Login
Section Articles

Standardized Workload Indicator Staffing Need Method Calculates Hospital Human Resource Requirements

Metode Workload Indicator Staffing Need Terstandarisasi Menghitung Kebutuhan Sumber Daya Rumah Sakit
Vol. 12 No. 3 (2024):

Dia Nita Efendi (1), Mia Nasrida Putri (2), Stifani Yuli Ranti Kobo (3), Sumartik Sumartik (4)

(1) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(3) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(4) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Human resource planning ensures organizational productivity by matching personnel availability with task demands. Specific Background At Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Hospital, inconsistent personnel calculations across multiple departments caused unjustified labor increments and operational inefficiencies. Knowledge Gap Previous workforce evaluations lacked a uniform standardized approach, resulting in unaligned data specifically for the pharmacy, laboratory, and registration administration units. Aims This study measures labor demands and personnel balance utilizing a unified framework to standardize workforce planning across all clinical departments. Results Quantitative analysis revealed an available working time of 113,460 minutes annually alongside a standard allowance factor of 0.1786. The calculations identified a deficit of one employee in both the pharmacy and laboratory units, which require 15 and 10 personnel respectively. Conversely, the registration administration unit exhibited a surplus of three employees compared to the calculated requirement of 11 staff members. Novelty This research resolves previous organizational misalignments by formulating a unified mathematical standardization for all clinical departments based on realistic task constraints. Implications Institutional management must implement strategic recruitment for understaffed units and execute personnel transfers for departments with surplus labor to sustain operational productivity.


Highlights:




  • Quantitative analysis identified an available working time of 113,460 minutes annually for clinical personnel.




  • Pharmacy and laboratory departments experience personnel deficits requiring immediate recruitment strategies.




  • The registration administration department exhibits a labor surplus necessitating internal personnel transfers.




Keywords: Personnel Planning, Labor Demands, Operational Productivity, Task Analysis, Clinical Management.

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah organisasi fungsional, berperan penting untuk mencapai target maupun tujuan. Tenaga manusia merupakan penggerak aktivitas pengelolahan organisasi yang harus dimaksimalkan melalui sinergi dengan lingkungan [1]. Keberhasilan perusahaan seringkali ditentukan dengan kontribusi personelnya [2]. Maka pengelolaan sumber daya manusia harus diperhatikan mulai dari ketersediaan tenaga kerja yang memadai, penempatan kerja yang sesuai, dan pemberian tugas pokok yang tepat. Oleh karenanya organisasi harus memikirkan bagaimana cara meningkatkan efisiensi pekerja dalam menyelesaikan pekerjaanya melalui perencanaan sumber daya manusia yang tepat. Perencanaan SDM sebagai proses peramalan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu organisasi untuk waktu yang akan datang.

Pemberian beban kerja yang tinggi terhadap karyawan yang bisa meningkatkan tingkat stres. Kondisi tersebut akan membuat kinerja yang dihasilkan tidak maksimal. karenanya perusahaan harus mampu mengelola serta mengoptimalkan SDM yang dimiliki perusahaan. Pengoptimalan tersebut bisa dilakukan dengan menganalisis beban kerja pada karyawan. Beban kerja ialah jumlah pekerjaan yang menjadi tugas serta tanggung jawab karyawan baik secara fisik maupun mental [3]. Menganalisis dan mengukur beban kerja karyawan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan efisiensi dan mengambil tindakan guna meningkatkan produktivitas kinerjanya. Terdapat 3 kondisi beban kerja karyawan yakni Normal (fit), berlebihan (overload), dan terlalu rendah (underload) [4]. Sehingga sangat penting bagi organisasi untuk memiliki jumlah pegawai yang sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Hal tersebut bertujuan agar kebutuhan tenaga terpenuhi sesuai standart dan hasil perhitungan yang sesuai. Perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan proses sistematis yang digunakan rumah sakit untuk mengkaji jumlah kebutuhan SDM, kualitas karyawan sesuai dengan kualifikasi staff yang ada di instansi [5].

Penetapan beban kerja karyawan yang terlalu berat atau terlalu ringan dapat menimbulkan inefisiensi kerja seperti penurunan produktivitas, peningkatan biaya operasional, dan penurunan daya saing. Salah satu cara agar mengembalikan kondisi efisiensi kinerja ialah dengan menggunakan metode pengukuran kerja. Metode pengukuran kerja sangat diperlukan dan diaplikasikan sebuah organisasi untuk menentukan waktu standar dan persentase waktu delay dari proses kegiatan pokok para pekerja. Pengukuran ini juga berfungsi untuk menentukan seberapa lama waktu kerja yang diperlukan seorang karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan yang spesifik pada tingkat kecepatan yang normal dalam lingkungan kerja. Pengukuran waktu kerja terbagi menjadi 2, yakni pengukuran waktu kerja secara langsung dengan menggunakan stop watch time study dan work sampling. Sedangkan pengukuran waktu kerja tidak langsung menggunakan perhitungan waktu kerja berdasarkan tabel-tabel waktu yang tersedia [6]. Kesesuaian jumlah karyawan dengan tugas pada suatu kegiatan akan mempengaruhi produktivitas unit kerja, maka dari itu dibutuhkan pengukuran kerja setiap unit guna menyeimbangkan beban kerja dengan jumlah karyawan yang sesuai [7].

Meningkatkan efisiensi kinerja karyawan menjadi tujuan sebuah organisasi untuk menciptkan waktu kerja yang produktif. Efisiensi kinerja karyawan merupakan langkah yang dilakukan perusahaan untuk dapat menjaga keseimbangan antara banyaknya tenaga kerja yang dipakai terhadapa jumlah produksi yang didapatkan. Hasil kinerja karyawan dapat diamati melalui segi aspek kuantitas, waktu kerja, kualitas karyawan dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkakn oleh perusahaan [8]. Kinerja karyawan menjadi hal yang sangat penting karena bersifat individual, dimana setiap tenaga kerja memiliki tingkatan kemampuan yang beragam dalam penyelesaian tugas pokok. Pihak manajemen dapat menilai seorang karyawannya berdasarkan kinerja pada masing-masing tenaga kerja di unit rumah sakit. Penelitian [9] menyatakan bahwa sebuah pekerjaan dapat dikatakan efisien apabila hasil dari pekerjaan tersebut mampu memenuhi kriteria ukuran capaian yang di harapkan perusahaaan, artinya setiap karyawan dalam melaksankaan tugas sudah sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan. Efisiensi kinerja dapat dilakukan dengan cara membuat analisis yang tepat terhadap aktivitas yang terjadi dan beban kerja yang dibebankan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan jumlah karyawan sesuai dengan tugas yang tepat dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban secara optimal, sehingga dapat meghasilkan output yang diinginkan dengan meminimalkan sumber daya yang tersedia [10].

Pertumbuhan tenaga kerja setiap tahunnya tentu akan mengalami perubahan, pergantian, serta penambahan pegawai yang disesuaikan. Beberapa instansi kesehatan melakukan perencanaan terkait menghitung beban kerja yang tepat dan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). Metode WISN ialah metode perhitungan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan berdasarkan beban kerja yang dilakukan oleh SDM kesehatan pada tiap unit kerja. Metode WISN sering digunakan di rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan [11]. Metode ini lebih akurat dipakai untuk menghitung kebutuhan SDM yang dilihat dari beban pekerjaan nyata yang didasarkan oleh tiap kategori tugas pokok tiap unit kerja instansi. Hasil WISN akan menggambarkan permasalahan perencanaan SDM dari segi beban kerja, jumlah kebutuhan tenaga kerja, distribusi dan kelonggarannya. Metode ini selaras dengan peraturan permenkes no 75 tahun 2014 tentang analisis beban kerja tenaga kesehatan dan non kesehatan dengan mempertimbangkan jumlah pelayanan, jumlah karakteristik wilahayh kerja, ketersediaan dan pembagian waktu kerja [12].

Rumah sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan ialah rumah sakit Islam yang memiliki pengunjung pada tahun 2023 kurang lebih 38.211 pasien dalam setahun. Rumah sakit tersebut memiliki 22 unit total dengan 8 unit pelayanan medis, 6 unit penunjang medis, 4 unit keuangan dan 4 unit bagian umum & administrasi. Dengan jumlah total keseluruhan karyawan 194 pekerja. Setiap unit memiliki perbedaan waktu kerja baik dalam waktu hari dan jam aktif bekerja. Sebelumnya RS. Aisyah Siti Fantimah Tulangan sudah pernah melakukan perhitungan beban kerja setiap unit. Namun hasil yang didapat kurang maksimal, waktu bekerja yang berbeda dan ketidaksesuaian perhitungan yang selaras dengan ketentuan instansi membuat perhitungan beban kerja memberikan nilai ukur yang tinggi. Dari 22 unit beberapa diantaranya tidak sesuai dengan format analisis beban kerja WISN seperti unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran. Hal tersebut berdampak pada kenaikan angka penambahan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, sehingga diperlukannya analisis perhitungan beban kerja yang tepat untuk mengetahui seberapa besar beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja yang ideal diperlukan pada setiap unit. Adanya kesenjangan yang terjadi membuat karyawan tidak menggunakan kelonggaran waktu dengan optimal.

Pada penelitian terdahulu oleh [13] menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dimana semakin banyak pemimpina memberikan beban kerja kepada karyawan, maka semakin baik pula kinerja karyawan. Pada penelitian berikutnya [14] menyatakan bahwa analisis beban kerja memberikan pengukuran yang tepat untuk menetapkan berapa jumlah kebutuhan karyawan dan beban kerja yang tepat untuk setiap tugasnya.

Berdasarkan gap diatas, terdapat ketidaksesuaian perhitungan beban kerja dengan standart metode yang ditetapkan oleh instansi. Maka kami tertarik untuk membuat analisa tentang : Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN) Untuk Meningkatkan Efisiensi Kinerja Karyawan Pada RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.

Rumusan masalah :

1. Bagaimana tingkat perhitungan beban kerja unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran dengan metode WISN

2. Berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan oleh unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran dengan metode WISN

3. Bagaimana alternatif yang diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut

Tujuan penelitian :

1. Menghitung beban kerja unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran dengan metode WISN

2. Menghitung jumlah tenaga yang dibutuhkan oleh unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran dengan metode WISN

3. Menciptakan keseragaman format sesuai standart metode WISN disemua unit

II. Case

Dari hasil observasi dan wawancara dengan kepala bagian SDI / HRD RS. ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, didapat permasalahan bahwa perhitungan beban kerja yang ada di rumah sakit saat ini belum berseragam menggunakan satu metode. Bukan hanya itu ada beberapa unit yang menggunakan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN), tetapi tidak sesuai dengan format Workload Indicator Staffing Need (WISN) yang ada, sehingga keakuratan perhitungan belum bisa dinyatakan valid. Selain itu Kepala Bagian SDI / HRD menyatakan belum memiliki kompetensi dalam perhitungan beban kerja dengan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN).

Tabel 1. Daftar Unit dan Metode Perhitungan Beban Kerja RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa terdapat 22 unit yang ada di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, dari 22 unit tersebut terdapat 15 unit yang menggunakan perhitungan beban kerja dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN), 2 unit menggunakan Metode Depkes, 5 unit menggunakan Metode Gillies. Dari 15 unit yang menggunakan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN) terdapat 3 unit yang tidak sesuai dengan format WISN yang menyebabkan perhitungan mengalami ketidak selarasan, sehingga berdampak pada kesenjangan beban kerja di unit. Dari permasalahan yang terjadi pada 3 unit tersebut di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan menjadi latar belakang mengapa dibutuhkan pengkajian lebih lanjut terkait perhitungan beban kerja di Rumah Sakit.

Berdasarkan hasil observasi pada unit Unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran dengan tugas pokok yang berbeda – beda. Berikut daftar karyawan di unit tersebut :

Tabel 2. Daftar Karyawan Unit Farmasi, Laboratorium dan Administrasi Pendaftaran (RM) RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Dengan jumlah saat ini 37 karyawan. Dengan beban kerja setiap tahunnya tercatat.

Tabel 3. Daftar Karyawan Unit Farmasi, Laboratorium dan Administrasi Pendaftaran (RM) RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Kuantitas kegiatan pokok satu tahun disusun berdasarkan berbagai data kegiatan pelayanan yang telah ditugaskan oleh unit kerja Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah dalam kurun waktu 1 tahun. Dari data pasien diatas menunjukkan adanya penurunan jumlah pasien sebanyak 7.118 dari tahun 2022 – 2023. Penurunan tersebut berakibat pada berkurangnya beban kerja petugas yang membuat kelebihan sumber daya manusia pada Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. Selain itu, dari hasil work sampling ditemukan delay yang berlebihan dalam setiap pengerjaan tugas pokok membuat kinerja karyawan kurang efisien dan perhitungan yang kurang tepat membuat hasil analisis tidak sesuai.

III. Solution

A. Perhitungan Beban Kerja Berdasarkan Metode WISN

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja ialah proses identifikasi jumlah pegawai yang diperlukan oleh suatu organisasi dimasa depan berdasarkan permintaan dan penawaran. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan, selain itu perencanaan dilakukan guna mengatasi kelelahan fisik dan mental karyawan, serta memperkirakan jumlah kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang [2]. Perencanaan tenaga kerja dapat dilakukan dengan perhitungan tenaga kerja berdasarkan beban kerja yang tersedia. Penentuan jumlah tenaga kerja terdiri dari besar volume pekerjaan yang ditargetkan untuk diselesaikan dalam periode waktu yakni hari, bulan, maupun tahun [15]. Pada penelitian [16] menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal berdasarkan beban kerja yang ada menggunakan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). WISN merupakan metode perhitungan yang dapat diterapkan untuk menghitung tenaga kerja medis dan non medis. Metode WISN adalah dapat menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada pelayanan kesehatan yang berdasarkan beban kerja yang dimiliki tenaga kesehatan. Adapun langkah perhitungan kebutuhan tenaga kerja menggunakan rumus Workload Indicator Staffing Need (WISN) yaitu : 1. Menetapkan Waktu Kerja Yang , 2. Menyusun dan Menghitung Standar Beban, 3. Menetapkan dan Menghitung Standar Kelonggaran, 4. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Kategori.

Perhituangan diperoleh dari kerja efektif selama kurun waktu 1 tahun untuk masing – masing kategori SDM di masing – masing unit . data yang diambil sebagai berikut :

1. Menetapkan waktu kerja tersedia.

Metetapkan waktu kerja tersedia diperoleh 270,1 hari satu tahun, 1.891 jam pertahun, 113.460 menit pertahun. Dengan rincian perhitungan seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. Perhitungan Waktu Kerja Tersedia RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Uraian perhitungan sebagai berikut :

rumus Waktu Kerja Tersedia (WKT) = [ A – (B + C + D + E)] X F

Pendidikan dan pelatihan = standart pelatihan 1 tahun : jam perhari

= 20 : 7 = 2,86 hari per tahun

Untuk hari kerja tersedia= [312 - ( 12 + 2,86+ 25 + 2 )]

= [312 - 41,86]

= 270,1 hari/tahun

= 270,1 x 7 hari

= 1.891 jam/tahun

= 1.891 x 60 menit

= 113.460 menit/tahun

Hasil perhitungan yang diperoleh dari Unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran pada RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah yaitu jumlah hari kerja tersedia 270,1 hari pertahun, 1.891 jam pertahun dan 113.460 menit pertahun. Berdasarkan hasil perhitugan kerja tersedia yang bertujuan mengetahui hari kerja petugas pada unit farmasi, unit laboratorium dan unit administrasi pendaftran pada rumah sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan hari kerja efektif dalam satu minggu adalah 6 hari kerja dengan 45,02 hari kerja dalam minggu per tahun, secara keseluruhan terdapat 270,1 hari dalam satu tahun. Berdasarkan UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyatakan 7 jam kerja dalam sehari atau 40 jam dalam seminggu yang berlaku untuk 6 hari kerja dengan aturan libur 1 hari. Dari peraturan tersebut maka hari kerja sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.

Berdasarkan perhitungan cuti tahunan dan hari libur nasional dapat diketahui jumlah cuti tahunan pada petugas unit farmasi, unit laboratorium dan unit administrasi pendaftran sebanyak 12 hari dalam setahun, 20 jam per tahun pendidikan dan pelatihan, 2 hari ketidakhadiran dan 25 hari libur nasional pada tahun 2023. Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan yang mempengaruhi ketersediaan waktu kerja dan hari kerja yang di olah dengan metode WISN mendapatkan jumlah waktu kerja efektif sebesar 1.891 jam per tahun atau 113.460 menit per tahun.

2. Perhitungan Standar Beban Kerja

Penyusunan Standar beban kerja merupakan kuantitas dan banyaknya beban kerja yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahun pada tahun 2023 di masing-masing unit pada perhitungan ini peneliti melakukan work sampling kepada unit farmasi, unit laboratorium dan unit adminisrasi pendaftaran. Berdasarkan waktu kerja tersebut karyawan menyatakan bahwa tugas beban kerja yang ditangguhkan sangat tinggi dikarenakan kurangnya jumlah sumber daya manusia yang tersedia dengan jumlah kunjungan pasien yang semakin meningkat. Standar beban kerja pada unit farmasi terdiri dari 15 tugas pokok yang wajib dilaksanakan, 57 tugas pokok unit laboratorium dan 26 tugas pokok pada unit administrasi pendaftaran. Pada penelitian ini diketahui standar beban kerja kegiatan pokok dengan melihat kuantitas dan waktu yang dibutuhkan. Hasil dari perhitungan standar beban kerja yang dihitung menggunakan metode WISN pada masing-masing unit, sebagai berikut :

Tabel 5. Perhitungan Standar Beban Kerja ( SBK ) RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

a. Unit Farmasi

b. Unit Laboratorium

c. Unit Administrasi Pendaftaran

Hasil perhitungan beban kerja menggunakan metode WISN didapatkan hasil kuantitas dengan cara menghitung banyaknya tiap tugas pokok yang dilakukan dalam per hari dikalikan dengan waktu kerja tersedia dalam setahun. Waktu yang dibutuhkan didapatkan dari rata-rata waktu pengerjaan dalam sehari. Selanjutnya pada perhitungan Standar Beban Kerja (SBK) didapat dari = Waktu menit pertahun : waktu yang dibutuhkan (menit) tugas pokok. Dari hasil olahan data di atas seperti kegiatan pokok menerima resep dari pasien dan pengecekan stok [item] pada unit farmasi memiliki rata-rata waktu 0,5 menit/hari dengan standar beban kerja sebesar 226,920 menit/tahun jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling besar.

Pada kegiatan melakukan QC (PME) 1 tahun sekali pada unit laboratorium memiliki rata-rata waktu yang cukup besar yaitu sebesar 120 menit/hari namun dengan standar beban kerja yang kecil berjumlah 946 menit/tahun. Sedangkan di unit administrasi pada kegiatan menghubungi pasien jika ada perubahan jadwal praktek dokter membutuhkan rata-rata waktu sebesar 15 menit/hari dengan standart beban kerja yang cukup sedikit dengan jumlah 7,574 menit/tahun dan standar beban kerja tertinggi sebesar 113,460 menit/tahun.

3. Perhitungan Standar Kelonggaran

Perhitungan standar kelonggaran dilakukan dengan tujuan didapatkan faktor kelonggaran yang terjadi di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah sesuai dengan kegiatan wajib dan standar kelonggaran yang telah ditetapkan. Faktor kelonnggaran ialah kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan pokok atau waktu yang dipakai untuk melakukan kegiatan diluar tugas utama. Adanya standar kelonggaran dipakai untuk meningkatkan semangat dan menjalankan komunikasi baik antar karyawan. Berikut perhitungan standar kelonggaran pada RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan dengan menggunakan metode WISN.

Tabel 6. Perhitungan Standar Kelonggaran ( SKL ) RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Perhitungan Standar Kelonggaran didapat dari =

Faktor Kelonggaran= Rata – rata waktu kelonggaran x satuan waktu

= *Misal Pengajian = 60 x 44,69 = 2681,4

Standart Kelonggaran = Faktor kelonggaran : waktu menit kerja efektif

= *Misal Pengajian = 2681,4 : 113,460 = 0,0236

Hasil dari perhitungan dari standar kelonggaran di rumah sakit terdapat 4 kategori kegiatan yaitu pengajian tiap minggu dengan rata-rata waktu 60 menit/minggu dengan standar kelonggaran sebesar 0.0236 menit/tahun, rapat pleno per unit yang dilakukan dalam satu bulan sekali memiliki rata-rata waktu 120 menit dengan standar kelonggaran 0.0127 menit/tahun. Sedangkan rata-rata waktu ishoma sebesar 60 menit/hari dengan standar kelonggaran 0.1418, dan rapat akreditasi membutuhakan rata-rata waktu 60 menit/bulan dengan standar kelonggaran sebesar 0.0005 menit/tahun.

Berdasarkan beban kerja di Rumah Sakit Siti Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan menyatakan bahwa standar kelonggaran dirumah sakit tersebut sebesar 0.1786 menit/tahun. Jumlah tersebut dikatakan sudah sesuai dengan pedoman penyusunan perencanaan sumber daya manusia Kesehatan Nomor 81/MENKES/SK/I/2004 dan kebijakan UU pasal 77 ayat 2 tentang ketenagakerjaan dan kebijakan rumah sakit.

4. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Unit

Perhitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja dihitung berdasarkan hasil perhitungan Waktu Kerja Tersedia (WKT), Standar Beban Kerja, dan Standar Kelonggaran pada tiap unit. Pada perhitungan ini akan menghasilkan jumlah kebutuhan SDM yang dibutuhkan oleh rumah sakit yang disesuai dengan beban kerjanya, dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 7. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

a. Unit Farmasi

b. Unit Laboratorium

c. Unit Administrasi Pendaftaran

Analisa kebutuhan karyawan merupakan strategi dalam meramalkan jumlah karyawan setiap masing-masing unit dalam mencapai efisiensi guna membandingkan kebutuhan karyawan dengan jumlah karyawan yang ada diunit [17]. Hasil perhitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan metode WISN didapatkan pada unit farmasi 14,55 tenaga kerja, pada unit laboratorium sebanyak 9,66 tenaga kerja, dan unit administrasi farmasi sebanyak 11,32 tenaga kerja. Hasil tersebut dapat dilakukan analisis pembulatan yang menyimpulkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan dengan rasio [18], sebagai berikut :

1,0 – 1,1 dibulatkan kebawah menjadi 1

>1,1 – 1,9 dibulatkan ke atas menjadi 2

< 2,2 dibulatkan kebawah menjadi 2

> 2,2 – 2,9 dibulatkan ke atas menjadi 3

< 3,3 dibulatkan kebawah menjadi 3

Dari rasio diatas maka unit farmasi dibulatkan menjadi 15 tenaga kerja, unit laboratoriun dibulatkan menjadi 10 tenaga kerja dan unit administrasi pendaftaran dibulatkan menjadi 11 tenaga kerja.

B. Perhitungan Jumlah Tenaga di Unit

Berdasarkan hasil perhitungan diatas penggunakan format dan metode Workload Indicator of Staffing Need ( WISN) serta hasil observasi diunit – unit tersebut, didapatkan data perencanaan kebutuhan karyawan sebagai berikut :

Tabel 8. Hasil Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Berdasarkan hasil tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah sumber daya manusia yang tersedia pada unit farmasi sebanyak 14 orang dengan perhitungan hasil WISN menunjukkan adanya kekurangan tenaga kerja pada unit farmasi. Unit laboratorium juga menunjukkan hasil yang sama dengna unit farmasi adanya kelebihan beban kerja yang diberikan yang berakibat pada kurangnya satu tenaga kerja real pada unit laboratorium. Sedangkan pada unit adaministrasi pendaftaran mengalami overload karyawan yakni kelebihan tenaga kerja sebanyak 3 orang, hal ini disebabkan banyaknya beban karyawan berkurang dikarenakan kelebihan kapasitas tenaga kerja yang ada sehingga perlunya untuk penguragan tenaga kerja guna untuk efisiensi beban kerja [18].

Menurut hasil observasi perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang baik dimasing – masing unit dapat mempengaruhi kinerja pelayanan. Oleh karena itu perencanaan sumber daya manusia diharap mempertimbangkan skill atau latar belakang kemampuan yang dimiliki untuk dapat mencapai efisiensi dimasing – masing unit. Hal itu juga melalui analisa jabatan yang telah ditetapkan oleh RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan [19].

C. Menciptakan Keseragaman Format Sesuai Standar metode WISN Disemua Unit

Dari pengamatan dengan metode work sampling diperoleh jumlah waktu disetiap pola kegiatan. Dimana dalam jumlah waktu kegiatan diubah dalam bentuk menit. Data itu kemudian digunakan untuk menghitung rata – rata waktu penyelesaian setiap unit kegiatan pokok, standar beban kerja dan standart kelonggaran. Penghitungan jumlah kebutuhan tenaga dilakukan dengan memasukkan data primer berupa jumlah waktu setiap pola kegiatan dan data sekunder ke dalam rumus Workload Indicator of Staffing Need ( WISN).

Tabel 9. Daftar Unit dan Kesesuaian Perhitungan Beban Kerja dengan Metode WISN RS ‘Aisyiayah Siti Fatimah Tulangan

Dari tabel diatas menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan kelebihan sumber daya manusia yang ada di RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. Keseragaman format analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja di intansi sangat diperlukan untuk menciptakan kinerja karyawan yang berkualitas. Dengan penerapan metode WISN pada RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan akan membantu Human Resource Departement (HRD) dalam mengatur sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Pada table diatas dijelaskan bahwa setelah dilakukannya analisis WISN maka hasil perhitungan seluruh unit RS. Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan sudah selaras dengan kebijakan yang telah ditetapkan olej instansi.

V. Simpulan

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan beban kerja, jumlah tenaga yang dibutuhkan dan menciptakan keseragaman format sesuai standar metode WISN khususnya pada unit Farmasi, Unit Laboratorium dan Unit Administrasi Pendaftaran. Berdasarkan pembahasan dibab sebelumnya ditemukan waktu kerja efektf yang tersedia di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan 45,02 minggu pertahun atau 270,1 hari pertahun atau 1.891 jam pertahun atau 113.460 menit/tahun, dengan standart kelonggaran 0,1786 atau 18 % dari waktu kerja efektif. Berdasarkan beban kerja di Rumah Sakit Siti Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan menyatakan bahwa standar kelonggaran dirumah sakit tersebut sebesar 0.1786 menit/tahun. Dari hasil analisis beban kerja maka ditemukan total kebutuhan karyawan atau petugas unit farmasi sebanyak 15 petugas, unit laboratorium sebanyak 10 petugas, dan unit administrasi pendaftaran sebanyak 11 petugas. Perhitungan tersebut terdapat kekurangan dan kelebihan kebutuhan tenaga kerja unit farmasi yakni 1 petugas, unit laboratorium 1 petugas, dan unit administrasi pendaftaran kelebihan 3 petugas. Dari masing-masing unit tersebut memiliki beban kerja pada unit farmasi terdiri dari 15 tugas pokok yang wajib dilaksanakan, 57 tugas pokok unit laboratorium dan 26 tugas pokok pada unit administrasi pendaftaran dengan stndar beban kerja kunjungan 38.211 Pasien pada tahun 2023 di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.

Setelah dilakukan analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja menggunakan metode WISN pada unit farmasi, laboratorium, dan administrasi pendaftaran pada RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut :

1. RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan perlu melakukan analisis beban kerja dengan metode WISN pada seluruh unit lainnya untuk meramalkan kebutuhan tenaga kerja di tahun mendatang.

2. RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan perlu melakukan rekruitmen petugas baru pada tahun mendatang sebanyak 1 tenaga kerja untuk masing-masing unit farmasi dan unit laboratorium guna mendapatkan hasil pelayanan yang optimal.

3. RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan perlu melakukan mutasi petugas untuk unit administrasi pendaftaran atau melakukan pembagian beban kerja agar lebih seimbang.

4. RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan untuk seluruh karyawan atau petugas baik non medis dan medis guna terciptanya efisiensi kinerja yang berkualitas.

Ucapan Terima Kasih

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah yang telah mengizinkan kami melakukan magang selama 1 bulan selama 15 Juli 2024 – 10 Agustus 2024 dirumah sakit dan civitas RS ‘Aisyiyah Khususnya kepada kepala Bagian Umum dan Administrasi beserta kepala Sub Bagian SDI (HRD) yang telah membimbing dan menerima kami selama magang berlangsung.

References

[1] A. Muktamar, Novianti, Mirna, and A. R. Sahibuddin, “Peranan sumber daya manusia dalam organisasi,” J. Ilm. Penelit., pp. 52–69, 2024.
[2] Jerico and T. Purba, “Pengaruh Kepuasan, Beban Kerja, dan Disiplin Terhadap Kinerja Karyawan PT Global Citra Pratama Batam,” vol. 55, no. 4, pp. 524–530, 2023, doi: 10.1134/s0514749219040037.
[3] M. K. Damayanti, “Perencanaan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Analisis Beban Kerja Melalui Metode Fte (Full Time Equivalent) Pada Pt. X,” Civ. Serv. J., vol. 17, no. 1, pp. 1–14, 2023, doi: 10.61133/pns.v17i1.388.
[4] M. A. D. Matiro, R. S. Mau, A. Rasyid, and F. A. Rauf, “Pengukuran Beban Kerja Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) Pada Divisi Proses PT. Delta Subur Permai,” Jambura Ind. Rev., vol. 1, no. 1, pp. 30–39, 2021, doi: 10.37905/jirev.1.1.30-39.
[5] N. W. S. Wangi, A. Agusdin, and S. Nurmayanti, “Analisis Perencanaan Sumber Daya Manusia (Sdm) Kesehatan Puskesmas Dengan Metode Workload Indicators of Staffing Needs (Wisn) Di Kabupaten Lombok Barat,” J. Kedokt., vol. 5, no. 1, p. 108, 2019, doi: 10.36679/kedokteran.v5i1.134.
[6] M. I. H. Umam, N. Nofirza, M. Rizki, and F. S. Lubis, “Optimalisasi Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja pada Stasiun Kerja Hoisting Crane Menggunakan Metode Work Sampling (Studi Kasus: PT. X),” J. Tek. Ind. J. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid. Tek. Ind., vol. 5, no. 2, p. 125, 2020, doi: 10.24014/jti.v5i2.8984.
[7] W. P. Sari, D. Ginting, R. A. Dachi, D. Nababan, and F. L. Tarigan, “Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Kesehatan Berdasarkan Beban Kerja Dengan Metode Wisn Di Puskemas Pematang Jaya,” PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 42–57, 2021, doi: 10.31004/prepotif.v6i1.2598.
[8] R. C. Tessalonika, F. Pelleng, and S. Asaloei, “Pengaruh Efisiensi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Aneka Gas Industri Bitung,” Productivity, vol. 2, no. 5, p. 414, 2021, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/productivity/article/view/36115
[9] P. Jamidah and P. Puryana, “Meningkatkan Efisiensi Kinerja Karyawan dengan Komputerisasi Rekam Medis pada Klinik Ava Dental Gatot Subroto,” J. Pendidik. Tambusai, vol. Volume 7 N, no. Meningkatkan Efisiensi Kinerja Karyawan dengan Komputerisasi Rekam Medis pada Klinik Ava Dental Gatot Subroto, pp. 3602–3611, 2023, doi: https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.5771.
[10] R. Ernawati and H. Lulu Fauziyyah, “Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Berdasarkan Beban Kerja Pada Pt X,” J. Ind. Teknol. Samawa, vol. 3, no. 2, pp. 110–116, 2022, doi: 10.36761/jitsa.v3i2.1616.
[11] R. M. Kusumah, “Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Petugas Pendaftaran Berdasarkan Metode Workload Indocator Staffing Need (WISN) di UPTD Puskesmas X Tahun 2021,” MANNERS Manag. Entrep. J., vol. 4, no. 2, pp. 129–141, 2021, [Online]. Available: https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2292143
[12] G. Pamungkas and E. Kusmiati, “Analisis Beban Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN),” J. Sehat Masada, vol. 15, no. 1, pp. 93–101, 2021, doi: 10.38037/jsm.v15i1.167.
[13] R. Sanllyin et al., “DAMPAK BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT KABELINDO MURNI TBK,” vol. 4, no. 3, 2024, doi: 10.8734/mnmae.v1i2.359 DAMPAK.
[14] H. Arifin, “Penerapan Metode Analisis Beban Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas di Bagian Case Assy Up di PT. Yamaha Indonesia,” Teknoin, vol. 26, no. 2, pp. 83–95, 2020, doi: 10.20885/teknoin.vol26.iss2.art1.
[15] H. D. Suparman, “Pengaruh Lingkungan Kerja, Pengetahuan dan Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai di CV. Perdana Mulia Desa Caringin Kulon Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi,” J. Ekon., vol. 09, no. 02, pp. 1–16, 2020, [Online]. Available: www.stiepasim.ac.id
[16] E. Tuzzakiyah, R. C. Kartika, D. P. Ayu, D. Fitriyah, and S. D. Puspita, “Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN),” J. Rekam Med. Manaj. Inf. Kesehat., vol. 1, no. 2, pp. 73–79, 2022, doi: 10.47134/rmik.v1i2.20.
[17] D. T. Cahyaningrum, N. Siswanto, and H. Firmanto, “Penentuan Tenaga Kerja Optimal pada Packaging Kopi dengan Menggunakan Analisis Beban Kerja Metode Work Sampling,” J. Ilm. Inov., vol. 21, no. 1, pp. 46–49, 2021, doi: 10.25047/jii.v21i1.2634.
[18] E. Mahawati et al., Analisis Beban Kerja Dan Produktivitas Kerja. Yayasan Kita Menulis, 2021. [Online]. Available: https://repository.unai.edu/id/eprint/285/1/2021-2022 Ganjil Analisis Beban Kerja Full_compressed.pdf
[19] M. Situmorang and S. Nurwahyuni, “Petugas Rekam Medis Dengan Metode Wisn Di Puskesmas Sei Langkai Tahun 2022,” vol. 16, pp. 1039–1055, 2022, doi: https://doi.org/10.46576/wdw.v16i4.2453.