Yanuar Rokhima A (1), Ilmi Usrotin Choiriyah (2), Luluk Farida (3), Sebrina Cahya K.A (4), Eri Sabrina (5), Indira Sari (6)
General Background Education in the globalization era demands enhanced human resource quality and robust literacy competencies to support active societal participation. Specific Background School libraries operate as vital learning hubs, whereas librarians implement promotional activities, reading motivation initiatives, and teacher collaborations to foster student literacy. Knowledge Gap Despite these institutional provisions, empirical realities at SMKN 3 Buduran Sidoarjo reveal low student reading motivation, minimal library utilization by subject teachers, and technical disruptions such as internet connectivity issues. Aims This qualitative case study analyzes the role of librarians in supporting the teaching and learning process and increasing reading interest. Results Findings demonstrate that librarians successfully execute literacy socialization, maintain diverse service provisions, and arrange attractive spaces, yielding general student satisfaction, though low reading motivation and technical barriers persist. Novelty This research specifically identifies the intersection between proactive school librarianship strategies and structured administrative teacher collaboration within vocational educational environments. Implications Strengthening institutional literacy culture necessitates comprehensive support from all relevant stakeholders alongside structured collaborative programs that integrate the library directly into core academic curricula.
Highlights:
Proactive literacy outreach and attractive spatial organization successfully generate high student satisfaction with available library services.
Vocational students predominantly exhibit low reading motivation while frequently utilizing physical library spaces for relaxation and connectivity access.
Establishing structured cooperative programs between librarians and subject teachers remains essential for fully integrating institutional information resources.
Keywords: The Role Of Librarians, Interest In Reading, School Libraries, Public Administration Strategies, Literacy Innovations
Pendidikan di era globalisasi menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang tinggi [1][2]. Literasi, dalam konteks ini, tidak hanya merujuk pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan terlibat dengan teks untuk berpartisipasi dalam masyarakat, mencapai tujuan, dan mengembangkan pengetahuan serta potensi diri [3][4]. Dalam konteks ini, minat baca menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi yang kuat di kalangan siswa [5][6].
Perpustakaan sekolah, sebagai pusat sumber belajar, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan minat baca siswa. Teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky menekankan bahwa pembelajaran terjadi melalui interaksi sosial dan kolaborasi [7]. Dalam konteks perpustakaan, pustakawan dapat berperan sebagai mediator yang membantu siswa membangun pengetahuan dan pemahaman melalui interaksi dengan sumber informasi dan sesama siswa [8][9]. Pustakawan, dengan pengetahuan dan keterampilannya, dapat membimbing siswa dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, serta memfasilitasi kegiatan literasi yang menarik dan relevan [10].
Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya GAP antara peran ideal perpustakaan dan pustakawan dengan kondisi aktual di banyak sekolah, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) menunjukkan bahwa hanya sekitar 40 persen perpustakaan SMK di Indonesia yang memiliki koleksi buku yang memadai dan relevan dengan kurikulum. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan SMK masih rendah, yaitu rata-rata 30 persen dari total siswa per bulan [11][12]. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dan rendahnya minat baca siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di SMK antara lain adalah kurangnya koleksi buku yang menarik dan relevan dengan minat siswa, kurangnya promosi dan sosialisasi perpustakaan, kurangnya kegiatan literasi yang kreatif dan inovatif, serta kurangnya dukungan dari guru dan orang tua [13][14][15][16]. Selain itu, perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan bagi perpustakaan sekolah. Siswa cenderung lebih tertarik dengan gadget dan media sosial daripada membaca buku [17]. Oleh karena itu, pustakawan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital untuk mempromosikan minat baca dan literasi di kalangan siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMKN 3 Buduran Sidoarjo. SMKN 3 Buduran Sidoarjo merupakan salah satu SMK yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi siswa. Namun, berdasarkan observasi awal, tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa, serta memberikan rekomendasi yang konkret dan implementatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan dan menumbuhkan budaya literasi di SMKN 3 Buduran Sidoarjo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis secara mendalam peran pustakawan dalam menunjang proses belajar mengajar di SMKN 3 Buduran Sidoarjo [18]. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami secara komprehensif bagaimana peran pustakawan diinterpretasikan, dihayati, dan diimplementasikan oleh siswa, guru, dan pustakawan itu sendiri dalam konteks sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMKN 3 Buduran Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2024. Informan dari penelitian ini adalah Pustakawan SMKN 3 Buduran dan Guru Mata Pelajaran serta Siswa sebagai informan pendukung. Pemilihan informan penelitian dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria pustakawan yang memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan peran sebagai pustakawan di SMKN 3 Buduran Sidoarjo [19]. Siswa sebagai individu yang aktif menggunakan layanan perpustakaan dan bersedia memberikan informasi terkait pengalaman mereka. Serta Guru sebagai individu yang memiliki pengalaman berkolaborasi dengan pustakawan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan sumber daya perpustakaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pustakawan, siswa, dan guru untuk menggali informasi secara mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan harapan mereka terkait peran pustakawan. Wawancara bersifat semi-terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara yang fleksibel untuk memungkinkan eksplorasi topik yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis dari Miles & Huberman yang melewati tiga tahap yakni mereduksi data, menyajikan data hingga menarik kesimpulan [20].
Perpustakaan merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti diketahui, tujuan dan manfaat Perpustakaan SMKN 3 Buduran Sidoarjo adalah untuk menunjang kegiatan belajar siswa, membantu guru mencari bahan referensi mata pelajaran yang diajarkannya, dan meningkatkan minat membaca siswa. Sarana dan prasarana perpustakaan sekolah berfungsi sebagai sumber pengetahuan yang berharga bagi pengguna melalui fungsi pendidikannya.
Perpustakaan SMKN 3 Buduran Sidoarjo menyediakan tujuh jenis layanan yaitu: layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan bimbingan pemustaka, layanan internet, layanan audio visual, layanan buku paket dan layanan penelusur literatur. Ketujuh layanan ini dirancang untuk membantu siswa dan guru berperan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Namun dari 80 guru mata pelajaran, hanya 5 guru yang memanfaatkan perpustakaan sekolah selama proses pembelajaran. Selain itu, terbatasnya waktu menyampaikan pelajaran di dalam kelas juga menyebabkan kurangnya informasi dalam proses belajar mengajar, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja siswa dan kualitas sekolah itu sendiri.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peran aktif pustakawan dalam berinteraksi dengan peserta didik baik secara langsung maupun melalui program literasi digital dapat meningkatkan minat membaca. Dukungan pustakawan dalam memilih berbagai bahan bacaan yang sesuai dengan kurikulum juga dapat membantu siswa menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pustakawan berperan penting sebagai perantara antara peserta didik dan sumber informasi yang memperkaya pengetahuannya. Pendekatan pustakawan yang proaktif ini mampu meningkatkan perilaku membaca siswa secara signifikan dan berdampak positif terhadap hasil akademik mereka. Selain itu, penelitian ini menggunakan teori peran pustakawan yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yang saling terkait. Pertama, Melakukan Promosi, di mana pustakawan melakukan aktivitas promotif seperti membuat brosur tentang kegiatan di perpustakaan, menata ruang perpustakaan dengan baik, dan memberikan layanan yang ramah dan profesional kepada pengguna. Kedua, Menumbuhkan Rasa Senang Membaca dengan melakukan kegiatan seperti memperkenalkan koleksi buku terbaru, memajang hasil karya siswa, dan memberikan penghargaan kepada pembaca buku terbanyak. Ketiga, Kerjasama Pustakawan Sekolah dengan Guru Mata Pelajaran, di mana pustakawan bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru-guru mata pelajaran untuk meningkatkan efektivitas pelayanan perpustakaan [21].
Dalam melakukan promosi, siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo menunjukkan pemahaman yang baik tentang peran pustakawan di sekolah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan bahwa mereka mengetahui pustakawan dan memahami fungsi serta layanan yang diberikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi pustakawan SMKN 3 Buduran Sidoarjo sangat efektif. Kegiatan promosi seperti memperkenalkan layanan perpustakaan, penyuluhan mengenai penggunaan sumber daya informasi, serta penyelenggaraan acara seperti diskusi buku atau workshop telah berhasil menarik perhatian siswa. Selain itu sebagian besar siswa merasa puas terhadap layanan pustakawan dan penataan ruang perpustakaan, namun terdapat kendala pada layanan internet tidak dapat digunakan karena ada masalah pada wifi yang habis tersambar petir sehingga siswa-siswi SMKN 3 Buduran tidak bisa mengakses internet.
Dalam layanan buku paket yang ada di perpustakaan SMKN 3 Buduran layanannya sangat bagus, misal buku paket yang baru datang dari penerbit oleh pustakawan langsung diproses untuk memberi stempel, memasukkan nomor buku paket ke sistem, lalu membagikannya ke murid-murid. Namun untuk buku paket yang hilang, siswa yang telah menghilangkan buku paket tersebut harus menggantikannya dengan membelikan buku paket yang baru, dari pihak perpustakaan tidak mau menggantikannya dengan berupa uang.
Tidak hanya itu saja, perpustakaan SMKN 3 Buduran selalu mengadakan kegiatan sosialisasi literasi khusus siswa-siswi kelas 10 dengan memanfaatkan waktu jam kosong siswa dan meminta waktu izin ke guru pengajar untuk meminjamkan waktu untuk kegiatan tersebut, kegiatan sosialisasi literasi ini bersifat wajib dilakukan. Melalui sosialisasi ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis literatur, layanan perpustakaan, peraturan yang ada di perpustakaan dan teknik mencari informasi yang efektif.
Namun setelah memberikan sosialisasi literasi tentang berbagai penjelasan mengenai perpustakaan SMKN 3 Buduran yang diberikan oleh pustakawan kepada siswa, beberapa dari siswa terkadang lupa dengan peraturan yang sudah dijelaskanmelalui kegiatan sosialisasi tersebut dan sering diingatkan oleh pustakawan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca yang baik di kalangan siswa, serta mendorong mereka untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar yang penting.
Dalam menumbuhkan rasa senang membaca di kalangan siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan positif terhadap jenis bacaan yang dipilih. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa siswa lebih sering membaca novel dibandingkan jenis bacaan lain seperti buku pengetahuan dan majalah. Selain itu, genre buku yang paling diminati adalah buku pengetahuan, yang dianggap menarik oleh siswa. Hal ini mencerminkan tingginya minat membaca siswa dan memungkinkan mereka memperluas wawasan dan pengetahuan meskipun intensitas membaca mereka masih tergolong sedang.
Terkait dengan perilaku membaca, siswa SMKN 3 Buduran cenderung memiliki motivasi membaca yang rendah. Namun sebagian dari siswa SMKN 3 Buduran tidak hanya membaca buku saja tetapi sebagian dari mereka sering melakukan hanya untuk bersantai, terkadang ada yang sampai tidur dan mencari WiFi ketika berada di perpustakaan sekolah pada saat waktu jam kosong pelajaran dan waktu istirahat pertama. Hanya sedikit dari siswa-siswi SMKN 3 Buduran yang merasa termotivasi untuk melakukan kegiatan membaca secara rutin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kita sudah menyadari pentingnya membaca, namun masih perlu adanya perbaikan dalam penerapannya kebiasaan sehari-hari masih perlu ditingkatkan.
Kerjasama antara pustakawan sekolah dan guru mata pelajaran di SMKN 3 Buduran Sidoarjo merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan perpustakaan dan menunjang proses pembelajaran. Pustakawan memainkan peran penting dalam menyediakan sumber informasi yang relevan dan dukungan kurikulum kepada guru. Dengan membangun kerjasama yang erat, baik pustakawan maupun guru dapat saling melengkapi keahlian masing-masing dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pustakawan tidak hanya bertugas mengelola koleksi buku, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan dan mengembangkankegiatan membaca. Namun permasalahan tetap ada pada siswa yang merasa bahwa kegiatan membaca sebelum kelas tidak selalu dilakukan oleh guru. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan keterlibatan guru dalam meningkatkan budaya membaca.
Selain itu, siswa yang aktif membaca dan sering mengunjungi perpustakaan dapat memperoleh penghargaan dari Perpustakaan SMKN 3 Buduran yang dapat memberikan kontribusi terhadap motivasi siswa. Secara keseluruhan, kerjasama ini sangat penting untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat di kalangan siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo dan perlu diperkuat melalui upaya yang lebih terstruktur dan terencana.
Berdasarkan hasil analisis peran pustakawan di SMKN 3 Buduran Sidoarjo dapat disimpulkan bahwa dalam menunjang proses belajar mengajar pustakawan SMKN 3 Buduran melaksanakan promosi, penumbuhan minat baca, dan kerjasama dengan guru. Pustakawan SKMN 3 Buduran melaksanakannya melalui kegiatan seperti sosialisasi literasi, penyediaan layanan, dan penataan ruang. Siswa memahami fungsi perpustakaan dan merasa puas dengan layanannya. Namun tantangan seperti rendahnya motivasi membaca siswa, kurangnya pemanfaatan perpustakaan oleh guru, dan kendala teknis seperti masalah internet perlu dicarikan solusi. Selain itu peningkatan kerjasama antara pustakawan dan guru melalui program terstruktur diperlukan agar perpustakaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Dengan demikian peran pustakawan sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar kondusif dan meningkatkan minat baca siswa, sehingga dukungan dari seluruh pihak terkait serta pemanfaatan sumber daya secara efektif sangat diperlukan.
Anas, “Sumber Daya Manusia Indonesia di Era Globalisasi,” J. Ilm. Promis, vol. 3, no. 2, pp. 110–130, 2022, [Online]. Available: https://www.journal.stitpemalang.ac.id/index.php/Promis/article/view/566
R. V. Siregar, P. K. D. Lubis, F. Azkiah, and A. Putri, “Peran Penting Pendidikan dalam Pembentukan Sumber Daya Manusia Cerdas di Era Digitalisasi Menuju Smart Society 5.0,” IJEDR Indones. J. Educ. Dev. Res., vol. 2, no. 2, pp. 1408–1418, 2024, doi: 10.57235/ijedr.v2i2.2621.
Melia Anggraeni and Muhammad Mukhlis, “Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca Siswa di SD Negeri 09 Merangkai,” J. Onoma Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, vol. 9, no. 1, pp. 313–325, Apr. 2023, doi: 10.30605/onoma.v9i1.2355.
M. Anggraeni and M. Mukhlis, “Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca Siswa di SD Negeri 09 Merangkai,” J. Onoma Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, vol. 9, no. 1, pp. 313–325, 2023, doi: https://doi.org/10.47492/jip.v1i12.530.
A. Fitriani, “Implementasi Program Literasi Pagi Dalam Peningkatan Minat Membaca Siswa di SMP AL ISLAM GATAK,” Bul. Pengemb. Perangkat Pembelajaran, vol. 6, no. 2, 2024, doi: https://doi.org/10.23917/bppp.v6i2.8309.
R. G. Gifari et al., “Strategi Optimalisasi Literasi dan Minat Baca Anak Melalui Pemanfaatan Perpustakaan di SDN 1 Rajadesa,” Al-Khidmah J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 90–102, 2024, doi: https://doi.org/10.51729/alkhidmah.22788.
F. A. Rahmawati and J. P. Purwaningrum, “Penerapan Teori Vygotsky dalam Pembelajaran Matematika,” J. Ris. Pembelajaran Mat., vol. 4, no. 1, pp. 1–4, Apr. 2022, doi: 10.55719/jrpm.v4i1.349.
N. I. Distianti and G. N. Pramudyo, “Peran Pustakawan dalam Mengembangkan Literasi Informasi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Pati,” Anuva, vol. 8, no. 3, pp. 425–440, 2024, doi: 10.14710/anuva.8.3.425-440.
R. Abidin, “Menjawab Tantangan Globalisasi,” Mediasi, vol. 9, no. 2, pp. 101–120, 2015.
R. L. Coo, D. Qondias, P. W. Kaka, and M. P. Wau, “Implementasi Pojok Baca Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca (Studi Eksplorasi Gerakan Literasi Sekolah),” Dharmas Educ. J., vol. 5, no. 1, pp. 385–392, Jun. 2024, doi: 10.56667/dejournal.v5i1.1332.
A. Iztihana and M. Arfa, “Peran Pustakawan MTs N 1 Jepara Dalam Upaya Mengembangkan Minat Kunjungan Siswa Pada Perpustakaan,” J. Ilmu Perpust., vol. 9, no. 1, pp. 93–103, 2020, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/29974
W. D. Aulia and N. Mahnun, “Hubungan Antara Pelayanan Perpustakan Dengan Tingkat Kunjungan Siswa Ke Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tambang Kabupaten Kampar,” J. Adm. Pendidik. Konseling Pendidik., vol. 2, no. 1, p. 28, 2021, doi: 10.24014/japkp.v2i1.12079.
F. A. Putri Pradana, “Pengaruh Budaya Literasi Sekolah Melalui Pemanfaatan Sudut Baca Terhadap Minat Membaca Siswa Di Sekolah Dasar,” J. Pendidik. dan Konseling, vol. 2, no. 1, pp. 81–85, 2020, doi: 10.31004/jpdk.v1i2.599.
D. Ambarwati and N. S. Handayani, “Strategi promosi dalam meningkatan layanan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar pada masa pandemi,” Daluang J. Libr. Inf. Sci., vol. 2, no. 2, pp. 59–60, Nov. 2022, doi: 10.21580/daluang.v2i2.2022.12195.
R. Trihandayani and N. Sudiar, “Promosi Perpustakaan dalam Minat Kunjung di Sekolah Dasar Negri 10 Minas,” J. Indones. Sos. Sains, vol. 3, no. 8, pp. 1127–1135, Aug. 2022, doi: 10.59141/jiss.v3i08.658.
A. Mulia Sarif, R. Ridha, and I. Ilham, “Meningkatkan Minat Baca Dengan Sosialisasi Revitalisasi Perpustakaan Desa Siambo Kabupaten Enrekang,” JDISTIRA, vol. 4, no. 2, pp. 201–212, Dec. 2024, doi: 10.58794/jdt.v4i2.1050.
R. Gani and A. Adam, “Pengaruh Media Sosial Terhadap Rendahnya Minat Baca Siswa Man 1 Ternate,” J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 6, no. 3, pp. 1–11, 2024, [Online]. Available: https://journalpedia.com/1/index.php/jpp/article/view/3126
D. Assyakurrohim, D. Ikhram, R. A. Sirodj, and M. W. Afgani, “Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif,” J. Pendidik. Sains dan Komput., vol. 3, no. 1, pp. 1–9, Dec. 2022, doi: 10.47709/jpsk.v3i01.1951.
S. Denieffe, “Commentary: Purposive sampling: complex or simple? Research case examples,” J. Res. Nurs., vol. 25, no. 8, pp. 662–663, Dec. 2020, doi: 10.1177/1744987120928156.
I. S. Syafruddin and D. H. Pujiastuti, “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis: Studi Kasus pada Siswa MTs Negeri 4 Tangerang,” Suska J. Math. Educ., vol. 6, no. 2, pp. 089–100, 2020, [Online]. Available: https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/SJME/article/view/9436
L. Fauziah, Mashudi, H. Lestari, T. Yuniningsih, and H. N. An Nisa, “Women’s Role: Between Opportunities And Challenges in Business in The Era of The Industrial Revolution 4.0,” JKMP (Jurnal Kebijak. dan Manaj. Publik), vol. 10, no. 1, pp. 16–22, Apr. 2022, doi: 10.21070/jkmp.v10i1.1680.