Abstract

The aim of this service is to increase access to education to encourage lifelong learning, everyone in Jeruk Purut Village, including children, teenagers and adults, must receive a better education. The service method carried out is preparing an educational program to meet the needs and potential of Jeruk Purut Village, designing an educational program that includes formal and non-formal education. The results of this service can improve community skills and increase the skills and knowledge of the people of Jeruk Purut Village in various fields through a lifelong learning program. The implications resulting from this service are community empowerment, increasing the role and participation of the community in building and maintaining a sustainable education system. It is hoped that the history of educational empowerment and lifelong learning training in Jeruk Purut Village will improve the quality of life and development opportunities

Highlights: 

  • Holistic Educational Program: Designing a comprehensive educational program that caters to the diverse needs and potentials of Jeruk Purut Village, encompassing both formal and non-formal education.

  • Community Involvement and Participation: Fostering increased engagement of all age groups, including children, teenagers, and adults, to enhance community skills and knowledge, promoting a culture of lifelong learning.

  • Empowering Sustainable Development: The service aims to empower the community, contributing to the establishment and maintenance of a sustainable education system, thereby improving the overall quality of life and developmental opportunities in Jeruk Purut Village.

Keywords : Lifelong Learning, Transformative Education, Educational Empowerment

Pendahuluan

Dalam cerita Desa Jeruk Purut, terdapat kisah tentang pemberdayaan melalui pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat yang memiliki dampak transformasional yang menumbuhkan pikiran dan mengubah hidup orang. Dengan memasukkan cerita ke dalam konteks sosio-edukasi desa, ini mengeksplorasi dimensi pemberdayaan dari inisiatif pendidikan dan pembelajaran seumur hidup di Jeruk Purut. Dengan menggabungkan domain pembelajaran seumur hidup dan pendidikan berbasis komunitas, ini mencapai tujuan [1].

Desa Jeruk Purut berdiri sebagai bukti kekuatan transformatif pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Inti dari pengabdian ini adalah keterkaitan antara pemberdayaan pendidikan dan penanaman praktik pembelajaran sepanjang hayat dalam tatanan desa. Studi ini berupaya mengeksplorasi dinamika kompleks tentang bagaimana pendidikan, jika dipadukan dengan komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat, menjadi katalisator industrialisasi [2].

Sastra mengakui potensi transformatif dari pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, namun masih ada kesenjangan dalam pemahaman komprehensif mengenai dampak gabungan keduanya di wilayah tertentu, seperti Jeruk Purut [3]. Pengabdian-pengabdian sebelumnya seringkali berkonsentrasi pada aspek-aspek tunggal, baik yang menekankan peran pendidikan formal maupun berfokus pada aspek-aspek spesifik pembelajaran seumur hidup [4]. Oleh karena itu, pengabdian ini memposisikan dirinya sebagai upaya baru, mensintesis sastra [5].

Kebaruan ilmiah dari artikel ini terletak pada investigasi perintisnya terhadap narasi pemberdayaan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat yang saling terkait di Jeruk Purut [6]. Dengan mensintesis kedua dimensi ini, pengabdian ini berkontribusi terhadap berkembangnya wacana mengenai pendidikan berbasis masyarakat dan pembelajaran sepanjang hayat, serta mengungkap kemungkinan sinergi dan tantangan yang muncul dari pertemuan inisiatif-inisiatif tersebut [7].

Selama bertahun-tahun, pengabdian sebelumnya sering menganggap pemberdayaan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat sebagai entitas yang terpisah, tidak memperhatikan interaksi dinamis antara keduanya di tempat-tempat tertentu, seperti Jeruk Purut [8]. Untuk mengatasi perbedaan ini, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan analisis komprehensif tentang potensi simbiosis antara inisiatif pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kerangka pembangunan yang saling berhubungan [9].

Ini adalah pengabdian yang penting untuk mengeksplorasi dampak mendalam dari pemberdayaan pendidikan dan pembelajaran jangka panjang di Jeruk Purut [10]. Ini menunjukkan potensi transformasi untuk dinamika komunitas dan kehidupan individu [11]. Untuk mendorong strategi pembangunan holistik yang mencakup lebih dari pendidikan formal, sangat penting untuk memahami kesamaan dan kesulitan dari kisah-kisah yang saling berkaitan[12] . Penemuan-penemuan yang dihasilkan dari studi ini memiliki manfaat praktis bagi para legislator, guru, dan pemimpin komunitas yang terlibat dalam membangun program pendidikan yang berkelanjutan dan berkelanjutan [13].

Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam narasi pemberdayaan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat yang saling terkait di Jeruk Purut, dengan fokus pada efek transformatif bagi individu dan komunitas. Melalui analisis yang cermat, pengabdian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika upaya pendidikan ini, menjelaskan sinergi dan tantangannya [14]. Dengan secara eksplisit merinci interaksi-interaksi ini, pengabdian ini berupaya untuk memberikan informasi dan memandu pengembangan pendidikan dan masyarakat di masa depan [15].

Metode

Pendahuluan untuk program “Kisah Pemberdayaan Pendidikan dan Pembinaan Pembelajaran Sepanjang Hayat di Desa Jeruk Purut” dibuat untuk memberikan gambaran tentang keadaan pendidikan di Desa Jeruk Purut. Pendahuluan ini juga menjelaskan pentingnya program untuk meningkatkan kualitas dan berdampak positif pada masyarakat.

Proses awal termasuk menentukan kebutuhan pendidikan lokal dan potensi Desa Jeruk Purut. Tim akan melakukan survei pendidikan dan wawancara dengan pemangku kepentingan untuk mengetahui di mana pemberdayaan dan pelatihan pembelajaran dapat memberikan dampak terbaik. Selain itu, potensi sumber daya manusia lokal akan diperiksa untuk mendukung program ini.

Kegiatan ini mencakup pengembangan program pendidikan berkelanjutan yang mencakup pelatihan pembelajaran sepanjang hayat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk memberikan dampak jangka panjang. Fokusnya adalah peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Jeruk Purut serta pembuatan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Di Desa Jeruk Purut akan dilakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dan tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan program. Termasuk dalam pelatihan adalah pendekatan pembelajaran kreatif, penggunaan teknologi dalam pendidikan, dan pendekatan manajemen kelas yang efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan pendekatan pembelajaran di Desa Jeruk Purut sesuai dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Fokus selanjutnya adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Desa Jeruk Purut. Peningkatan tersebut mencakup peningkatan fasilitas sekolah, penyediaan perpustakaan, dan integrasi teknologi pendidikan. Semua peningkatan ini dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan mendukung perkembangan potensi siswa sepanjang hayat [16].

Pemberdayaan orang tua dalam pendidikan dan partisipasi aktif dalam komunitas adalah komponen lain dari kegiatan ini [17]. Orang tua akan terlibat dalam proses pembelajaran anak-anak mereka melalui forum komunitas dan kegiatan kolaboratif. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membentuk dukungan yang kuat dari masyarakat untuk keberhasilan program pembelajaran sepanjang hayat [18].

Sebagai langkah terakhir, program ini akan dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi dampak. Tim evaluasi akan mengukur peningkatan kualitas pendidikan, partisipasi siswa, dan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk program perbaikan dan penyesuaian untuk memastikan keinginan dan pertumbuhan pendidikan yang positif di Desa Jeruk Purut.

Hasil dan Pembahasan

Desa Jeruk Purut memiliki kisah inspiratif tentang perjuangan mereka untuk pemberdayaan pendidikan dan pelatihan sepanjang hayat yang telah mengubah wajah pendidikan di wilayah tersebut. Inisiatif ini tidak hanya mengubah paradigma pendidikan tetapi juga mempengaruhi perkembangan masyarakatnya [19].

Pendekatan pemberdayaan pendidikan di Desa Jeruk Purut dimulai dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan untuk semua orang. Tidak cukup program beasiswa dan insentif keluarga untuk memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik tanpa terhalang oleh masalah keuangan [20].

Desa Jeruk Purut berfokus pada pembelajaran sepanjang hayat, bukan hanya pendidikan formal. Programnya mencakup pelatihan keterampilan, kursus peningkatan kompetensi, dan peluang belajar setelah jam kerja formal. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, termasuk orang dewasa, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka [21].

Figure 1.Pendidikan Non Formal

Perjuangan pemberdayaan ini mencakup aspek formal dan non-formal serta pembelajaran berbasis teknologi [22]. Desa Jeruk Purut menjadikan pendidikan lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman setelah memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatan perangkat digital dan akses internet memungkinkan akses ke berbagai sumber pendidikan yang tersebar di seluruh dunia [23].

Figure 2.Pembelajaran Berbasis Teknologi

Desa Jeruk Purut mengembangkan program magang dan kunjungan industri dengan bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan dunia usaha. Siswa tidak hanya memiliki pengalaman langsung di dunia kerja, tetapi hal ini juga membuka peluang kerja setelah mereka menyelesaikan pendidikan formal [24].

Desa Jeruk Purut tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan karakter dan nilai-nilai. Program pembinaan kepribadian dan pendidikan karakter merupakan bagian penting dari program pendidikan, yang membantu membentuk generasi muda yang memiliki rasa tanggung jawab, empati, dan karakter yang kuat [25].

Salah satu kunci keberhasilan adalah melibatkan orang tua sebagai mitra dalam pendidikan [26]. Lingkungan pendidikan yang solid dan saling mendukung dibangun melalui pelatihan orang tua, pertemuan rutin dengan guru, dan partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan sekolah [27].

Pengembangan sumber daya manusia lokal adalah prioritas Desa Jeruk Purut. Program ini membangun kemandirian dan meningkatkan ekonomi lokal dengan melibatkan penduduk lokal sebagai tenaga pengajar, pendidik, dan tenaga kependidikan [28].

Transformasi masyarakat Desa Jeruk Purut menunjukkan dampak jangka panjang pemberdayaan pendidikan dan pembinaan pembelajaran. Banyak anak-anak muda yang sukses melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sementara generasi yang lebih tua merasakan manfaat langsung dari meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka [29].

Di Desa Jeruk Purut, pemberdayaan pendidikan dan pembinaan pembelajaran sepanjang hayat adalah contoh nyata bagaimana investasi dalam pendidikan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Dengan menggabungkan pendidikan formal, non-formal, dan berbasis teknologi, mereka berhasil menumbuhkan pikiran, mengubah kehidupan, dan memberikan harapan baru bagi generasi mendatang [30].

Simpulan

Di Desa Jeruk Purut, pemberdayaan pendidikan tidak hanya berfokus pada pendidikan formal tetapi juga melibatkan pembelajaran sepanjang hayat, menekankan pentingnya pendidikan terus menerus untuk pertumbuhan personal dan profesional masyarakat. Akibatnya, tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan yang memberikan peluang bagi setiap orang untuk terus berkembang. Salah satu hasil yang terlihat adalah peningkatan keterampilan, peningkatan pengetahuan, dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang berbagai aspek kehidupan. Ini meningkatkan kualitas hidup di seluruh Desa Jeruk Purut. Pembelajaran sepanjang hayat dianggap sebagai alat penting untuk merubah paradigma dan membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi dan sosial di desa.

References

  1. E. Digdoyo and T. Corliana, “Pemberdayaan Komunitas Masyarakat Pemulung Kampung Pelangi Kelurahan Cipete Utara Melalui Pendekatan Pemahaman Sosio-Psikologi,” 2019. [Online]. Available: https://lens.org/006-176-712-721-71X
  2. F. J. Putri, “Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas Lokal Suku Asmat dalam Meningkatkan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa,” Sosietas, vol. 8, no. 1, 2018, doi: 10.17509/sosietas.v8i1.12500.
  3. A. I. Sulaiman, “Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Materi Pembelajaran di Pesantren,” 2019. [Online]. Available: https://lens.org/163-383-172-582-919
  4. “JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat,” 2023. doi: 10.37577/jp3m.
  5. F. Utami and I. Prsetyo, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pengabdian Masyarakat dalam Meningkatkan Kemampuan Pemasaran Produk,” J. Millenn. Community, vol. 2, no. 1, pp. 20–27, 2020, doi: 10.24114/jmic.v2i1.16866.
  6. T. W. M. Ticoalu, J. P. M. Tangkudung, and S. H. Harilama, “Pemberdayaan Media Massa Dalam Meningkatkan Pendidikan Politik Pada Masyarakat Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa,” 2015. [Online]. Available: https://lens.org/116-791-143-934-282
  7. S. E. Mulyono, “Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Jalur Pendidikan Non Formal di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang,” Edukasi, vol. 14, no. 1, 2020, doi: 10.15294/edukasi.v14i1.964.
  8. U. Musaropah, “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Pesantren,” 2017. [Online]. Available: https://lens.org/171-323-632-774-512
  9. M. Meriyanti, J. H. Matsum, and H. Herkulana, “Peran Program Pendidikan Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Pantai Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pantai Tanah Hitam Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas,” Proc. Int. Conf. Teach. Educ., vol. 2, no. 2, p. 308, 2019, doi: 10.26418/icote.v2i2.38248.
  10. U. N. Qomariyah and A. Prianto, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyelenggaraan Konsep Paud Berbasis Pesantren,” 2018. [Online]. Available: https://lens.org/004-090-099-113-600
  11. M. A. Athoillah and E. R. Wulan, “Transformasi Model Pendidikan Pondok Pesantren di Era Revolusi Industri 4.0,” 2019. [Online]. Available: https://lens.org/197-237-527-052-57X
  12. S. Nurhaliza, I. Indraddin, and A. Azwar, “Pemberdayaan Pendidikan Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) oleh KKI WARSI,” 2018. [Online]. Available: https://lens.org/071-976-684-835-308
  13. D. Safitri, Z. F. F. Putra, and null Sujarwo, “Pemberdayaan Guru untuk Pendidikan Lingkungan Melalui Animasi 2D Dalam Pembelajaran,” 2020. [Online]. Available: https://lens.org/082-994-054-388-812
  14. R. D. Kurniawati et al., “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Studi Kasus Sinau Kawruh Bareng di Desa Ngaru-Aru,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 1, no. 9, pp. 1713–1717, Nov. 2023, doi: 10.59837/jpmba.v1i9.414.
  15. H. N. Widodo, “Pendidikan Non Formal Berbasis Masyarakat di ‘Sekolah Masyarakat Ibu Sejahtera’ Kelurahan Tahunan Kota Yogyakarta,” Media Manaj. Pendidik., vol. 1, no. 1, pp. 58–66, 2018, doi: 10.30738/mmp.v1i1.2892.
  16. I. Yusuf and S. W. Widyaningsih, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Literasi dalam Mewujudkan Kepedulian Pendidikan di Sidey Kabupaten Manokwari Papua Barat,” Publ. Pendidik., vol. 9, no. 3, pp. 200–211, 2019, doi: 10.26858/publikan.v9i3.10107.
  17. A. Rahmi and M. Fuadi, “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Keterampilan Kerja dan Sikap Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh,” J. Ilm. Manaj. Muhammadiyah Aceh, vol. 12, no. 1, 2023, doi: 10.37598/jimma.v12i1.1591.
  18. K. Sa’di, “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal,” Transform. J. Penelit. dan Pengemb. Pendidik. Non Form. Informal, vol. 3, no. 1, Apr. 2018, doi: 10.33394/jtni.v3i1.652.
  19. H. Maulana and S. Halimah, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan, Agama, Ekonomi, Kesehatan, Hukum dan Lingkungan di Desa Cibitung Wetan,” Abdi Dosen J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 3, no. 3, pp. 222–229, Sep. 2019, doi: 10.32832/abdidos.v3i3.332.
  20. W. Dr., “Model Pemberdayaan Masyarakat Dayak Pedalaman dalam Bidang Pendidikan sebagai Upaya Percepatan Akses Pendidikan,” J. Visi Ilmu Pendidik., vol. 6, no. 3, 2015, doi: 10.26418/jvip.v6i3.9022.
  21. J. Sutarto, S. E. Mulyono, K. Nurhalim, and H. Pratiwi, “Model Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Kecakapan Hidup Berbasis Keunggulan Lokal Desa Wisata Mandiri Wanurejo Borobudur Magelang,” J. Penelit. Pendidik., vol. 35, no. 1, pp. 27–40, Apr. 2018, [Online]. Available: https://lens.org/020-406-460-998-031
  22. M. A. Rajab, M. Sam, N. Kusrini, and M. Naim, “Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir dalam Pengembangan Pendidikan dan Teknologi Informasi di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan,” 2019. [Online]. Available: https://lens.org/028-308-540-508-938
  23. A. Masruroh, “Transisi Kesadaran Masyarakat Madura (Studi tentang Pemberdayaan Pendidikan Masyarakat ―Madura Mengajar‖),” 2016. [Online]. Available: https://lens.org/033-675-090-363-318
  24. M. Sarbini, M. Muslim, A. Kohar, E. Bahtiar, and D. Supriatna, “Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Pungsi Masjid sebagai Sentral Kegiatan Umat melalui Pengabdian kepada Masyarakat,” Khidmatul Ummah J. Pengabdi. dan Pendampingan Masy., vol. 1, no. 1, pp. 26--, 2020, doi: 10.30868/khidmatul.v1i01.982.
  25. Mahmud, “Kampung Marketer sebagai Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan Online Marketing di Era Revolusi Industri 4.0 (Studi Kasus Desa Tamansari, Karangmoncol, Purbalingga),” 2019. [Online]. Available: https://lens.org/050-371-995-960-575
  26. P. Parawansa, “Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Mempersiapkan Masyarakat Industri,” J. Ilmu Pendidik., vol. 3, no. 2, 2016, [Online]. Available: https://lens.org/062-453-500-964-676
  27. A. I. Lukman, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan Nonformal di PKBM Tiara Dezzy Samarinda,” Diklus J. Pendidik. Luar Sekol., vol. 5, no. 2, pp. 180–190, Sep. 2021, doi: 10.21831/diklus.v5i2.43669.
  28. E. H. Permatasari, “Pengaruh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM GSC) terhadap Sikap Orang Tua tentang Pendidikan Anak di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang,” 2014. [Online]. Available: https://lens.org/092-419-796-815-133
  29. N. Aini and A. Ahmadi, “Pemberdayaan Masyarakat Matawolot melalui Program Sosial Keagamaan dan Pendidikan,” Al-Khidmah J. Pengabdi. dan Pendampingan Masy., vol. 1, no. 1, pp. 59–78, 2021, doi: 10.47945/al-khidmah.v1i1.376.
  30. S. Achyanadia, T. Wahyuni, and S. Nurjannah, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi di Desa Leuwisadeng,” Abdi Dosen J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 2, no. 4, 2018, doi: 10.32832/abdidos.v2i4.226.