikan dan kesehatan gigi.

References

  1. H. TA-KO and H. J. T, “CLINICAL DENTAL EDUCATION AND TRAINING SYSTEM AND METHOD,” no. US 2020/0168123 A1. [Online]. Available: https://lens.org/080-792-994-389-171
  2. H. TA-KO and H. J. T, “CLINICAL DENTAL EDUCATION AND TRAINING SYSTEM AND METHOD THEREOF,” no. CN 111223347 A. [Online]. Available: https://lens.org/086-717-027-148-944
  3. C. MICHAEL and H. P. C, “TEETH MODELS FOR DENTAL EDUCATION,” no. GB 2122796 B. [Online]. Available: https://lens.org/114-222-155-268-894
  4. K. O. O. KI-TAE and L. E. E. JUNGWON, “DENTAL MODEL FOR EDUCATION OF PERI-IMPLANTITIS THERAPY,” no. WO 2017/007097 A1. [Online]. Available: https://lens.org/022-228-525-414-580
  5. H. TA-KO and H. J. T, “Clinical dental education and training system and method thereof characterized by using clinical dental education and training to allow the learners to know their own deficiencies, thereby reducing the technical deficiencies and improving the teaching performance,” no. TW 202019351 A. [Online]. Available: https://lens.org/049-234-294-366-307
  6. “Dental health education,” no. GB 201519760 D0. [Online]. Available: https://lens.org/177-625-351-907-501
  7. H. SIDELSKY, “Dental health education,” no. GB 2545885 A. [Online]. Available: https://lens.org/044-977-865-860-92X
  8. B. FRANK and L. HANS-WALTER, “DENTAL TEACHING AND PRACTICING APPARATUS,” no. US 5102340 A. [Online]. Available: https://lens.org/048-206-247-554-650
  9. P. D. J, “System And Method For Providing Healthcare-Related Services,” no. US 2012/0158438 A1. [Online]. Available: https://lens.org/164-894-799-616-351
  10. S. KOJI, F. YUKI, and G. KAZUI, “DENTAL HEALTH EDUCATION SYSTEM, DENTAL HEALTH ENLIGHTENMENT METHOD AS WELL AND THEIR TEACHING MATERIAL AND RECORDING MEDIUM,” no. JP 2001312202 A. [Online]. Available: https://lens.org/146-961-647-863-26X
  11. M. JAMES, M. OWEN, and W. JASON, “EDUCATIONAL SYSTEM FOR DENTAL PROFESSIONALS,” no. US 2012/0021395 A1. [Online]. Available: https://lens.org/170-463-497-683-260
  12. S. E. O. H. E. E. JUNG, H. S. A, K. I. M. SU, K. I. M. YUSEUL, and S. E. U. N. JOO, “Teeth management educational system including mirror display and toothbrush,” no. KR 20190081877 A. [Online]. Available: https://lens.org/004-687-213-893-535
  13. M. KEVIN, R. D. MICHAEL, and J. M. ELLIOTT, “DENTAL EDUCATIONAL APPARATUS AND METHOD,” no. US 2012/0135387 A1. [Online]. Available: https://lens.org/185-505-404-245-403
  14. L. SHLOMO, “EDUCATIONAL AND TRAINING TOOL USING MATCHING TECHNIQUES AND METHOD OF DEVELOPING AND UTILIZING THE SAME,” no. US 2010/0304348 A1. [Online]. Available: https://lens.org/184-468-000-649-229
  15. C. M. LEEANN, “Kit and Method for Dental Education,” no. US 2013/0260349 A1. [Online]. Available: https://lens.org/108-012-532-215-761
  16. L. M. BORG and N. T. MANH, “Healthcare management information system,” no. US 2005/0065816 A1. [Online]. Available: https://lens.org/034-733-907-527-647
  17. M. KATHRYN et al., “METHOD FOR IMPROVING PATIENT CHRONIC DISEASE EDUCATION,” no. WO 2006/026641 A1. [Online]. Available: https://lens.org/195-543-601-285-041
  18. M. R. ERIC, “METHOD OF SIMULTANEOUSLY CLEANING AND WHITENING TEEETH,” no. US 2014/0113253 A1. [Online]. Available: https://lens.org/040-274-630-235-066
  19. S. J. S and B. H. STEPHEN, “System and methods for providing a healthcare industry trade show via internet,” no. US 7941322 B2. [Online]. Available: https://lens.org/094-985-479-135-176
  20. G. RICHARD and G. K. DETAR, “SYSTEM AND METHOD FOR HEALTHCARE ORGANIZATIONAL ETHICS,” no. US 2014/0099625 A1. [Online]. Available: https://lens.org/051-395-987-379-409
  21. M. H. ANNE, G. LINDA, P. SCOTT, Z. ZHEN, L. J. E. N. M, and S. E. A, “Search and display of human resources information,” no. US 9098831 B1. [Online]. Available: https://lens.org/087-069-128-666-20X
  22. K. O. O. K. I. TAE and L. E. E. J. WON, “Dental model for periimplantitis treatment education,” no. KR 20170006361 A. [Online]. Available: https://lens.org/167-162-196-766-292
  23. S. FABRIZIO, “ORAL DEVICE FOR MYOFUNCTIONAL RE-EDUCATION,” no. EP 3530230 B1. [Online]. Available: https://lens.org/022-033-134-810-316
  24. M. JAMES, M. OWEN, and W. JASON, “EDUCATIONAL SYSTEM FOR DENTAL PROFESSIONALS,” no. WO 2011/088191 A2. [Online]. Available: https://lens.org/019-350-434-504-303
  25. C. H. JUN, “The toothbrush module for child education,” no. KR 20180018094 A. [Online]. Available: https://lens.org/000-528-156-755-406
  26. E. K. A. L. Y. O. HASSAN, “AN EDUCATIONAL TOOL EXPLAINING DENTAL DECAY,” no. WO 2020/135913 A1. [Online]. Available: https://lens.org/058-161-207-248-532
  27. M. KIRAN, “Methods And Systems For Providing Interactive Educational Training,” no. US 2009/0061402 A1. [Online]. Available: https://lens.org/080-880-366-910-798
  28. L. SHLOMO, “EDUCATIONAL AND TRAINING TOOL USING MATCHING TECHNIQUES AND METHOD OF DEVELOPING AND UTILIZING THE SAME,” no. WO 2010/138475 A2. [Online]. Available: https://lens.org/066-468-510-505-77X
  29. S. DONALD, “METHOD FOR PROVIDING EDUCATION AND ENTERTAINMENT,” no. US 2012/0301862 A1. [Online]. Available: https://lens.org/005-766-593-097-38X
  30. C. E. STEVEN, B. M. WATSON, and D. E. L. V. M. NADIA, “SYSTEM AND METHOD FOR EDUCATION PLANNING, INDICATORS AND PATHWAY MILESTONES,” no. US 2021/0104168 A1. [Online]. Available: https://lens.org/181-833-223-715-354