Abstract

The aim of service is to develop character education, such as cultivating good character or noble character in students through an approach based on Pancasila values and improving the quality of character education at the basic education level by incorporating Pancasila values into the curriculum and school activities. The service method used is to create learning materials and modules that integrate Pancasila values into daily activities and the school curriculum. In addition, service is carried out to measure and record students' profiles of Pancasila, including their level of understanding of and application of these values in their daily lives. The results of this service show that students develop positive character, which is demonstrated by changes in behavior that reflect the values of Pancasila. The quality of character education increases at the basic education level because Pancasila values are incorporated into daily activities and the school curriculum. One of the results of this service is to provide a character education approach model based on Pancasila values that can be used by other schools. This approach will help develop overall character and shape students with strong characters, making them virtuous people who are responsible for their actions.

Highlights: 

  • Integrated Curriculum Approach: Incorporating Pancasila values into daily activities and the school curriculum to foster character development among students at the basic education level.

  • Measurable Impact: Implementing a method to measure and record students' profiles of Pancasila, including their understanding and application of these values, to assess the effectiveness of character education initiatives.

  • Model for Character Education: Providing a character education approach model based on Pancasila values, offering a framework that can be adopted by other schools to cultivate virtues and responsibility in students through a holistic character development process.

Keywords: Character Building, Elementary School, Pancasila

Pendahuluan

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anak dapat mengembangkan kebajikan dengan mengkaji karakteristik nilai-nilai berbasis Pancasila di sekolah dasar. Pengabdian ini berupaya untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan dan pengembangan karakter dengan memberikan latar belakang menyeluruh, meninjau literatur, mengakui inovasi ilmiah, menyelesaikan analisis kesenjangan, dan menekankan pentingnya pengabdian [1].

Pendidikan merupakan hal mendasar bagi kemajuan masyarakat, dan menggabungkan pengetahuan akademis dengan keterlibatan masyarakat mempunyai potensi yang sangat besar [2][3]. Untuk meningkatkan kebiasaan siswa berkarakter dan pengalaman pendidikan, artikel ini berfokus pada mendorong proyek kolaborasi antara komunitas dan akademisi [4][5].

Mayoritas materi yang saat ini diterbitkan membahas pendidikan karakter dan taktik pengajaran secara terpisah [6]. Namun demikian, pengabdian menyeluruh mengenai hubungan antara akademisi dan masyarakat dalam meningkatkan pendidikan karakter dan hasil pembelajaran masih kurang [7]. Melalui eksplorasi aspek ilmiah dari interaksi ini, karya ini bertujuan untuk menutup kesenjangan akademis tersebut [8].

Pengabdian-pengabdian sebelumnya sebagian besar berfokus pada aspek-aspek berbeda dari materi dan paktik dari pendidikan karakter itu sendiri, seringkali mengabaikan kemungkinan hubungan antara keduanya [9][10]. Terdapat kekosongan pengetahuan yang jelas tentang bagaimana upaya kerja sama antara lembaga pendidikan dan masyarakat dapat meningkatkan kebiasaan pendidikan karakter dan meningkatkan pengalaman belajar secara komprehensif. Studi ini mencoba untuk menutup kesenjangan ini dengan melihat kembali domain-domain yang saling terkait [11].

Pengabdian ini memiliki relevansi karena memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang signifikan antara akademisi dan masyarakat, yang mungkin memiliki pengaruh ganda terhadap karakter siswa kepada masyarakat dan pendidikan. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan praktik pendidikan karakter dan menciptakan kondisi sosial yang lebih memperkaya dengan menggabungkan materi pendidikan dengan keterlibatan masyarakat [12][13]. Pendekatan holistik memberikan manfaat bagi tatanan masyarakat yang lebih luas serta kesejahteraan individu [14].

Tujuan utama artikel ini adalah untuk memberikan pemeriksaan berbasis ilmiah tentang peluang kolaborasi komunitas dan akademik di bidang pendidikan. Pengabdian kami bertujuan untuk memberikan wawasan yang berguna bagi para pendidik, profesional kesehatan, dan pembuat kebijakan dengan memperjelas hubungan antara bidang-bidang ini. Tujuan utama kami adalah menggunakan kemitraan strategis untuk meningkatkan kesempatan pendidikan dan memajukan kebiasaan pendidikan karakter untuk memicu perubahan sosial yang baik.

Ringkasnya, makalah ini mengisi kekosongan literatur dengan mengajukan strategi baru yang menyatukan komunitas dan akademisi untuk meningkatkan kebiasaan pendidikan karakter dan hasil pembelajaran [15][16]. Tujuan kami melakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat, sehingga mengarah pada masyarakat yang lebih terdidik, lebih sehat, dan lebih berdaya.

Metode

Kegiatan pertama adalah mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila pada siswa di tingkat pendidikan dasar. Ini dapat dilakukan dengan melihat siswa dan melibatkan mereka dalam diskusi dan kegiatan refleksi. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila.

Setelah mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila, langkah berikutnya adalah membuat program pembinaan berbudi luhur yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Program ini akan mempromosikan nilai-nilai Pancasila melalui ceramah dan diskusi kelompok yang menginspirasi, serta kegiatan kreatif dan pengembangan karakter.

Melibatkan guru dan konselor dalam pelatihan tentang pembinaan berbudi luhur menjadi langkah penting. Pelatihan ini dapat mencakup teknik pengelolaan kelas yang mendukung pengembangan kepribadian, pendekatan pembelajaran yang membangun karakter, dan cara menemukan dan menangani kebutuhan emosional siswa.

Pembelajaran sehari-hari menggabungkan program pembinaan moral. Metode pengajaran seperti diskusi, proyek kolaboratif, dan penugasan reflektif membantu pengembangan karakter siswa. Untuk memberikan dampak yang lebih besar, program ini harus menjadi bagian penting dari kurikulum.

mengembangkan aktivitas di luar kelas dan pengabdian kepada masyarakat yang mengutamakan prinsip-prinsip Pancasila. Peserta didik dianjurkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendorong moralitas, seperti kegiatan sosial, lingkungan, atau seni budaya. Ini dapat berfungsi sebagai tempat bagi mereka untuk menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sangat penting untuk menilai kemajuan dan pencapaian peserta didik dalam pengembangan karakter. Observasi guru, penugasan proyek, dan penilaian partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah semua contoh evaluasi. Dengan melakukan evaluasi berkala ini, kami dapat menemukan area perkembangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Penting untuk melibatkan orang tua dalam proses pembinaan karakter anak. Perkembangan karakter anak dapat diamati di rumah melalui konsultasi dan pertemuan dengan orang tua. Orang tua juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan atau program khusus yang mendukung pembinaan karakter, yang membantu sekolah dan lingkungan keluarga bekerja sama.

Hasil dan Pembahasan

Di tingkat pendidikan dasar, pembangunan karakter siswa sangat penting. Profil siswa Pancasila dapat dipublikasikan. Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang dapat membentuk karakter siswa [17]. Melalui kegiatan ini, kita dapat memeriksa profil siswa dalam konteks nilai-nilai Pancasila untuk mendukung pengembangan karakter yang kokoh.

Langkah pertama dalam upaya ini adalah memperoleh pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pemahaman ini akan membantu menentukan profil siswa Pancasila.

Data tentang karakter siswa dikumpulkan selama proses mengungkap profil siswa Pancasila, yang dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penilaian diri [18][19]. Data ini mencakup aspek moral, etika, dan perilaku siswa yang dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila.

Figure 1.Pembelajaran Pendidikan Karakter di Kelas Pada Siswa SD

Pembinaan etika dan moral adalah fokus utama dalam pengembangan karakter [20][21]. Materi pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dirancang untuk mendorong perilaku berbudi luhur dan pemahaman nilai-nilai Pancasila [22]. Proses pembelajaran tidak hanya mencakup pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur [23].

Sangat penting untuk membuat lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan karakter siswa [24]. Ini melibatkan kerja sama guru, karyawan sekolah, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keadilan, moral, dan toleransi [25]. Siswa akan lebih mudah mengadopsi prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari jika mereka berada dalam lingkungan yang positif.

Figure 2.Implimentasi Pembelajaran Pendidikan Karakter Pada Siswa SD

Program pengembangan karakter dapat disesuaikan dengan profil siswa Pancasila [26][27]. Ini dapat mencakup mentoring, lokakarya karakter, dan proyek sosial, antara lain, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan siswa.

Keterlibatan orang tua dalam pembinaan karakter sangat penting [28]. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua, dan seminar pendidikan karakter dapat membantu meningkatkan pembinaan karakter siswa [29][30].

Program pembinaan karakter memerlukan evaluasi terus-menerus setelah dimulai. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengubah strategi pembinaan karakter. Metode ini dapat digunakan untuk terus mengembangkan pembinaan siswa berbudi luhur, yang akan menghasilkan generasi yang kuat, jujur, dan berkontribusi positif pada masyarakat.

Simpulan

Dalam "Pembinaan Peserta Didik Berbudi Luhur: Mengungkap Profil Siswa Pancasila di Pendidikan Dasar untuk Pengembangan Karakter," kegiatan yang disebut "Pembinaan Peserta Didik Berbudi Luhur" menunjukkan komitmen untuk membina karakter siswa melalui pengungkapan profil siswa Pancasila di tingkat pendidikan dasar, seperti pentingnya pembinaan karakter di pendidikan dasar. Dalam proyek ini menunjukkan betapa pentingnya pembinaan karakter dimulai sejak usia dini di sekolah dasar. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan untuk membangun budi pekerti anak-anak, yang menentukan perkembangan mereka dan kualitas hidup mereka di masa depan.

Fokus pada profil siswa Pancasila dalam Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan mencerminkan upaya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Pancasila ke dalam kurikulum sekolah. Diharapkan melalui penerapan nilai-nilai ini, siswa akan mengembangkan karakter yang menunjukkan semangat kerja sama, persatuan, dan toleransi.

Pemahaman Profil Siswa sebagai Dasar Pembinaan, atau Pengungkapan Profil Siswa Pancasila, menunjukkan kepentingan untuk memahami karakteristik dan nilai-nilai yang dimiliki setiap siswa. Hal ini dapat menjadi dasar bagi program pembinaan yang lebih khusus dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

Tujuan proyek ini adalah untuk mengembangkan karakter holistik, yang mencakup semua aspek moral, etika, dan sikap positif. Diharapkan bahwa penggabungan nilai-nilai Pancasila akan memberikan landasan yang kuat untuk kemajuan karakter yang seimbang.

Pendidikan sebagai Agen Pembentuk Karakter: Kegiatan ini menekankan fungsi pendidikan sebagai pembentuk karakter. Pendidikan dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran yang mendalam untuk membina budi pekerti anak-anak dengan menggunakan teknik dan pendekatan yang tepat.

Proyek ini memberikan kontribusi positif untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa dengan membentuk karakter yang berbudi luhur dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila.

Hasil dari kegiatan ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan karakter siswa di tingkat pendidikan dasar melalui penyebaran profil siswa Pancasila. Hal ini diharapkan akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berbudi luhur, yang akan membantu meningkatkan negara dan masyarakat kita.

References

  1. P. Richard and P. Kathryn, "Educational Methods, Kits and Systems to Create Memorabilia," no. WO 2011/081916 A2. [Online]. Available: https://lens.org/074-469-977-119-973
  2. L. E. A. Vergara, "Automated Management System for Academic Evaluation," no. MX 2016008477 A. [Online]. Available: https://lens.org/093-905-064-802-214
  3. C. Y. Jung and K. I. M. J. Seob, "Inputting Apparatus and the Academic Symbols and Words," no. KR 20110014558 A. [Online]. Available: https://lens.org/002-017-974-480-14X
  4. G. G. E, N. G. V. Kwok-Ho, P. B. E, and Y. P. O. Man, "Educational Devices, Systems and Methods Using Optical Character Recognition," no. US 7351062 B2. [Online]. Available: https://lens.org/157-719-675-793-303
  5. G. D. Kutsuku, "Problem Training Apparatus," no. JP H03168791 A. [Online]. Available: https://lens.org/020-891-086-253-209
  6. P. T. J and L. A. Alan, "Educational Battle Game and Method of Teaching the Periodic Table of the Elements," no. WO 2006/133004 A2. [Online]. Available: https://lens.org/033-086-241-769-863
  7. P. Guanghui et al., "Agile Teaching Management Platform Based on Big Data and Implementation Method Thereof," no. CN 114036197 A. [Online]. Available: https://lens.org/080-803-215-904-674
  8. L. I. Degang and B. O. Lili, "Management Science Display Board with Universal Rotary Bracket," no. CN 204336334 U. [Online]. Available: https://lens.org/160-315-167-478-056
  9. B. Samuel et al., "System and Method for Teaching Curriculum as an Educational Game," no. US 11468788 B2. [Online]. Available: https://lens.org/166-022-912-057-200
  10. C. L. A et al., "Behavior-Based Interactive Educational Sessions," no. US 2020/0090542 A1. [Online]. Available: https://lens.org/041-488-119-306-533
  11. Z. Yin, "Platform for Educational Software Technology Popularization," no. CN 216453914 U. [Online]. Available: https://lens.org/170-835-522-626-343
  12. W. O. O. Y. U. N. Woo, "Creative Education System That Generates Video from Picture," no. KR 102318683 B1. [Online]. Available: https://lens.org/167-332-244-052-200
  13. Z. Jiangfeng, "Three-Dimensional Interactive Teaching System Based on Virtual Reality Technology," no. CN 107248342 A. [Online]. Available: https://lens.org/015-163-727-687-124
  14. J. J. I. Il, H. S. Su, and C. H. O. D. U. Nyoun, "Educational Puzzle Apparatus for a Blind Person," no. KR 20160005164 A. [Online]. Available: https://lens.org/059-295-925-958-790
  15. J. Li, "Teaching Tool for Chinese Character Split-Combination Learning Method," no. CN 201233663 Y. [Online]. Available: https://lens.org/168-717-953-628-86X
  16. G. G. E, N. G. V. Kwok-Ho, P. B. E, and Y. P. O. Man, "Educational Devices, Systems and Methods Using Optical Character Recognition," no. WO 2006/071574 A3. [Online]. Available: https://lens.org/009-539-052-021-994
  17. Z. Zhirong, Z. Weidong, and Z. Jie, "Chinese Character Module for Educational Microcomputer," no. CN 87209056 U. [Online]. Available: https://lens.org/171-807-883-209-586
  18. M. B. I and H. W. S, "Character Recognition Educational System," no. US 2003/0027110 A1. [Online]. Available: https://lens.org/105-660-712-174-49X
  19. K. I. M. H. A. E. Gon, "New Chinese Character for Education," no. KR 20180072960 A. [Online]. Available: https://lens.org/131-084-614-817-674
  20. Z. Chengci, "Stroke Combination Character Educational Teaching Aid," no. CN 216697564 U. [Online]. Available: https://lens.org/124-486-617-342-238
  21. M. A. Caibo, "Can Piece Together Characters Molding Educational Toy Who Tears Open," no. CN 204864986 U. [Online]. Available: https://lens.org/113-010-756-161-186
  22. L. E. Jeffrey, P. A. H. A. N. Leung, and C. J. Michael, "Goal Based Tutoring System with Behavior to Tailor to Characteristics of a Particular User," no. US 6029156 A. [Online]. Available: https://lens.org/007-323-390-767-902
  23. K. Takahito and Y. Kazuhiko, "Quality Evaluation System and Training/Educating System for Handwriting Character," no. JP H03257483 A. [Online]. Available: https://lens.org/029-867-235-785-995
  24. P. Y. Ho, "A System of Managing an Educational Institute's Attendance or Absence and Transferring SMS Character or E-mail," no. KR 20050077623 A. [Online]. Available: https://lens.org/031-756-066-058-200
  25. H. C. E, "Educational Aid with Substitutable Magnetic Items," no. US 5006000 A. [Online]. Available: https://lens.org/168-961-525-217-575
  26. K. I. M. H. U. N. Dong and K. I. M. S. Ki, "Educational Materials Printed Character for Overwriting-Study Thereon," no. KR 20010079166 A. [Online]. Available: https://lens.org/073-651-757-753-694
  27. F. Kunyang and Z. Yi, "Character and Speech System Based on Physical Building Block Jigsaw Puzzle Programming," no. CN 107886782 A. [Online]. Available: https://lens.org/071-791-551-927-574
  28. Z. Guoxiang and L. I. U. Jinhua, "Parent-Child Educational Method Based on a Virtual Character," no. CN 103413468 A. [Online]. Available: https://lens.org/129-470-929-984-817
  29. L. Jacobus, G. Francois, L. Daniel, P. Gary, and B. Morne, "Information Communication Technology in Education," no. US 2015/0294582 A1. [Online]. Available: https://lens.org/098-300-604-444-690
  30. R. Dorota, "International Communication of Educational Unity Association," no. WO 2002/075581 A1. [Online]. Available: https://lens.org/032-246-577-058-532