Login
Section Articles

Structured Adiwiyata Programs Build Student Ecological Behavior And Sustainable School Cultures

Program Adiwiyata Terstruktur Membangun Perilaku Ekologis Siswa Dan Budaya Sekolah Berkelanjutan
Vol. 12 No. 3 (2024):

Akbar Wiguna (1), Rahma Yusrinda (2), Eka Maghfiroh (3), Khusnia (4), Zharfan Muhammad Abdillah (5)

(1) Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(3) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(4) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(5) Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Global environmental preservation heavily relies on early ecological education within formal schooling systems. Specific Background SMP Negeri 1 Krembung implements the national Adiwiyata initiative to combat widespread littering habits and foster comprehensive institutional cleanliness. Knowledge Gap Despite widespread implementation, empirical evaluations detailing the specific operational challenges and behavioral transitions within resource-constrained secondary schools remain scarce. Aims This study investigates the operational strategies, institutional barriers, and behavioral outcomes of structured ecological initiatives on the learning community. Results Qualitative analysis involving observations and interviews reveals that routine interventions, including daily plastic collection and weekly communal cleaning, successfully establish sanitation habits. However, significant operational barriers persist, specifically inadequate waste facilities, limited financial resources, and inconsistent teacher enforcement. Overcoming these barriers through fifteen dedicated learner working groups and peer cadres ultimately generated positive disciplinary shifts, resulting in a consistently organized and hygienic environment. Novelty This research explicitly maps the transition from award-oriented policies to practical, learner-led ecological working groups navigating infrastructural limitations. Implications Educational institutions must secure long-term policy support, proactive leadership, and adequate facility funding to transform temporary ecological projects into permanent institutional habits.


Highlights:




  • Routine plastic collection and weekly communal cleaning establish consistent sanitation habits.




  • Inadequate waste facilities and limited financial resources severely restrict institutional green initiatives.




  • Dedicated working groups and peer cadres successfully drive positive disciplinary changes.




Keywords: Adiwiyata Initiative, Ecological Awareness, Working Groups, Qualitative Evaluation, Institutional Cleanliness

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Lingkungan merupakan komponen penting yang berperan dalam mendukung kehidupan manusia. Secara alamiah, lingkungan menyediakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh manusia untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti udara bersih, air, tanah, dan sumber daya hayati lainnya[1]. Manusia bergantung pada lingkungan untuk kebutuhan hidupnya, sehingga perubahan atau degradasi lingkungan dapat berimplikasi langsung pada kualitas hidup manusia. Lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan sehat[2]. Sekolah yang peduli terhadap lingkungan bisa memberikan dampak yang baiak bagi siswa, tidak hanya dari segi pendidikan, tetapi juga dalam pembentukan karakter[3]. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk membangun kesadaran dan budaya peduli lingkungan di kalangan warga sekolah. Salah satu upaya tersebut adalah melalui pelaksanaan Program Adiwiyata. Program Adiwiyata bertujuan menciptakan sekolah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan membangun budaya ramah lingkungan, melalui pengintegrasian pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum serta melibatkan seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan[4].

Program Adiwiyata merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Program Adiwiyata dipahami sebagai program unggulan yang diterapkan di sekolah untuk menciptakan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui praktik tata kelola sekolah yang efektif[5]. Hal ini bertujuan untuk mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan dimana aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup dapat diintegrasikan secara sinergis. Sekolah menjadi tempat yang ideal untuk menerapkan berbagai norma dan etika lingkungan hidup kepada peserta didik, karena pendidikan sejak dini dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam membentuk perilaku dan sikap anak[6]. Pendidikan lingkungan hidup yang diterapkan secara konsisten di sekolah mampu mengembangkan karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan, seperti sikap tanggung jawab, disiplin, dan peduli sosial.

Pelaksanaan Program Adiwiyata menekankan pada pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek pendidikan lingkungan hidup. Program Adiwiyata melibatkan berbagai kegiatan yang mengedukasi siswa dan warga sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan, mengelola sampah dan melestarikan lingkungan[7]. Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang terstruktur ini, diharapkan dapat terbentuk budaya bersih yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Namun dalam pelaksanaannya, program ini menghadapi berbagai tantangan baik dari internal sekolah maupun dari lingkungan eksternal[8].

Berdasarkan hasil wawancara, permasalahan yang dihadapi oleh SMPN 1 Krembung terkait dengan rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya inisiatif dalam melakukan kegiatan ramah lingkungan masih terlihat di kalangan siswa. Selain itu, belum adanya program terstruktur yang dapat melibatkan seluruh warga sekolah dalam kegiatan peduli lingkungan menyebabkan upaya pelestarian kurang efektif dan berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, implementasi Program Adiwiyata diharapkan dapat menjadi solusi yang mendorong keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup secara terpadu dan berkelanjutan. SMPN 1 Krembung telah menerapkan kebiasaan “One Day One Plastic” (satu hari satu botol) dimana guru dan siswa ikut serta dalam kegiatan pengumpulan sampah botol plastik setiap pulang sekolah. Keberhasilan SMPN 1 Krembung dalam menerapkan program Adiwiyata dan meraih penghargaan pada lomba Adiwiyata tingkat kota dan provinsi merupakan hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Prestasi ini tidak hanya dapat menjadi cerminan dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, tetapi juga menjadi pendorong untuk meningkatkan kinerja SMPN 1 Krembung dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Kajian mendalam tentang implementasi program Adiwiyata di SMPN 1 Krembung diperlukan untuk memahami bagaimana program ini dijalankan, tantangan yang dihadapi, dan dampak yang dihasilkan. Analisis menyeluruh terhadap tiga aspek: implementasi program, tantangan, dan dampak. Pada aspek implementasi, penting untuk mengevaluasi strategi sekolah dalam merancang kebijakan, melibatkan seluruh elemen sekolah, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat. Selain itu, studi ini juga akan mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya partisipasi siswa, atau dukungan dari pihak eksternal. Lebih jauh lagi, penting juga untuk mengevaluasi dampak program, baik dari sisi perubahan perilaku siswa, peningkatan kesadaran lingkungan, maupun kualitas lingkungan sekolah. Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut diharapkan dapat membantu SMPN 1 Krembung dalam mengimplementasikan program Adiwiyata dengan lebih efektif, memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan siswa, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, sekolah ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menjalankan program berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

II. Metode

Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Krembung. Sekolah ini dipilih dikarenakan telah diterapkan sejak lama dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap lingkungan dan membangun budaya bersih di area sekolah. Pengumpulan data dan informasi dilakukan selama enak minggu tepatnya pada bulan September hingga November. Program ini berjalan cukup sukses di SMPN 1 Krembung dengan dukungan penuh dari para guru yang mengelola program ini.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan hadil dan implementasi program adiwiyata yang ada di SMPN 1 Krembung. Dengan menggunakan metode kualitatif penulis berharap dapat mengerto bagaimana program ini diimplementasikan, tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program serta dampak dari program ini. Metode ini dipilih karena sesuai dalam memahami maksa yang diberikan partisipan terhadap program adiwiyata di lingkungan sekolahnya [9].

Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru yang secara langsung mengawasi dan terlibat dalam pelaksanaan program adiwiyata di SMPN 1 Krembung. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria khusus yaitu guru yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program serta memiliki penglaman dan kemampuan dalam membina siswa mengenai kesadaran lingkungan yaitu ibu Siti Noer Cholifah, S.Pd selaku guru Bahasa inggris di SMPN 1 Krembung. Metode ini dipiih untuk mendapatkan informasi yang mendalam dari sorang subjek yang terkait [10].

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua Teknik utama yaitu wawancara dan observasi.

Wawancara: Wawancara dilakukan dengan guru yang mengelola program adiwiyata untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang penelamannya selama menjalakan program adiwiyata, apa saja program adiwiyata yang sudah terlaksana, tantangan apa yang sering dihadapi dalam pelaksanaan program adiwiyata dan dampak dari program adiwiyata terhadap guru dan siswa SMPN 1 Krembung.

Observasi: Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan-kegiatan dan program yang yang berhubungan dengan adiwiyata. Kegiatan program adiwiyata dapat berupa bersih bersih lingkungan, penanaman pohon atau penghijauan, dan penggunakan fasilitan ramah lingkungan disekolah [11].

Prosedur yang digunakan dalam analisis data menggunakan Teknik analisis model interaktif Miles Hubner yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan.

Pengumpulan data: Data hasil dari wawancara dan observasi dikumpulkan menjadi satu. Reduksi data: Mereduksi data yang kurang relevan dan menyederhanakannya kemudia meringkas data tersebuat untuk memfokuskan pada informasi yang penting saja.; Penyajian data: Data disajikan dalam bentuk uraian, table atau narasi untuk memudahkan dalam menarik Kesimpulan.; Penarikan Kesimpulan: Melakukan interpretasi terhap data yang sebelumnya sudah disajikan untuk menjawab rumusan masalah yang ada [12]. Dengan prosedur ini, dapat dipastikan bahwa data yang diperoleh berkualitas dan terjamin kebenarannya melalui trigulasi Teknik dan sumber yaitu dengan membandingkan data hasil dari wawancara dan observasi yang telah didapat [13].

III. Hasil dan Pembahasan

A. Implementasi Program Adiwiyata dalam Membangun Kesadaran Lingkungan di SMP Negeri 1 Krembung

Implementasi Program Adiwiyata di SMP Negeri 1 Krembung berstujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan warga sekolah. Implementasi ini terlihat melalui berbagai kegiatan yang direncanakan secara terstruktur untuk meningkatkan kesadaran akan budaya bersih dan kepedulian lingkungan. Combining learning and action in the adiwiyata program can provide an effective approach to change students' behavior for the better in environmental awareness[14]. Hal ini sesuai dengan salah satu implementasi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Krembung yaitu Upaya "One Day One Plastic," yang mengajak siswa untuk mengumpulkan sampah plastik setiap hari sebelum pulang. Tujuan program ini adalah untuk mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah dan membentuk kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah sejak usia dini.

Disamping itu, kegiatan seperti "Clean Thursday", yang merupakan bagian dari program Adiwiyata yang melibatkan semua siswa untuk membersihkan lingkungan sekolah dan membangun kebiasaan gotong-royong[15]. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh SMP Negeri 1 Krembung dengan nama "Gugur Gunung" setiap Sabtu yang mendorong siswa untuk membersihkan kelas dan sekitarnya guna menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Selain aspek fisik, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kelestarian lingkungan. Keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan pemahaman mereka terhadap peran dalam menjaga kebersihan sekolah.

Sekolah juga menyiapkan kegiatan tambahan, seperti orientasi jadwal piket dan pengidentifikasian tanaman di area sekolah. Sekolah melakukan program lingkungan, seperti piket rutin dan kegiatan yang berfokus pada menjaga dan mengidentifikasi tanaman, untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan[16]. Hal ini membuat siswa dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pribadi dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah meskipun pembersihan sekolah sebelumnya dilakukan oleh petugas kebersihan. Partisipasi siswa dalam pengelolaan tanaman sekolah dan peran mereka dalam kaderisasi lingkungan melalui kelompok kerja (pokja) merupakan langkah progresif dalam meningkatkan pendidikan lingkungan. Dengan menciptakan lima belas pokja yang terdiri dari sejumlah siswa dan diawasi oleh guru untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti mengelola sampah dan berkebun sekolah, sekolah berhasil meraih penghargaan adiwiyata[17]. Oleh karena itu pembagian kelompok kerja (Pokja) efektif untuk keberhasilan program Adiwiyata

B. Tantangan yang dihadapi dalam menerapkan budaya bersih dan peduli lingkungan melalui Program Adiwiyata

Tidak hanya kurangnya kesadaran dan keterlibatan siswa, tetapi juga kekurangan sumber daya manusia dan fasilitas yang cukup untuk mewujudkan budaya bersih dan peduli lingkungan di sekolah melalui program Adiwiyata. Perilaku siswa yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, adalah salah satu masalah utama. Kebiasaan di rumah, kurangnya pendidikan, dan ketidaksadaran lingkungan yang mendalam sering kali berkontribusi pada perilaku ini. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan yang beragam dan inventif, termasuk dukungan kebijakan yang berkelanjutan, serta sistem penghargaan dan sanksi untuk mendorong kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, akan sangat penting[18]

Selain itu, program Adiwiyata menghadapi tantangan besar karena banyak sekolah tidak memiliki cukup fasilitas pendukung. Upaya untuk menanamkan kebiasaan kebersihan pada siswa dibatasi oleh fasilitas yang kurang memadai, seperti kurangnya tempat sampah dan sarana daur ulang. Sebaliknya, sumber daya manusia (SDM) yang kurang di sekolah juga menjadi masalah. Ini terutama berlaku untuk guru yang kadang-kadang kurang responsif dalam menegur perilaku siswa yang tidak ramah. Tidak semua guru berpendapat demikian, tetapi banyak yang kurang tegas dalam mengajar siswa untuk menjadi peduli lingkungan. Masalah ini diperparah oleh fakta bahwa beberapa sekolah memiliki kekurangan kepemimpinan yang signifikan, yang berdampak pada keberhasilan program secara keseluruhan[19]

Selain itu, aspek infrastruktur dan pendanaan sangat memengaruhi kinerja program. Beberapa sekolah menghadapi kendala anggaran, yang menghambat pembangunan lingkungan sekolah yang benar-benar ramah lingkungan. Ini seharusnya didukung oleh infrastruktur yang memungkinkan kegiatan yang mendukung budaya yang peduli lingkungan. Sebagian besar sekolah masih berkonsentrasi pada pencapaian penghargaan dalam program Adiwiyata daripada meningkatkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, yang sebenarnya membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari semua siswa.

Untuk memastikan bahwa budaya peduli lingkungan dapat dimasukkan ke dalam kehidupan sehari-hari siswa dan seluruh warga sekolah, diperlukan dukungan kebijakan dan perencanaan jangka panjang yang menyeluruh. Untuk mengatasi tantangan ini, kebijakan sekolah tidak cukup; semua siswa harus berkolaborasi dan berpartisipasi secara aktif untuk membangun budaya lingkungan yang efektif dan berkelanjutan. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat dan visi sekolah yang jelas dapat meningkatkan komitmen guru dan siswa terhadap lingkungan. Oleh karena itu, peran kepemimpinan yang lebih proaktif diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan[20]. Di tengah tantangan ini, evaluasi menyeluruh terhadap program Adiwiyata diperlukan. Hal ini akan membantu mengatasi masalah partisipasi dan kesadaran siswa yang rendah. Dengan kerja sama yang lebih baik dan komitmen dari semua bagian sekolah, budaya peduli lingkungan dapat diwujudkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah, yang akan menghasilkan generasi yang lebih sadar lingkungan dan bertanggung jawab[21].

C. Dampak Program Adiwiyata terhadap Perilaku Siswa dalam Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan Sekolah

Beberapa kendala yang ada tidak memungkinkan program ini gagal, malah sebaliknya progam ini telah menghasilkan hasil yang baik untuk perilaku siswa dalam mempertahankan kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Siswa yang berpartisipasi dalam kelompok kerja yang bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah bersih dan mengelola sampah dapat menunjukkan perubahan perilaku ini. Program Adiwiyata telah mengubah perilaku sekolah dan siswa, Program ini juga meningkatkan kesadaran akan sanitasi lingkungan dan mendorong siswa untuk mengambil bagian dalam pengelolaan lingkungan yang baik[22]. Di SMP Negeri 1 Krembung, siswa dibagi menjadi kelompok kerja dan diberi tugas untuk melakukan kegiatan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan secara berurutan. Di setiap kelas, ada kader lingkungan yang membantu teman sekelas menjaga kebersihan dan mendorong mereka. Siswa dapat belajar bekerja sama untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan dengan kader ini.

Lebih jauh lagi, Program Adiwiyata mendukung kebiasaan positif tambahan, seperti bersih-bersih mingguan dan pesan lingkungan selama upacara bendera. Pesanan ini dikirim secara teratur untuk mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan membuang sampah di tempatnya. Oleh karena itu, budaya yang peduli dengan lingkungan mulai muncul dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sebagai hasil dari wawancara, terlihat bahwa program ini memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekolah saat ini, yang lebih rapi dan terorganisir, sehingga semakin banyak siswa yang memperhatikan kebersihan. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa Program Adiwiyata tidak hanya memperbaiki lingkungan sekolah tetapi juga mendorong siswa untuk berperilaku lebih ramah lingkungan.

I V . Simpulan

Program Adiwiyata di SMP Negeri 1 Krembung bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan warga sekolah. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang dengan baik, program ini berupaya menanamkan budaya bersih dan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan sekolah. Salah satu program utama yang dijalankan adalah “One Day One Plastic”, yang mengajak siswa untuk mengumpulkan sampah plastik setiap hari sebelum pulang sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah serta membentuk kebiasaan siswa dalam bertanggung jawab terhadap sampah dan juga kegiatan “Gugur Gunung” yang dilakukan setiap hari Sabtu, para siswa membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah.

Program Adiwiyata di sekolah menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan, seperti kurangnya kesadaran siswa, terbatasnya fasilitas pendukung, dan minimnya keterlibatan sumber daya manusia yang mementingkan kebersihan. Kurangnya fasilitas pendukung, seperti kurangnya tempat sampah dan fasilitas daur ulang, serta keterbatasan anggaran memperlambat implementasi program yang efektif. Kepemimpinan yang proaktif dan dukungan kebijakan jangka panjang diperlukan untuk mendorong partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah. Dengan evaluasi dan perbaikan fasilitas yang berkelanjutan, program ini dapat membangun kesadaran lingkungan yang mendalam pada siswa. Secara keseluruhan, dukungan menyeluruh dari semua pihak akan menghasilkan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Implementasi Adiwiyata memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, dengan membagi menjadi beberapa kelompok kerja dan menunjuk pengurus lingkungan, siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih dan pemeliharaan lingkungan, serta memperkuat budaya menjaga lingkungan melalui pesan-pesan lingkungan dalam kegiatan sehari-hari dan upacara pengibaran bendera, lingkungan sekolah yang lebih rapi dan terorganisir mencerminkan perubahan positif pada perilaku siswa, serta siswa lebih memperhatikan kebersihan, secara keseluruhan program Adiwiyata tidak hanya berhasil memperbaiki lingkungan sekolah, namun juga membentuk kepribadian siswa yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada Bapak dosen pembimbing lapangan atas bimbingan, arahan seta dukungan dalam menyelesaikan pembuatan artikel ini. Terimakasih kami ucapkan kepada SMPN 1 Krembung dan ibu guru yang sudah berkenan memberikan informasi lebih lanjut mengenai lingkungan sekolah. Terimakasih atas segala ilmu dan pengalaman yang bisa menjadi landasan dalam pengembangan kami.

References

M. Ridwan, S. Hidayanti, and Nilfatri, “Studi Analisis Tentang Kepadatan Pendudu,” Jurnal IndraTech, vol. 2, no. Lingkunag, pp. 25–36, 2021.

Z. FAJRI, “Peran Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa SD/MI,” Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, vol. 7, no. 2, p. 46, 2019, doi: 10.36841/pgsdunars.v7i2.477.

S. Pahru, S. Akbar, and I. Hitipeuw, “Pelaksanaan Program Adiwiyata dalam Mendukung Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan,” Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, vol. 6, no. 1, p. 119, 2021, doi: 10.17977/jptpp.v6i1.14405.

Y. Indahri, “Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Program Adiwiyata (Studi di Kota Surabaya),” Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, vol. 11, no. 2, pp. 122–134, 2020, doi: 10.22212/aspirasi.v11i2.1742.

D. Haryadi and H. Widodo, “Pengembangan Kurikulum Berbasis Adiwiyata Untuk Meningkatkan Kemampuan Practical Life,” Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 5, no. 2, pp. 195–210, 2020, doi: 10.31538/ndh.v5i2.558.

M. H. P. Abhari, “Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Kegiatan Menanam Tanaman,” Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, vol. 1, no. 3, pp. 169–183, 2022, doi: 10.18860/ijpgmi.v1i3.2381.

Y. F. Furnamasari et al., “PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA MELALUI PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA,” Cendekia Pendidikan, vol. 4, no. 4, pp. 50–54, 2024.

R. Adiono, H. J. Ferdhianzah, and D. R. Rahmadiansyah, “Implementasi Program Peningkatan Edukasi di bidang Lingkungan Hidup,” vol. 5, no. 10, pp. 3847–3863, 2024.

I. K. Pradini, B. Sudjanto, and N. Nurjannah, “Implementasi Program Sekolah Adiwiyata Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang,” Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, vol. 7, no. 2, pp. 122–132, 2019, doi: 10.21009/jgg.072.03.

L. Doyle, C. Mccabe, B. Keogh, A. Brady, and M. Mccann, “An overview of the qualitative descriptive design within nursing research,” 2020, doi: 10.1177/1744987119880234.

P. S. Maryatmo, M. Indriayu, and S. Tatminingsih, “Implementasi Program Adiwiyata Nasional Berbasis Kearifan Lokal di SMP Negeri 1 Ngadirojo,” MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, vol. 9, no. 1, pp. 62–67, 2023, doi: 10.30653/003.202391.3.

E. Suryani, I. Isjoni, and M. Baheram, “Implementasi Adiwiyata (Sekolah Peduli Lingkungan) Di SMA Negeri 1 Pekanbaru,” Jurnal Manajemen Pendidikan Penelitian Kualitatif, vol. 4, no. 1, p. 34, 2020, doi: 10.31258/jmppk.4.1.p.34-43.

I. K. Pradini, B. Sudjanto, and N. Nurjannah, “Implementasi Program Sekolah Adiwiyata Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang,” Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, vol. 7, no. 2, pp. 122–132, 2019, doi: 10.21009/jgg.072.03.

M. K. Yasin, “Character Education for Environmental Awareness through the Adiwiyata Program,” Islamic Studies Journal for Social Transformation, vol. 3, no. 2, pp. 127–145, 2019.

N. KOMARIAH, “Evaluation of Adiwiyata Programs,” JKP | Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, vol. 5, no. 1, pp. 660–672, 2022, doi: 10.22236/jkpuhamka.v5i1.9234.

A. Amalia Fikri, “Implementation of the Adiwiyata Program at Budi Luhur Primary School, Karang Tengah, Tangerang,” Scientia, vol. 2, no. 1, pp. 326–331, 2023, doi: 10.51773/sssh.v2i1.169.

Rica Naudita Krisna Setioningrum and J. Mukono, “Mplementasi Program Adiwiyata Mandiri Dalam Peningkatan Partisipasi Pembelajaran Lingkungan Hidup Di SMP Negeri 12 Surabaya,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, vol. 21, no. 01, pp. 30–42, 2020, doi: 10.21009/plpb.211.04.

Suci Megawati, Yusriadi Yusriadi, Tjitjik Rahaju, Badrudin Kurniawan, Muhamad Arif Mahdiannur, and Melda Fadiyah Hidayat, “Adiwiyata Green School Program Implementation Analysis: a Portrait From the Elementary Schools in Surabaya, Indonesia,” Journal of Namibian Studies: History Politics Culture, vol. 33, pp. 508–531, 2023, doi: 10.59670/jns.v33i.494.

E. Purwati and Drs. U. B. Wibowo, “The Principal Leadership of the Implementation of Adiwiyata Program in Elementary School in Yogyakarta City,” KnE Social Sciences, vol. 2019, pp. 342–349, 2019, doi: 10.18502/kss.v3i17.4656.

J. Jamaluddin, W. Fahliza, and A. Rahmi, “Adiwiyata School: Between promoting environmental awareness and winning awards,” vol. 253, no. Aes 2018, pp. 64–69, 2019, doi: 10.2991/aes-18.2019.15.

Suprapto, “Evaluation of the Implementation of the Adiwiyata Program in Elementary Schools in Grogol Petamburan District, Jakarta, Indonesia,” Br Med J, vol. 1, no. 5800, p. 625, 1972, doi: 10.1136/bmj.1.5800.625.

A. Komalasari, J. A. Dewantara, S. Sulistyarini, F. Arifiyanti, and O. P. Ochieng, “Implementation Adiwiyata Program in Shaping the Environmental Care Character of Senior High School Students,” IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application), vol. 6, no. 1, p. 33, 2023, doi: 10.31764/ijeca.v6i1.13499.