Aji Pangestu (1), Noor Fatimah Mediawati (2)
General Background Internship programs constitute an integral component of the Indonesian higher education system designed to connect academic theory with professional practice under current national policies. Specific Background Universitas Muhammadiyah Sidoarjo collaborates with PT Mitra Usaha Propertindo to supply law students with relevant corporate operational experiences. Knowledge Gap Students frequently encounter misaligned tasks limited to basic administrative duties, creating a perception of practicums as mere formalities and risking severe professional deskilling. Aims This study evaluates a targeted legal training framework to guarantee optimal alignment between academic disciplines and workforce skill requirements. Results Observational evaluations indicate that participants actively execute technical duties including drafting legal documents, analyzing corporate contracts, and managing legal archives. Furthermore, intensive mentorship and constructive feedback from corporate supervisors significantly develop both the technical legal abilities and non-technical communication skills of the participants. Novelty This research demonstrates a highly specific integration model successfully resolving the persistent academic-industry task misalignment within university legal studies. Implications Academic institutions and industry partners must establish continuous evaluation systems and ensure strict task relevance to secure future workforce readiness and maximize mutual institutional benefits.
Highlights:
Industry mentorship directly builds technical contract analysis and document drafting abilities.
Task alignment prevents deskilling and meaningless administrative assignments during student placements.
Continuous academic evaluations guarantee relevant practical experiences for university scholars.
Keywords: Industry Collaboration, Contract Analysis, Academic Synergy, Document Drafting, Skill Alignment
Program magang telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, terutama sejak diterapkannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dan praktik dunia kerja[1]. Dalam pelaksanaannya, program magang memberikan mahasiswa kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studinya. Namun, realitas di lapangan sering kali tidak sejalan dengan harapan tersebut. Tidak sedikit mahasiswa magang yang mengeluhkan tugas yang diberikan di tempat magang, seperti hanya diminta melakukan pekerjaan administratif sederhana, misalnya mengurus dokumen, menggandakan file, atau bahkan sekadar menjadi pengamat pasif. Kondisi ini memunculkan persepsi negatif bahwa program magang hanya menjadi formalitas tanpa memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa[2].
Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, yaitu mengapa perguruan tinggi tetap mempertahankan program magang meskipun banyak keluhan tentang ketidaksesuaian tugas dengan disiplin ilmu mahasiswa. Program magang seharusnya menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di dunia kerja. Dalam konteks ini, penting bagi perguruan tinggi untuk meninjau kembali dan memastikan bahwa tujuan awal program magang, yaitu memberikan pengalaman kerja yang sesuai dan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sehingga benar-benar tercapai[3]. Ketidaksesuaian antara tugas magang dan bidang studi tidak hanya berisiko membuat mahasiswa kehilangan motivasi, tetapi juga dapat berdampak pada penurunan kualitas lulusan yang kurang siap bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, evaluasi mendalam terhadap mekanisme pelaksanaan magang, termasuk proses pemilihan mitra kerja dan pembimbingan mahasiswa, sangat diperlukan agar manfaat dari program ini dapat dioptimalkan dan selaras dengan kebutuhan akademik serta profesional mahasiswa[4].
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang mendukung implementasi program magang, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha seperti PT Mitra Usaha Propertindo. Dalam hal ini, salah satu program studi di UMSIDA yaitu program studi hukum telah menjalin kerjasama yang bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman magang yang relevan dan bermakna. PT Mitra Usaha Propertindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti, memberikan kesempatan pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa hukum. Hal ini penting mengingat mahasiswa hukum membutuhkan keterlibatan langsung dalam dunia legal corporate, seperti analisis kontrak, perancangan dokumen hukum, hingga pengelolaan dokumen.
Namun, persepsi negatif tentang program magang tidak dapat diabaikan begitu saja, mengingat pandangan yang beragam dari berbagai pihak terkait efektivitas pelaksanaannya. Beberapa mahasiswa merasa bahwa program magang menjadi beban tambahan daripada peluang untuk mengembangkan keahlian, terutama jika tugas-tugas yang diberikan tidak relevan dengan keilmuan mereka. Di sisi lain, perusahaan sering menghadapi kendala dalam memanfaatkan potensi mahasiswa magang karena keterbatasan waktu untuk memberikan pelatihan serta tantangan adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan kerja. Selain itu, dosen sebagai pengawas magang kerap kali merasa kesulitan dalam memantau perkembangan mahasiswa secara langsung, terutama ketika lokasi magang tersebar di berbagai tempat. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil langkah dengan memperkuat sistem pengawasan, menyelaraskan kurikulum magang, serta meningkatkan kualitas komunikasi dan kerjasama dengan perusahaan mitra[5].
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, penelitian ini bertujuan untuk mendalami pelaksanaan program magang agar lebih optimal dan sesuai dengan tujuan awalnya. Tujuan tersebut adalah memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang keilmuannya, sehingga dapat memperkuat keterampilan dan pengetahuan mereka di dunia kerja[6]. Penelitian ini secara khusus menyoroti bagaimana kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT Mitra Usaha Propertindo, yang berpotensi dapat menjadi contoh praktik terbaik dalam pelaksanaan program magang yang sesuai dengan disiplin ilmu mahasiswa. Dengan mengeksplorasi program magang ini, penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk memastikan program magang dapat berjalan secara efektif. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu mendorong institusi pendidikan tinggi lainnya untuk mengoptimalkan program magang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja[7].
Program magang memiliki dimensi yang sangat kompleks, karena melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan dan ekspektasi yang beragam. Bagi perguruan tinggi, magang dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing lulusan melalui pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan program ini tidak hanya untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga untuk membangun kompetensi praktis dan memperluas wawasan profesional mereka. Sementara itu, bagi dunia usaha, program magang sering kali menjadi peluang untuk mendapatkan tenaga kerja tambahan yang dapat membantu menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Meski demikian, jika tidak dikelola dengan baik, kolaborasi ini justru dapat menimbulkan kesenjangan antara ekspektasi perguruan tinggi, mahasiswa, dan perusahaan sehingga menghambat tercapainya tujuan dari program magang itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang terintegrasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terlibat[8].
Selain itu, fenomena mahasiswa magang yang hanya ditugaskan untuk pekerjaan sederhana menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya deskilling atau penurunan kualitas keterampilan mahasiswa. Ketidaksesuaian tugas dengan disiplin ilmu dapat membuat mahasiswa kehilangan kesempatan untuk belajar dan berkembang[9]. Oleh karena itu, peran perusahaan mitra sangat penting dalam menentukan jenis tugas yang diberikan kepada mahasiswa magang. Dalam hal ini, PT Mitra Usaha Propertindo berusaha untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa magang berkaitan langsung dengan bidang hukum, seperti mempelajari dokumen perjanjian, mendampingi proses perizinan, dan membantu penyusunan dokumen legal lainnya.
Kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT Mitra Usaha Propertindo merupakan contoh yang relevan untuk menunjukkan bagaimana program magang dapat dikelola dengan baik. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penempatan mahasiswa di perusahaan, tetapi juga pada pengembangan sistem evaluasi dan pengawasan yang memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang bermakna. Sebagai perusahaan mitra, PT Mitra Usaha Propertindo juga memiliki komitmen untuk memberikan pendampingan yang memadai kepada mahasiswa magang, termasuk memberikan umpan balik yang konstruktif terkait kinerja mahasiswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program magang tidak hanya menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa.
Dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategis bagi perguruan tinggi dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kualitas program magang. Salah satu rekomendasi utama yang diusulkan adalah pentingnya evaluasi yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan program magang dari berbagai perspektif, termasuk perguruan tinggi, mahasiswa, dan perusahaan mitra. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program magang yang ditawarkan tidak hanya relevan dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, perusahaan mitra diharapkan dapat memahami peran strategis mereka dalam memberikan pengalaman kerja yang relevan, sehingga mahasiswa magang dapat mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Dengan adanya sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan perusahaan, program magang tidak hanya akan menjadi sarana pembelajaran praktis, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak lulusan yang kompeten[10].
Penelitian ini akan memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika pelaksanaan program magang di Indonesia, khususnya dalam konteks kerjasama antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Dengan studi kasus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT Mitra Usaha Propertindo, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam mengelola program magang yang efektif. Program magang tidak hanya tentang menempatkan mahasiswa di dunia kerja, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem belajar yang mendukung pengembangan keterampilan dan pengetahuan mereka. Melalui penelitian ini, diharapkan kesenjangan antara teori dan praktik yang sering kali menjadi hambatan dalam pendidikan tinggi dapat diatasi dengan lebih baik. Optimalisasi pelaksanaan magang tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan data yang diperoleh langsung dari pelaksanaan kegiatan magang di PT Mitra Usaha Propertindo. Mahasiswa terlibat secara aktif dalam operasional departemen legal perusahaan, yang meliputi penyusunan dokumen hukum, peninjauan perjanjian, penulisan surat resmi, serta berbagai tugas administratif legal lainnya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan arahan langsung dari pembimbing perusahaan serta staf lainnya, termasuk panduan mengenai regulasi dan prosedur hukum yang relevan.
Metode ini dirancang untuk mendukung implementasi tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dalam aspek pendidikan, mahasiswa belajar melalui pengalaman praktis dengan menjalankan tugas-tugas nyata di bagian legal perusahaan. Aspek penelitian diwujudkan melalui pengumpulan data dan informasi yang relevan selama kegiatan magang berlangsung. Sementara itu, aspek pengabdian tercermin dari kontribusi aktif mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selama kegiatan magang, mahasiswa juga dilibatkan dalam diskusi atau rapat terkait kasus hukum yang sedang berjalan dan menerima umpan balik secara berkala untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas kerja.
Selama menjalani program magang di PT Mitra Usaha Propertindo, sebagai mahasiswa hukum ditempatkan di departemen legal yang berperan dalam mengelola aspek hukum perusahaan. Departemen ini bertanggung jawab atas berbagai tugas penting seperti penyusunan dan peninjauan perjanjian, pembuatan surat kuasa, dan penyusunan dokumen hukum lainnya. Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam pembuatan memo internal pembayaran, pengelolaan tanda terima, hingga pengarsipan dokumen hukum. Semua kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai penerapan hukum dalam dunia korporasi, khususnya di sektor properti. Melalui tugas-tugas ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga kemampuan teknis yang mendalam dalam bidang hukum.
Proses pembimbingan selama magang dilakukan secara intensif oleh pembimbing dari perusahaan, yang memberikan arahan serta penjelasan mengenai dasar hukum setiap tugas yang dilaksanakan. Pembimbing juga mengadakan diskusi rutin untuk membahas berbagai permasalahan hukum yang relevan, sehingga mahasiswa dapat memahami dinamika dan kompleksitas pengelolaan aspek hukum dalam perusahaan. Mahasiswa sering kali diundang untuk mengikuti rapat internal, khususnya yang membahas permasalahan hukum atau pengambilan keputusan strategis. Kesempatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran langsung mengenai proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada analisis hukum. Dengan demikian, program magang ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan analitis dan pemahaman mahasiswa terhadap prosedur hukum perusahaan.
Selain pelaksanaan tugas, perusahaan juga memberikan fasilitas yang mendukung kegiatan magang mahasiswa. Mahasiswa mendapatkan akses ke ruang kerja, perangkat teknologi, dan sumber daya lain yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang ditetapkan. Lebih lanjut, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk memberikan umpan balik kepada perusahaan mengenai pengalaman mereka selama magang, yang kemudian digunakan untuk evaluasi dan pengembangan program magang di masa depan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PT Mitra Usaha Propertindo untuk menciptakan program magang yang relevan, bermakna, dan selaras dengan kebutuhan akademik mahasiswa.
Program magang adalah cara penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan di dunia kerja[11]. Kegiatan magang yang mahasiswa jalani memiliki keterkaitan erat dengan berbagai mata kuliah yang telah dipelajari, seperti Hukum Kontrak, Hukum Perusahaan, Hukum Bisnis, dan mata kuliah lainnya yang memiliki keterkaitan. Sebagai contoh, mahasiswa hukum biasanya mempelajari teori tentang kontrak yang lebih fokus pada aturan-aturan hukum. Namun, ketika mereka terjun langsung ke dunia kerja, pembuatan kontrak ternyata tidak hanya soal hukum. Proses ini juga perlu menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis, situasi perusahaan, dan cara kerja di lapangan. Hal ini menuntut mahasiswa untuk bisa berpikir fleksibel dan menyesuaikan pemahaman mereka agar teori yang dipelajari bisa diterapkan dalam situasi nyata. Dengan begitu, mereka tidak hanya paham aturan, tetapi juga tahu bagaimana menerapkannya dalam dunia kerja. Praktik magang ini menjadi sarana untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Selain itu, pembuatan dokumen seperti surat kuasa dan dokumen hukum lainnya memberikan pelajaran lain yang tidak kalah penting. Mahasiswa belajar bagaimana menggunakan bahasa hukum yang jelas dan tidak membingungkan, agar dokumen tersebut mudah dipahami dan sesuai aturan. Hal ini menunjukkan bahwa selain memahami teori hukum, mahasiswa juga perlu menguasai cara berkomunikasi secara profesional melalui tulisan. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengerjakan tugas di dunia kerja, karena dokumen hukum yang baik harus jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir.
Pengalaman lain yang bermanfaat adalah dalam pengelolaan dokumen atau arsip hukum. Mahasiswa belajar untuk mengatur dokumen dengan rapi agar mudah ditemukan ketika dibutuhkan. Mahasiswa juga dilatih untuk bekerja dengan teliti, karena kesalahan kecil dalam pengarsipan bisa berakibat besar. Pengalaman ini mengajarkan bahwa meskipun terlihat sederhana, pengarsipan adalah bagian penting dari pekerjaan hukum. Melalui magang, mahasiswa memahami bahwa pengelolaan dokumen yang baik adalah kunci untuk mendukung kelancaran pekerjaan di dunia profesional.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian program magang ini dapat dikategorikan sangat baik. Setiap tugas yang diberikan oleh PT Mitra Usaha Propertindo berhasil diselesaikan mahasiswa dengan hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, mahasiswa mampu menyusun dan mereview perjanjian dengan pemahaman yang mendalam terhadap prinsip-prinsip hukum kontrak serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dalam pembuatan surat kuasa dan dokumen hukum lainnya, mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dari segi format, isi, maupun keakuratan dokumen. Capaian ini menunjukkan bahwa program magang telah berhasil mendukung pengembangan kompetensi praktis mahasiswa sesuai dengan bidang hukum yang ditekuni.
Selain itu, kemampuan analisis hukum mahasiswa mengalami perkembangan yang cukup signifikan selama program magang berlangsung. Dalam proses penyusunan dan review dokumen, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk mengidentifikasi risiko hukum, tetapi juga diberikan kesempatan untuk merumuskan rekomendasi solusi yang relevan. Kemampuan ini sangat penting untuk membentuk pola pikir kritis mahasiswa dalam menghadapi permasalahan hukum yang kompleks di dunia kerja. Peningkatan kompetensi ini mencerminkan bahwa tujuan utama program, yaitu menyiapkan mahasiswa menjadi praktisi hukum yang profesional dan kompeten, telah tercapai dengan baik. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di perkuliahan secara efektif dalam lingkungan kerja[12].
Lebih jauh, sinergi antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT Mitra Usaha Propertindo menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program ini. Kolaborasi yang baik antara kedua pihak memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan tugas yang relevan, tetapi juga pendampingan yang memadai selama pelaksanaan magang. Komitmen PT Mitra Usaha Propertindo untuk memberikan tugas-tugas yang berbobot, seperti analisis kontrak dan pendampingan proses perizinan, memberikan pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa. Selain itu, sistem evaluasi dan umpan balik yang konstruktif juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran selama magang. Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, program magang mampu menjadi salah satu sarana strategis dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Program magang di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang bekerjasama dengan PT Mitra Usaha Propertindo secara umum telah berjalan sesuai rencana. Namun, beberapa hambatan tetap muncul dalam pelaksanaannya. Salah satu hambatan utama adalah penyesuaian awal mahasiswa terhadap budaya kerja yang sering kali berbeda dari lingkungan akademis. Misalnya, ritme kerja di perusahaan yang cenderung lebih dinamis mengharuskan mahasiswa untuk memiliki manajemen waktu yang baik dan kemampuan berkomunikasi antardivisi. Kendala ini terkadang diperparah oleh minimnya pengalaman sebelumnya di dunia kerja, yang menyebabkan beberapa mahasiswa kesulitan memahami ekspektasi yang diharapkan dari mereka.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, peran pembimbing sangatlah krusial. Pembimbing, baik dari pihak perguruan tinggi maupun perusahaan, perlu memberikan arahan yang jelas dan umpan balik yang membangun selama proses magang berlangsung. Dengan adanya bimbingan ini, mahasiswa dapat lebih mudah mengenali kelemahan mereka, baik dalam hal teknis maupun soft skills, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan[13]. Selain itu, pembimbing juga berperan dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan pekerjaan, seperti tenggat waktu yang ketat dan tugas yang kompleks, dengan memberikan strategi praktis untuk mengelola stres dan memprioritaskan pekerjaan. Pendampingan yang intensif ini memastikan mahasiswa tetap termotivasi dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik[14].
Solusi lain yang dapat diterapkan adalah meningkatkan sesi pelatihan pra-magang yang difokuskan pada pengenalan dunia kerja. Sesi ini bisa mencakup simulasi pekerjaan, manajemen waktu, serta etika kerja, yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas di tempat magang. Perguruan tinggi juga dapat menjalin komunikasi yang lebih erat dengan perusahaan mitra untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang diberikan relevan dengan bidang studi mahasiswa. Dengan cara ini, potensi ketidaksesuaian antara ekspektasi mahasiswa dan perusahaan dapat diminimalkan. Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, diharapkan pelaksanaan program magang tidak hanya efektif tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa.
Hasil yang dicapai selama program magang menunjukkan relevansi yang signifikan dengan tujuan awal program, yaitu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Mahasiswa program studi hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) berhasil mempraktikkan konsep-konsep hukum yang dipelajari di perkuliahan dalam dunia kerja nyata. Mahasiswa terlibat langsung dalam penyusunan dokumen hukum, analisis kontrak, hingga pengelolaan dokumen hukum, yang merupakan keterampilan teknis penting bagi seorang praktisi hukum. Selain itu, magang ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan non-teknis seperti komunikasi profesional, kerja sama tim, dan adaptasi terhadap lingkungan kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang dunia hukum, tetapi juga mengembangkan etos kerja yang sesuai dengan kebutuhan profesional.
Pengalaman selama magang membantu mahasiswa mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik di dunia kerja. Mahasiswa menyadari pentingnya menguasai aspek teknis pekerjaan hukum, seperti memahami prosedur legal yang berlaku, sekaligus menyadari pentingnya soft skills, seperti membangun hubungan baik dengan rekan kerja. Selain itu, program magang ini menjadi sarana untuk melatih kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika lingkungan kerja yang sering kali berbeda dengan suasana akademik. Hal ini memberikan kepercayaan diri kepada mahasiswa dalam menghadapi tantangan setelah lulus[15]. Dengan demikian, program magang ini secara nyata telah memenuhi harapan untuk menjadi jembatan antara teori akademik dan kebutuhan dunia kerja.
Program magang di PT Mitra Usaha Propertindo juga memberikan masukan yang sangat berharga bagi program studi hukum Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) UMSIDA. Melalui pengalaman mahasiswa di lapangan, prodi dapat mengevaluasi kurikulum yang ada, khususnya dalam kaitannya dengan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Informasi yang diperoleh dari mahasiswa magang memberikan gambaran tentang kompetensi yang masih perlu ditingkatkan. Dengan adanya masukan ini, program studi dapat menyusun strategi untuk menyempurnakan materi pembelajaran sehingga lebih relevan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kerja sama yang erat antara prodi dan perusahaan mitra membuka peluang untuk memperluas cakupan magang di masa mendatang, baik dari segi jumlah mahasiswa maupun variasi tugas yang diberikan.
Bagi PT Mitra Usaha Propertindo, program magang ini memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung operasional perusahaan. Mahasiswa magang dapat membantu menyelesaikan tugas-tugas administratif, seperti pengarsipan dokumen dan pengelolaan data hukum, sehingga memberikan waktu lebih bagi staf senior untuk menangani pekerjaan yang lebih kompleks. Selain itu, program ini juga menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum. Dengan memberikan pembimbingan yang memadai, perusahaan tidak hanya membantu mahasiswa belajar tetapi juga membangun citra positif sebagai mitra yang peduli terhadap pengembangan generasi muda.
Secara keseluruhan, hasil dari program magang ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT Mitra Usaha Propertindo memberikan manfaat signifikan bagi semua pihak yang terlibat. Mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dan bermakna, sementara perusahaan memperoleh kontribusi nyata dari mahasiswa magang. Pengalaman ini juga memberikan wawasan bagi perguruan tinggi untuk terus menyempurnakan mekanisme magang agar lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, program magang ini dapat menjadi contoh praktik terbaik yang mampu mengoptimalkan manfaat program magang, baik bagi dunia akademik maupun dunia usaha, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi praktisi hukum yang kompeten dan profesional di masa depan.
Berdasarkan hasil penelitian, program magang di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) bekerja sama dengan PT Mitra Usaha Propertindo telah menunjukkan relevansi yang signifikan antara teori akademik dan praktik di dunia kerja. Mahasiswa berhasil mengembangkan kompetensi teknis seperti penyusunan dan analisis dokumen hukum serta keterampilan non-teknis seperti manajemen waktu dan komunikasi profesional. Hambatan, seperti adaptasi terhadap lingkungan kerja, dapat diatasi melalui bimbingan intensif dan pelatihan pra-magang. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam memastikan bahwa program magang tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga memberikan manfaat yang substansial bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program magang, termasuk penyelarasan antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia kerja. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan eksplorasi model kerjasama magang lainnya di berbagai bidang studi untuk memahami dinamika lintas disiplin dan mengidentifikasi praktik terbaik dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan artikel ini dengan baik. Artikel ini merupakan salah satu luaran magang yang disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan mata kuliah magang di Program Studi Hukum, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Saya menyadari bahwa luaran magang ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis. Ibu Dr. Noor Fatimah Mediawati, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan, motivasi, ilmu, dan membimbing dalam menganalisis serta penyusunan luaran magang ini agar berjalan dengan baik. Bapak Rizaldi Abdillah, S.H., M.H. selaku Legal Perusahaan yang telah menjadi mentor dan memberikan wawasan serta pengalaman selama magang di PT Mitra Usaha Propertindo. Bapak Paiman selaku orang tua penulis yang selalu memberikan support, mendampingi, dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk kebutuhan penulis, serta doa. Dan yang terakhir terimakasih untuk diri saya sendiri telah mampu menyelesaikan semua ini dengan cukup baik. Penulis menyadari bahwa penulisan luaran magang ini jauh dari kata sempurna sehingga penulis menerima kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan pada artikel selanjutnya. Penulis berharap artikel ini bermanfaat dan memberi informasi dan pengetahuan kepada seluruh pihak.
R. Loisa, S. Paramita, and W. P. Sari, “PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA TINGKAT FAKULTAS DI UNIVERSITAS,” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, vol. 6, no. 1, pp. 70–70, Apr. 2022, doi: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16052.2022.
B. Bayukri, “Efektivitas Kampus Merdeka Program Magang Terhadap Rencana Studi Kelulusan Mahasiswa Magang Angkatan Pertama Universitas Teuku Umar,” Indonesian Journal of Teaching and Teacher Education, pp. 5–9, Dec. 2021, doi: 10.58835/ijtte.v1i1.57.
D. Arisandi, M. Widya Mutiara, and V. Christanti Mawardi, “DAMPAK KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MAGANG DAN STUDI INDEPENDEN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA,” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, vol. 6, no. 1, pp. 174–174, Apr. 2022, doi: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16163.2022.
A. F. Aksa, “PROGRAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGHADAPI DUNIA KERJA MELALUI KEGIATAN MAGANG DI KANTOR IMIGRASI DAN KOPERASI SANGOSAY ATAMBUA,” Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 4, pp. 50–56, Dec. 2023, doi: 10.58290/jupemas.v2i4.164.
E. Saputra and N. Jalinus, “Analisis Perspektif Pelaksanaan Magang dan Peluang Kerja dalam Menilai Kesiapan Kerja Siswa,” INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, vol. 20, no. 3, pp. 107–114, Oct. 2020, doi: 10.24036/invotek.v20i3.748.
N. F. Mediawati, “Ferienjob as an Internship Raises Legal Issues in Indonesia,” Indonesian Journal of Law and Economics Review, vol. 19, no. 3, pp. 10–21070, 2024.
D. Melati, “Evaluasi Pelaksanaan Magang Mahasiswa Vokasi untuk Peningkatan Kualitas Program Magang di Kampus Politeknik Jakarta Internasional,” eCo-Fin, vol. 6, no. 2, pp. 290–302, Jun. 2024, doi: 10.32877/ef.v6i2.1265.
H. Noprisson, “Perancangan Aplikasi Monitoring Magang Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Pengalaman Bekerja Bagi Mahasiswa,” INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science, vol. 5, no. 2, pp. 72–90, Dec. 2022, doi: 10.31539/intecoms.v5i2.4925.
R. T. Fahmi and H. A. Rofiqiyah, “Joki Skripsi: Jalan Pintas Pemuda Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Dunia Kerja,” JP, vol. 12, no. 1, p. 1, Nov. 2023, doi: 10.22146/studipemudaugm.83538.
B. Waskito, N. Verawati, and H. Pienrasmi, “PERSEPSI MAHASISWA YANG MENGHAMBAT ADOPSI INOVASI BENTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN MAGANG MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA,” Jurnal Perspektif Pendidikan, vol. 16, no. 1, pp. 112–125, Jun. 2022, doi: 10.31540/jpp.v16i1.1633.
A. Syamsuadi, H. Sepriyani, S. Endrini, and A. Febriani, “Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Abdurrab pada Program Magang Mahasiswa,” EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, vol. 4, no. 1, pp. 1341–1348, Jan. 2022, doi: 10.31004/edukatif.v4i1.2203.
M. Y. Putra and D. H. Anriva, “Eksplorasi Kegiatan Mahasiswa dalam Program Magang MBKM: Studi Kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk, Kantor Cabang Pekanbaru,” Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 25–31, Aug. 2023, doi: 10.61227/inisiatif.v2i1.111.
H. Setiarini, H. Prabowo, S. Sutrisno, and H. C. Gultom, “Pengaruh Soft Skill dan Pengalaman Magang Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Mahasiswa FEB Universitas PGRI Semarang),” EKOBIS: Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi, vol. 10, no. 2, pp. 195–204, 2022.
M. R. Hidayat, B. Basori, and D. Maryono, “Evaluasi Magang Kependidikan 3 Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer,” Journal of Informatics and Vocational Education, vol. 3, no. 2, Jul. 2021, doi: 10.20961/joive.v3i2.38752.
R. Tyas Sari and M. Nurhidayati, “PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGALAMAN MAGANG TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN PONOROGO ANGKATAN 2018,” Tamwil, vol. 8, no. 1, Jun. 2022, doi: 10.31958/jtm.v8i1.6240.