Eka Oktaviani (1), Bilgis Nisa’ Intafullaili (2), Adita Alivia (3), Rohdotul Mawarda (4), Misti Hariasih (5)
General Background The banking sector serves as a crucial pillar for national economic stability through targeted funding and lending operations. Specific Background Maintaining robust operational metrics is essential for state-owned institutions like PT Bank Tabungan Negara to sustain public trust and regulatory compliance. Knowledge Gap Despite the widespread application of corporate metrics, existing empirical literature presents contradictory findings regarding how liquidity and debt structures consistently forecast banking success. Aims This research analyzes the predictive role of profit margins, current assets, and debt structures on the corporate financial returns of PT Bank Tabungan Negara from 2021 to 2023. Results Quantitative descriptive analysis reveals that net profit margins progressively grew from 9.21% to 12.37%, demonstrating continuous efficiency. While current asset coverage fluctuated and indicated relatively low short-term fulfillment capacity, the debt-to-equity proportions remained stable. Ultimately, return on assets consistently climbed to 0.79%, confirming that these evaluated metrics significantly forecast institutional trajectories. Novelty This study provides a concentrated longitudinal evaluation of a specific state-owned entity, explicitly linking fluctuating short-term obligations with steady long-term debt and rising asset returns. Implications Institutional management can utilize these specific metric trends to evaluate capital structures, navigate economic challenges, and formulate strategic decisions for future commercial development.
Highlights:
Net profit margins and return on assets demonstrated continuous upward growth over three consecutive years.
Short-term asset coverage experienced significant fluctuations indicating potential vulnerabilities in immediate obligation fulfillments.
Debt structures maintained steady stability ensuring consistent long-term institutional funding.
Keywords: Profitability Metrics, Current Asset Coverage, Debt Structure, Return On Assets, Financial Evaluation
Fokus utama dalam dunia bisnis adalah kinerja didalamnya, termasuk dalam lembaga perbankan dimana kinerja keuangan dianggap sangat penting dan perlu diperhatikan.[1] Kinerja keuangan disebut sebagai elemen krusial dalam keberhasilan perusahaan, karena berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan perusahaan. [2] sebelumnya lembaga indonesia berada dibawah otoritas Bank Indonesia, namun sekarang seluruh lembaga sudah dialihkan dibawah pengawasan OJK, untuk lembaga keuangan mencakup bank dan non bank. . [3] Bank secara umum memiliki fungsi penting dalam perekonomian negara, bank menerima dan menghimpun dana masyarakat (Funding), lalu menyalurkannya dalam kredit pinjaman kepada perseoranhan, perusahaan, dan pemerintah untuk berbagai keperluan. Peran penting lainnya dalam perekonomian Bank dapat memberikan pinjaman kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Dilihat pentingnya atas peran tersebut, oleh karena itu pemerintah harus turut andil untuk menjamin kondisi bank dalam keadaan stabil, sehingga masyarakat yang menyimpan dana merasa aman dan bank juga siap memberikan kredit atau layanan lainnya. ondisi ini dapat dievaluasi dengan mengkaji laporan keuangan bank melalui metode analisis rasio keuangan.
Profitabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba dari aktivitas usahanya dalam jangka waktu tertentu, serta apakah perusahaan berhasil meningkatkan atau menurunkan laba tersebut. [4] Jika perusahaan berhasil melakukan penjualan sebanyak mungkin, maka mereka akan menghasilkan pendapatan yang tinggi. Pendapatan yang tinggi ini akan menghasilkan laba yang besar, yang pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan. Sebaliknya, jika penjualan tidak maksimal, maka pendapatan yang dihasilkan juga rendah. Hal ini akan berdampak pada laba yang dihasilkan, sehingga profitabilitas perusahaan akan menurun.
Likuiditas bank adalah kemampuan bank untuk memenuhi penarikan simpanan, kewajiban lainnya, serta menyediakan kredit dan layanan lainnya bagi masyarakat.[5] Likuiditas memiliki jenis-jenis dalam menghitung kemampuan bank, salah satunya adalah Current Rasio, jenis perhitungan ini yang akan digunakan dalam penelitian. Likuiditas juga menjadisalah satu kuncikeberhasilan dan kegagalan perusahaan kemampuan perusahaan dalam menyediakan uang tunai dan sumber daya yang diperlukan mempengaruhi tingkat risiko yang dihadapinya. Semakin baik perusahaan dalam hal ini, semakin kecil risiko yang harus ditanggung. [6]
solvabilitas menunjukkan sejauh mana perusahaan mampu membayar kewajiban keuangannya jika perusahaan dilikuidasi, baik untuk utang jangka pendek maupun jangka panjang. [7] Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengukur solvabilitas adalah Debt to Assets Ratio. Pentingnya solvabilitas dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui informasi tentang adanya modal yang dipunyai dapat mencukupi atau tidak dalam kegiatan operasional bank dan berguna untuk menilai kinerja keuangan bank dapat dikatakan dalam kondisi baik atau buruk. [8]
Kinerja Keuangan yang baik adalah kinerja yang beroperasi secara optimal. Kinerja keuangan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dari kekuatan bank, dengan mengetahui hasil dari ini maka dapat dipergunakan oleh bank untuk mengembangkan usaha bank, serta dapat dijadikan sebuah patokan dalam perbaikan kinerja ank dalam kedepannya. [9] Kesehatan finansial dan non-finansial bank dijadikan fokus utama bagi semua pihak yang terlibat, terhitung pemilik, manajemen, nasabah, dan Bank Indonesia sebagai lembaga pengawas. Dalam menghadapi perkembangan industri perbankan, terutama dengan produk dan layanan yang semakin kompleks dan beragam, bank menghadapi peningkatan risiko yang perlu diatasi. [10]
NPM berpengaruh terhadap kinerja keuangan [11], dan di dukung oleh penelitian [12] yang menyatakan NPM mempengaruhi Kinerja keuangan, tapi bertolak belakang dengan penelitian lain bahwa NPM tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.[13] Pada penelitian [14] CR berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja keuangan, dan didukung oleh penelitian [15] bahwa CR berpengaruh terhadap kinerja keuangan, berbeda dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa CR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. [16] DER mempunyai pengaruh terhadap kinerja keuangan [17], dan di dukung oleh penelitian lain bahwa DER berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan [18] bertolak belakang pada peneliti lain yang mengatakan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. [19]
Penelitian ini penting dilaksanakan untuk mengevaluasi dampak dari variabel variabel independen dan guna memberikan wawasan bagi pengambilan keputusan manajerial dan pemahaman akademis, serta membantu bank dalam menavigasi tantangan ekonomi dan regulasi yang mungkin muncul. Mengetahui kesehatan dari kinerja keuangan bank dapat memberikan informasi untuk proses berjalannya operasional keuangan bank maka mengetahui hasil dari kinerja keuangan periode 2023 dapat menjadikan patokan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja keuangan ditahun berikutnya.
Apakah variabel profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Bank Tabungan Negara pada periode 2023?
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas terhadap kinerja keuangan PT. Bank Tabungan Negara di tahun 2023, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengambilan keputusan manajerial dan memperkaya literatur akademis dalam bidang keuangan.
Profitabilitas mengacu pada kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan melalui kegiatan usahanya dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya. Beberapa pandangan lain menyatakan bahwa profitabilitas mencerminkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan laba serta mengukur seberapa efektif dan efisien perusahaan tersebut dalam menggunakan asetnya. [20] Keuntungan perusahaan merupakan aspek krusial dalam memantau kinerja keuangan dan dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan perusahaan dalam menilai kinerja yang mencerminkan nilai perusahaan. Rasio ini memungkinkan perhitungan jumlah laba perusahaan, dan produktivitas menjadi alat evaluasi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Tingkat keuntungan dapat berfungsi sebagai acuan bagi investor untuk berkontribusi pada perusahaan yang bersangkutan. Rasio keuntungan juga digunakan sebagai indikator dalam menilai kinerja perusahaan, yang pada akhirnya mencerminkan nilai perusahaan yang positif. Dalam konteks ini, Net Profit Margin (NPM) digunakan sebagai indikator untuk mengukur keuntungan dan kinerja perusahaan. [21]
Tingkat likuiditas adalah komponen penting dalam menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Tingkat likuiditas mengacu pada kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset yang dimilikinya[22] Oleh karena itu, jika perusahaan dapat menjaga likuiditas yang kuat, maka perusahaan akan mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya. [23] Current Rasio adalah rasio likuiditas yang akan digunakan dalam penelitian ini. Rasio ini menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimilikinya [24].
Rasio solvabilitas dikenal sebagai Debt to Equity Ratio (DER). Rasio ini digunakan untuk menilai kewajiban perusahaan terhadap nilai ekuitasnya. DER menggambarkan komposisi atau struktur total utang dibandingkan dengan total modal perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Semakin besar penggunaan utang dibandingkan dengan ekuitas dapat menyebabkan penurunan nilai perusahaan, yang menjadi perhatian penting bagi para investor dalam menilai nilai perusahaan.[25] Rasio solvabilitas, berfungsi untuk menghitung kinerja suatu perusahaan dalam kemampuannya untuk melunasi liabilitas jangka panjang. [26] Debt to equity ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutup sebagian atau seluruh utang-utangnya dengan dana yang berasal dari modal bank sendiri. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Kinerja keuangan mengacu pada penggunaan data yang benar untuk menganalisis data keuangan suatu perusahaan agar hasilnya sesuai dengan tujuan, sehingga dapat mengoperasikan dan mengelola data/aset perusahaan dengan lebih akurat dalam jangka waktu tertentu. [27] Untuk mencapai tujuan dan menghasilkan kinerja yang baik, maka perlu menggunakan pengukuran kinerja yang akurat sesuai dengan kondisi perusahaan. Kinerja keuangan merupakan hasil kerja masing-masing departemen, yang hasilnya dapat dilihat sebagai status keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu, yang menyangkut aspek-aspek seperti penggalangan dan pengalokasian dana, dan dapat dinilai berdasarkan indikator seperti cakupan permodalan, likuiditas, profitabilitas perusahaan.[28] Suatu perusahaan dianggap berhasil jika mencapai tingkat kinerja tertentu. Ini adalah cara untuk mengetahui prospek pertumbuhan dan perkembangan keuangan perusahaan. [29]
Return on Assets adalah rasio antara laba bersih perusahaan dan semua asetnya. Return on Assets yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mengelola semua asetnya dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai laba. [30].
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode kuantitatif deskriptif memeriksa hubungan antar variabel dengan menggunakan statistik [32]. Penelitian ini berfokus pada kinerja keuangan PT. Bank Tabungan Negara (persero) KC Sidoarjo dari tahun 2021-2023. Kinerja keuangan adalah variabel dependen yang akan digunakan di dalam penelitian ini. Kinerja ini akan ditentukan oleh tiga variabel independen yaitu profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas.
Data sekunder akan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data dari Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report) PT. Bank Tabungan Negara (persero), yang diterbitkan oleh perusahaan yang akan menjadi objek penelitian. Laporan keuangan tahunan PT. Bank Tabungan Negara (persero) pada periode 2021–2023 telah diterbitkan di Bursa Efek Indonesia.
Data keuangan pada PT. Bank Tabungan Negara akan digunakan untuk populasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Maka sampel yang digunakan pada penelitian ini yakni laporan keuangan data time series penutupan (closingan) tahunan PT. Bank Tabungan Negara (persero) KC Sidoarjo pada tahun 2021-2023. Peneliti berasumsi bahwa pengambilan sampel laporan keuangan PT. Bank Tabungan Negara dalam kurun waktu 3 tahun terakhir merupakan sampel terkini dan relevan.
Analisis data kuantitatif deskriptif akan digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis rasio keuangan suatu perusahaan. Rumus-rumus seperti Net Profit Margin (NPM), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) akan digunakan untuk mengukur kinerja keuangan.
Profitabilitas perusahaan diukur melalui Net Profit Margin (NPM), yang menunjukkan persentase laba bersih yang diperoleh dari total pendapatan segmen.
a. Net Profit Margin (NPM) tahun 2023
b. Net Profit Margin (NPM) tahun 2022
c. Net Profit Margin (NPM) tahun 2021
Tabel 1.1 Hasil Perhitungan Npm Bank Tabungan Negara. Tbk Tahun 2021 – 2023
Tabel di atas menampilkan data tentang Net Profit Margin (NPM) atau Margin Laba Bersih perusahaan untuk tiga tahun berturut-turut, yaitu 2021, 2022, dan 2023. Pada tahun 2021, perusahaan mencatat Laba Bersih sebesar Rp 2.376.227 dengan Pendapatan Segmen mencapai Rp 25.794.958, menghasilkan NPM sebesar 9,21%. Ini menunjukkan bahwa dari setiap Rp 100 pendapatan segmen, perusahaan memperoleh Rp 9,21 sebagai laba bersih. Memasuki tahun 2022, Laba Bersih meningkat menjadi Rp 3.045.073 dengan Pendapatan Segmen sebesar Rp 25.907.368. NPM juga mengalami peningkatan menjadi 11,75%, menunjukkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas perusahaan. Pada tahun 2023, Laba Bersih kembali meningkat signifikan menjadi Rp 3.500.988. Sementara itu, Pendapatan Segmen juga naik menjadi Rp 28.281.252.
Data ini menunjukkan bahwa laba bersih dan pendapatan segmen perusahaan terus meningkat setiap tahunnya, yang juga tercermin dalam kenaikan NPM dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, perusahaan mencapai NPM tertinggi dalam periode ini, yaitu 12,37%, yang menandakan peningkatan efisiensi dan profitabilitas. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan tren positif dalam hal profitabilitas perusahaan, dengan NPM yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efektif dalam mengelola biaya dan memaksimalkan laba dari pendapatan yang dihasilkan.
Likuiditas perusahaan diukur melalui Current Ratio, yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki.
a. Current Ratio tahun 2023
b. Current Ratio tahun 2022
c. Current Ratio tahun 2021
Tabel 1.2 Hasil Perhitungan Current Rasio Bank Tabungan Negara. Tbk Tahun 2021 – 2023
Dari data ini, terlihat bahwa Current Ratio perusahaan mengalami fluktuasi selama tiga tahun terakhir, dengan peningkatan pada tahun 2022 sebelum menurun kembali pada tahun 2023. Meskipun ada peningkatan pada tahun 2022, secara keseluruhan, perusahaan tampak memiliki likuiditas yang relatif rendah, dengan aktiva lancar yang tidak cukup untuk sepenuhnya menutupi hutang lancar dalam periode yang sama
Solvabilitas suatu perusahaan dapat di hitung melalui Debt to Equity Ratio (DER), yang merupakan rasio antara total utang dengan ekuitas. Rasio ini menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai operasionalnya dibandingkan dengan modal sendiri.
a. Debt to Equity Ratio tahun 2023
b. Debt to Equity Ratio tahun 2022
c. Debt to Equity Ratio tahun 2021
Tabel 1.3 Hasil Perhitungan Debt To Equity Rasio Bank Tabungan Negara Tbk Tahun 2021 – 2023
Pada tahun 2021, total hutang BTN mencapai Rp299,170 triliun, dengan ekuitas modal sebesar Rp26,2 triliun. Dengan demikian, Debt to Equity Ratio (DER) BTN untuk tahun tersebut adalah 11,41%. Ini menunjukkan bahwa untuk setiap Rp1 ekuitas yang dimiliki, BTN memiliki hutang sebesar Rp11,41. Rasio ini memberikan gambaran mengenai tingkat leverage yang digunakan oleh bank untuk mendanai operasinya.Di tahun 2022, total hutang BTN menurun sedikit menjadi Rp296,48 triliun, sementara ekuitas modal meningkat menjadi Rp27,9 triliun. DER untuk tahun ini adalah 10,62%, yang berarti terdapat peningkatan rasio hutang terhadap ekuitas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun total hutang sedikit menurun, peningkatan ekuitas tidak cukup untuk menurunkan rasio DER, yang justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, total hutang BTN meningkat signifikan menjadi Rp321,41 triliun, dengan ekuitas modal naik menjadi Rp28,3 triliun. DER pada tahun ini adalah 11,35%, sedikit menurun dari tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah hutang diimbangi oleh kenaikan ekuitas modal yang lebih tinggi, sehingga rasio DER mengalami sedikit penurunan. Ini mencerminkan bahwa meskipun BTN mengambil lebih banyak hutang, peningkatan modal ekuitas yang sejalan membantu menjaga keseimbangan rasio tersebut.
Dari tahun 2021 hingga 2023, BTN menunjukkan fluktuasi dalam rasio DER, yang mencerminkan perubahan dalam struktur pendanaan bank. Meskipun total hutang meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ekuitas modal juga terjadi, yang menunjukkan usaha bank dalam menjaga keseimbangan antara hutang dan ekuitas. DER yang relatif stabil menunjukkan bahwa BTN telah berhasil mempertahankan struktur modal yang cukup konsisten selama periode ini.
Kinerja keuangan diukur melalui Return On Asset (ROA), yang menunjukkan tingkat kemampuan kinerja manejemn bank dalam menghasilkan laba bersih.
a. Return On Asset tahun 2023
b. Return On Asset tahun 2022
c. Return On Asset tahun 2021
Tabel 1.4 Hasil Perhitungan Return On Asset Bank Tabungan Negara. Tbk Tahun 2021 – 2023
Pada tahun 2021, BTN mencatat laba bersih sebesar Rp2,376 miliar dengan total aset sebesar Rp371,868 miliar. Return on Assets (ROA) untuk tahun ini adalah 0,63%, yang berarti setiap Rp100 aset yang dimiliki BTN menghasilkan laba bersih sebesar Rp0,63. Di tahun 2022, laba bersih BTN meningkat menjadi Rp3,045 miliar, dan total asetnya juga naik menjadi Rp402,148 miliar. ROA untuk tahun ini adalah 0,75%, menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan aset dibandingkan tahun sebelumnya, di mana setiap Rp100 aset menghasilkan laba bersih sebesar Rp0,75. Pada tahun 2023, laba bersih BTN mencapai Rp3,500 miliar dengan total aset meningkat signifikan menjadi Rp438,749 miliar. ROA pada tahun ini adalah 0,79%, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan profitabilitas dari penggunaan aset bank.
Dari tahun 2021 hingga 2023, BTN mengalami peningkatan bertahap dalam ROA, mencerminkan bahwa bank semakin efisien dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. Peningkatan laba bersih dan total aset setiap tahun menunjukkan pertumbuhan dan peningkatan kinerja keuangan BTN secara keseluruhan.
Kesimpulannya adalah perusahaan dapat menunjukkan peningkatan dalam profitabilitas dengan Net Profit Margin (NPM) yang terus naik dari 9,21% pada 2021 menjadi 12,37% pada 2023, menunjukkan efisiensi laba yang meningkat. Likuiditas menunjukkan fluktuasi, dengan Current Ratio menurun dari 64,54% pada 2022 menjadi 56,57% pada 2023, menandakan likuiditas yang relatif rendah. Untuk solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) relatif stabil meski ada fluktuasi, menandakan keseimbangan yang baik antara utang dan ekuitas. Terakhir, Return On Asset (ROA) meningkat secara bertahap dari 0,63% pada 2021 menjadi 0,79% pada 2023, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan laba..
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan artikel ini. Terima kasih kepada tim peneliti, editor, dan semua yang telah membantu dalam proses penulisan dan penyempurnaan. Tanpa kerja sama dan dukungan yang diberikan, artikel ini tidak akan terwujud. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat bagi pembaca.
A. K. Koyyimah, H. Tanjung, and Q. Ayuniyyah, “The influence of liquidity, company size, and financing risk on the financial performance of Sharia commercial banks in 2018–2022.”
D. Eka, S. Lutfiana, and S. B. Hermanto, “Pengaruh profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan.”
F. F. Kemal, I. N. Fiqri, I. M. Maajid, D. Afriyani, M. D. Abdurohman, and M. I. Ramadhan, “Analisis kinerja keuangan perbankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada periode tahun 2017–2019,” Akselerasi: Jurnal Ilmiah Nasional, vol. 2, 2020.
P. D. Lestari, “Pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap kinerja keuangan perusahaan,” 2021.
M. Rindayani and J. Arifin, “Pengaruh rasio likuiditas terhadap kinerja keuangan perusahaan bank di Indonesia yang terindeks LQ-45 periode tahun 2017–2022,” Jurnal STIT Al-Balong, vol. 7, pp. 1053–1069, 2024.
V. B. Karo and Y. E. Pakpahan, “Analisis pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan Bank Perkreditan Rakyat Nusantara Bona Pasogit 15,” Analysis: Accounting, Management, Economics, and Business, vol. 2, pp. 25–33, 2024.
D. Warisi, “Pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan efisiensi terhadap kinerja keuangan perbankan konvensional periode 2019–2022,” 2024.
F. M. Rafael and G. G. Fatihat, “Analisis likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan perusahaan Bank Central Asia (BCA) periode 2017–2021,” vol. 6, 2023.
D. L. A. Zareta, A. Ghafur, M. S. Arifin, et al., “Analisis perbandingan kinerja keuangan bank konvensional dengan bank syariah,” Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, vol. 4, pp. 352–359, 2024.
A. Astanti, J. Zahirah Azhar, T. Maharani, R. I. Ramandha, and W. K. Palilingan, “Analisis kinerja keuangan bank syariah di Indonesia periode 2020–2022 menggunakan metode RGEC,” 2024.
H. Pujiati, I. Maulidina, F. Ekonomi, D. Bisnis, M. Husni, and T. Jakarta, “Pengaruh net profit margin dan return on assets terhadap kinerja keuangan.”
R. Tania and B. R. M. Nainggolan, “Analisis current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover dan net profit margin dalam menilai kinerja keuangan perusahaan sektor aneka industri pada Bursa Efek Indonesia 2016–2019,” Owner, vol. 5, no. 2, pp. 536–544, Aug. 2021, doi: 10.33395/owner.v5i2.430.
S. H. Teng, P. R. Sitohang, P. C. Feronika, and R. O. Damanik, “Pengaruh NPM, ROA, DER dan size terhadap kinerja keuangan pada sektor real estate dan property yang terdaftar di BEI periode 2018–2020,” Owner, vol. 6, no. 2, pp. 1425–1437, Mar. 2022, doi: 10.33395/owner.v6i2.761.
L. J. Tasmil, N. Malau, and M. Nasution, “Pengaruh pertumbuhan penjualan, current ratio, debt to equity ratio terhadap kinerja keuangan PT Sirma Pratama Nusa periode 2014–2017,” Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah, vol. 2, 2019.
E. Kusumawati Widaryanti, “Analisis pengaruh debt to equity ratio, current ratio, dan total asset turnover terhadap kinerja keuangan (studi kasus pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2015–2020),” 2022.
M. I. Fudsyi and K. Agil, “Analisis current ratio dan cash ratio terhadap kinerja keuangan pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk periode tahun 2008–2017,” 2020.
P. Lestari, “Pengaruh likuiditas, DER, firm size, dan asset turnover terhadap kinerja keuangan,” Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, vol. 4, no. 1, p. 1, Jun. 2020, doi: 10.31851/neraca.v4i1.3843.
D. P. Sari, W. Suryani, and H. Sabrina, “Pengaruh debt to asset ratio dan debt to equity ratio terhadap kinerja keuangan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2015–2018,” Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBI), vol. 2, no. 1, pp. 72–80, Dec. 2021, doi: 10.31289/jimbi.v2i1.484.
E. Anindia, “Analisis rasio likuiditas dan debt to equity ratio sebagai penilaian terhadap kinerja keuangan pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI periode 2020,” vol. 1, no. 4, 2023. [Online]. Available: https://malaqbipublisher.com/index.php/JIMBE
G. D. Desriyunia, K. Wulandhari, D. Puspita, and T. Yulaeli, “Faktor-faktor rasio keuangan meliputi: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, dan rasio investasi berpengaruh terhadap kinerja laporan keuangan (literature review manajemen keuangan),” vol. 1, no. 3, 2023, doi: 10.47861/sammajiva.v1i2.356.
Z. Inayah, “Analisis struktur modal, profitabilitas dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (penelitian literature review manajemen keuangan),” Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, vol. 3, no. 2, pp. 788–795, 2022.
A. A. Putra, S. Sarra, and R. Kusumastuti, “Pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap kinerja keuangan pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. periode 2021,” vol. 3, no. 3, pp. 122–132, 2023, doi: 10.56910/gemilang.v3i2.619.
L. Diana and M. S. Osesoga, “Pengaruh likuiditas, solvabilitas, manajemen aset, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan,” Jurnal Akuntansi Kontemporer (JAKO), 2020, doi: 10.33508/jako.v12i1.2282.
D. Ayu, O. Astarini, I. Murapi, and L. Apriana, “Menguji pengaruh faktor-faktor ratio terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan analisis regresi linear berganda,” Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, vol. 8, no. 3, pp. 629–640, 2024, doi: 10.52362/jisamar.v8i3.1521.
A. M. Indriastuti and H. Ruslim, “Pengaruh rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas terhadap kinerja keuangan perusahaan.”
C. D. Kinasih, F. U. Nisa, H. Fikriyah, and S. Azzahra, “Analisis rasio solvabilitas terhadap kinerja keuangan PT Garuda Indonesia di masa pandemi.” [Online]. Available: https://ejournals.umma.ac.id/indeks.php/point
A. Farhan, A. Nurlaeni, F. N. Fatma, M. I. Imanullah, and N. R. Harmeiny, “Analisis pengaruh rasio likuiditas dan rasio solvabilitas terhadap kinerja keuangan PT Unilever Tbk periode 2012–2021,” Accounting and Management Journal, vol. 5, 2021.
Y. Astuti, T. Erawati, and S. Ayem, “Pengaruh likuiditas, solvabilitas, manajemen aset, ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap kinerja keuangan,” Jurnal Ilmu Akuntansi, vol. 3, 2021.
A. M. Latifah, M. N. Majid, and F. S. Tanjung, “Pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap kinerja keuangan pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021,” Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi, vol. 1, 2023.
D. Ramdani, “Pengaruh ROA dan ROE terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor hotel, rekreasi dan pariwisata,” Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU), vol. 1, no. 2, 2023.