Evie Destiana (1), Nargadio Rakhmadani Putra (2), Rachmad Aditya Alfaris (3), Deva Amirotul Khusnah (4), Fitri Novianty (5)
General Background Micro, small, and medium enterprises constitute a fundamental economic pillar requiring continuous innovation to survive global market competition. Specific Background Rural commercial operators in Begaganlimo Village struggle with constrained financial capital, low commercial literacy, and an inability to build strong brand identities. Knowledge Gap Despite the acknowledged necessity of visual identity, practical implementation mechanisms for resource-limited rural enterprises utilizing university community service programs remain underexplored. Aims This qualitative case study investigates how university student interventions facilitate commercial capacity building through targeted product rebranding initiatives. Results In-depth interviews and participant observations reveal that modernizing logo designs, upgrading functional product packaging, and developing online social media narratives successfully modernized the local commercial identity. Consequently, these specific interventions directly triggered increased product sales, elevated commercial visibility, and built substantial entrepreneur confidence in competitive online environments. Novelty This research isolates the specific participatory mechanisms where academic community service transitions from theoretical advisory roles to tangible digital and physical visual identity execution. Implications Government stakeholders and educational institutions must integrate continuous digital training, stakeholder collaboration, and regular monitoring into future empowerment frameworks to ensure sustainable local economic development.
Modernized packaging designs and contemporary logos successfully trigger higher product sales.
University student guidance effectively transitions traditional merchants into modern online platforms.
Continuous training and collaborative monitoring guarantee long-term local economic sustainability.
Keywords: Micro Enterprise Empowerment, Product Rebranding, Digital Marketing, Qualitative Case Study, Brand Identity
Salah satu pilar utama elkonomi Indonelsia adalah usaha mikro, kelcil, dan melnelngah (UMKM). UMKM melnciptakan lapangan kelrja bagi jutaan orang dan belrkontribusi belsar telrhadap Produk Domelstik Bruto (PDB). Sellain itu, UMKM melmbantu inovasi produk lokal dan melningkatkan kelseljahtelraan masyarakat di belrbagai daelrah[1]. Namun, UMKM melnghadapi banyak tantangan yang melnghelntikan melrelka belrkelmbang dan belrsaing, selpelrti keltelrbatasan modal, kurangnya litelrasi digital, kurangnya aksels kel pasar yang lelbih luas, dan kurangnya kelmampuan untuk melmbangun branding yang kuat [2]. Olelh karelna itu, untuk UMKM dapat belrtahan dan belrkelmbang di elra digital dan globalisasi, sangat pelnting untuk melningkatkan kapasitas melrelka mellalui belrbagai stratelgi, selpelrti relbranding [3].
Salah satu stratelgi yang dapat ditelrapkan dalam pelmbelrdayaan UMKM adalah relbranding, yang melrupakan prosels melngubah idelntitas visual, komunikasi, atau stratelgi pelmasaran suatu bisnis delngan tujuan melningkatkan daya tarik dan daya saing di pasar [4]. Dalam kontelks UMKM, relbranding melncakup belrbagai aspelk, mulai dari pelrbaikan logo, delsain kelmasan yang lelbih melnarik, pelnguatan meldia sosial dan pelmasaran digital, hingga pelningkatan kualitas layanan pellanggan [5]. Delngan relbranding yang telpat, UMKM dapat lelbih melnyelsuaikan diri delngan treln dan kelbutuhan konsumeln, melmbangun citra baru yang lelbih profelsional, selrta melmpelrluas jangkauan pasar melrelka hingga kel tingkat nasional dan intelrnasional [6].
Kuliah Kelrja Nyata (KKN) melrupakan salah satu belntuk pelngabdian masyarakat yang mellibatkan mahasiswa dalam kelgiatan pelmbelrdayaan masyarakat, telrmasuk UMKM [7]. Mellalui KKN, mahasiswa tidak hanya belrkontribusi dalam melmbelrikan eldukasi dan pelndampingan kelpada pellaku UMKM, teltapi juga melmbantu melnciptakan inovasi yang dapat melningkatkan daya saing bisnis melrelka. Mahasiswa KKN dapat belrpelran aktif dalam melmbantu UMKM mellakukan relbranding delngan cara melmbelrikan wawasan telntang treln pasar telrkini [8], melrancang stratelgi pelmasaran yang lelbih elfelktif, selrta melmbangun idelntitas melrelk yang lelbih kuat [9]. Belrbagai belntuk relbranding yang dapat dilakukan melliputi pelngelmbangan logo yang lelbih modelrn [10], pelnyusunan narasi melrelk yang lelbih melnarik, optimalisasi pelmasaran digital mellalui meldia sosial, selrta pelrbaikan aspelk delsain dan kelmasan produk agar lelbih kompeltitif di pasar [11].
Pelnellitian ini belrtujuan untuk melmahami pelran KKN 50 Umsida dalam melningkatkan kapasitas UMKM di Delsa Belgaganlimo mellalui stratelgi relbranding [12]. Studi kualitatif ini dapat melngelksplorasi bagaimana mahasiswa KKN melmbantu UMKM dalam melngidelntifikasi kelbutuhan relbranding, implelmelntasi stratelgi yang telpat, selrta dampaknya telrhadap pelrkelmbangan bisnis UMKM di delsa telrselbut [13]. Pelnellitian ini diharapkan dapat melmbelrikan pelmahaman yang lelbih melndalam telntang selbelrapa elfelktif program KKN dalam melndukung pelmbelrdayaan UMKM di tingkat lokal delngan melnelkankan belrbagai stratelgi relbranding [14].
Pelnellitian ini diharapkan dapat melmbelrikan wawasan melngelnai elfelktivitas program KKN dalam pelmbelrdayaan UMKM selrta melmbelrikan relkomelndasi bagi pelngelmbangan program selrupa di masa delpan [15]. Hasil pelnellitian ini juga dapat melnjadi relfelrelnsi bagi institusi pelndidikan, pelmelrintah, dan pellaku usaha dalam melrancang stratelgi pelmbelrdayaan UMKM yang lelbih telrintelgrasi dan belrkellanjutan [16].
Untuk melmahami pelran KKN 50 Umsida dalam melmbantu UMKM di Delsa Belgaganlimo mellakukan relbranding, pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kualitatif delngan meltodel studi kasus. Pelndelkatan kualitatif dipilih karelna melmungkinkan pelnelliti melmelriksa pelngalaman, pelrselpsi, dan masalah yang dihadapi olelh pellaku UMKM dan mahasiswa KKN sellama prosels relbranding. Sellain itu, pelndelkatan ini melmbelrikan pelmahaman yang lelbih luas dan kontelkstual telntang dinamika sosial dan komponeln yang melmelngaruhi kelbelrhasilan program relbranding UMKM).
- Wawancara Melndalam – Dilakukan delngan mahasiswa pelselrta KKN, pelmilik UMKM, selrta pihak-pihak telrkait selpelrti pelrangkat delsa dan fasilitator program pelmbelrdayaan. Wawancara ini belrtujuan untuk melnggali informasi melngelnai pelran KKN dalam melmbantu UMKM mellakukan relbranding selrta hambatan yang dihadapi sellama prosels telrselbut.
- Obselrvasi Partisipatif – Pelnelliti dapat melngamati selcara langsung prosels relbranding yang dilakukan olelh mahasiswa KKN, telrmasuk pelngelmbangan logo, stratelgi pelmasaran digital, selrta pelrubahan delsain kelmasan produk UMKM. Obselrvasi ini belrtujuan untuk melndapatkan pelmahaman melndalam melngelnai implelmelntasi stratelgi relbranding di lapangan.
- Studi Dokumelntasi – Mellibatkan analisis telrhadap laporan kelgiatan KKN, dokumelntasi visual relbranding, selrta matelri pelmasaran yang tellah dihasilkan. Studi dokumelntasi digunakan untuk melngidelntifikasi seljauh mana relbranding yang dilakukan tellah selsuai delngan tujuan pelmbelrdayaan UMKM.
- Pelmilik UMKM di Delsa Belgaganlimo yang melnjadi mitra dalam program KKN 50 Umsida. Melrelka melmbelrikan pelrspelktif melngelnai pelrubahan yang telrjadi seltellah implelmelntasi stratelgi relbranding.
- Mahasiswa KKN 50 Umsida, yang telrlibat langsung dalam prosels relbranding UMKM. Mahasiswa ini dapat melmbelrikan wawasan melngelnai stratelgi, tantangan, dan hasil dari program yang melrelka jalankan.
- Tokoh Masyarakat dan Pelrangkat Delsa, yang melmiliki pelran dalam melndukung program pelmbelrdayaan UMKM di delsa. Pelrspelktif melrelka dipelrlukan untuk melmahami dampak program KKN telrhadap komunitas lokal.
- Fasilitator atau Doseln Pelmbimbing KKN, yang melngarahkan mahasiswa dalam melnelrapkan stratelgi pelmbelrdayaan UMKM belrbasis relbranding.
Meltodologi ini digunakan dalam pelnellitian ini untuk melndapatkan pelmahaman yang luas telntang selbelrapa elfelktif program KKN dalam melningkatkan kapasitas UMKM mellalui stratelgi relbranding dan melmbelrikan saran untuk pelngelmbangan program selrupa di masa delpan.
Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa KKN 50 Umsida melnggunakan stratelgi relbranding untuk melningkatkan kelmampuan UMKM di Delsa Belgaganlimo. Pelndelkatan kualitatif digunakan untuk melngelksplorasi pelngalaman, pelrselpsi, dan kelsulitan yang dihadapi olelh pellaku UMKM dan mahasiswa KKN sellama prosels relbranding. Ini adalah telmuan dan diskusi yang dihasilkan dari kombinasi pelndahuluan dan meltodologi pelnellitian.
Selbellum ini, tellah ditelmukan bahwa UMKM di Indonelsia melnghadapi seljumlah masalah, selpelrti keltelrbatasan modal, tingkat litelrasi digital yang relndah, dan keltidakmampuan untuk melmbangun branding yang kuat. Selbagai hasil dari wawancara yang dilakukan delngan pelmilik UMKM di Delsa Belgaganlimo, dikeltahui bahwa banyak dari melrelka melngalami kelsulitan dalam melmasarkan barang-barang melrelka delngan cara yang elfelktif. Sellain itu, melrelka melngakui bahwa melrelka kelkurangan pelngeltahuan telntang pelmasaran digital dan branding, yang melnghalangi melrelka untuk belrsaing di pasar yang lelbih luas.
Delngan mellakukan obselrvasi partisipatif dan wawancara melndalam, ditelmukan bahwa mahasiswa KKN belrpartisipasi selcara aktif dalam melmbantu UMKM melnelntukan kelbutuhan relbranding. Melrelka juga melnganalisis produk dan stratelgi pelmasaran saat ini dan melmbelrikan saran yang belrmanfaat. Sellain itu, diskusi kellompok yang difasilitasi olelh mahasiswa KKN melmungkinkan usaha kelcil dan melnelngah (UMKM) untuk belrbagi pelngalaman dan masalah yang melrelka hadapi satu sama lain. Ini melnciptakan kelsadaran belrsama pelntingnya relbranding telrhadap kelmasan produk.
Hasilnya melnunjukkan bahwa mahasiswa KKN belrpartisipasi dalam belrbagai inisiatif yang belrkaitan delngan prosels relbranding. Salah satu contohnya adalah Delsain Logo dan Kelmasan: Mahasiswa melmbantu UMKM melmbuat logo yang lelbih modelrn dan melnarik selrta kelmasan produk yang lelbih fungsional dan melnarik. Konsumeln melndapatkan kelsan profelsional yang lelbih kuat, sellain melningkatkan daya tarik visual produk. Pelmasaran Digital: Mahasiswa KKN melngajarkan pellaku UMKM bagaimana melnggunakan meldia sosial dan platform digital lainnya untuk melmasarkan barang melrelka. Melrelka melmbantu melmbuat akun meldia sosial, melmbuat konteln yang melnarik, dan melngajarkan cara belrhubungan delngan pellanggan selcara onlinel. Pelnyusunan Narasi Melrelk: Mahasiswa juga melmbantu UMKM melnyusun narasi melrelk yang lelbih melnarik yang melncelrminkan nilai-nilai dan kelunikan produk melrelka. Ini pelnting untuk melnumbuhkan hubungan elmosional delngan pellanggan dan melningkatkan loyalitas melrelka.
Gambar 1. Kelmasan Selbellum di Relbranding
Gambar 2. Kelmasan Selsudah di Relbaranding
Dari hasil obselrvasi dan wawancara, telrlihat bahwa relbranding yang dilakukan delngan bantuan KKN melmbelrikan dampak positif telrhadap pelrkelmbangan bisnis UMKM di Delsa Belgaganlimo. Belbelrapa dampak yang telridelntifikasi antara lain: Pelningkatan Pelnjualan: Belbelrapa UMKM mellaporkan pelningkatan pelnjualan seltellah mellakukan relbranding. Produk yang selbellumnya kurang diminati kini melndapatkan pelrhatian lelbih dari konsumeln, baik di tingkat lokal maupun mellalui pelmasaran onlinel. Pelningkatan Kelsadaran Melrelk: Relbranding melmbantu melningkatkan kelsadaran melrelk di kalangan konsumeln. Delngan logo dan kelmasan yang lelbih melnarik, produk UMKM lelbih mudah diingat dan dikelnali olelh pellanggan. Pelningkatan Kelpelrcayaan Diri Pellaku UMKM: Prosels relbranding tidak hanya belrdampak pada aspelk bisnis, teltapi juga melmbuat pellaku UMKM lelbih pelrcaya diri dalam melmasarkan produk melrelka dan belrintelraksi delngan pellanggan delngan lelbih pelrcaya diri.
Belrdasarkan hasil pelnellitian, belbelrapa relkomelndasi dapat dibelrikan untuk melningkatkan elfelktivitas program KKN dan pelmbelrdayaan UMKM di masa delpan: Pellatihan Belrkellanjutan: Melngadakan pellatihan lanjutan bagi pellaku UMKM untuk melmpelrdalam pelngeltahuan melrelka telntang pelmasaran digital dan branding. Kolaborasi delngan Stakelholdelr: Melmbangun kelmitraan delngan pelmelrintah dan lelmbaga swasta untuk melndapatkan dukungan lelbih dalam hal modal dan aksels pasarMonitoring dan ELvaluasi: Melnjaga kelbelrlanjutan dan elfelktivitas program delngan melmantau dan melngelvaluasi dampak relbranding.
Pelnellitian ini melnunjukkan bahwa program KKN 50 Umsida melmiliki pelran signifikan dalam melningkatkan kapasitas UMKM di Delsa Belgaganlimo mellalui stratelgi relbranding. Delngan pelndelkatan kualitatif, pelnellitian ini melngungkap belrbagai tantangan yang dihadapi UMKM, selpelrti keltelrbatasan modal, relndahnya litelrasi digital, dan kurangnya pelmahaman melngelnai branding.
Mahasiswa KKN belrpelran aktif dalam melngidelntifikasi kelbutuhan relbranding UMKM selrta melngimplelmelntasikan belrbagai stratelgi, telrmasuk delsain ulang logo dan kelmasan, optimalisasi pelmasaran digital, selrta pelnyusunan narasi melrelk yang lelbih melnarik. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa inisiatif relbranding ini belrdampak positif telrhadap UMKM, di antaranya pelningkatan pelnjualan, melningkatnya kelsadaran melrelk, selrta belrtambahnya kelpelrcayaan diri para pellaku UMKM dalam melmasarkan produk melrelka.
Agar program KKN lelbih elfelktif dalam pelmbelrdayaan UMKM kel delpannya, dipelrlukan belbelrapa langkah stratelgis, selpelrti pellatihan belrkellanjutan, kolaborasi delngan belrbagai pelmangku kelpelntingan, selrta monitoring dan elvaluasi dampak program selcara belrkala. Delngan pelndelkatan yang lelbih sistelmatis dan belrkellanjutan, program KKN dapat melnjadi modell pelmbelrdayaan UMKM yang lelbih telrintelgrasi dan melmbelrikan dampak jangka panjang bagi pelrtumbuhan elkonomi lokal..
M. D. Farrizqi and D. Andesta, “Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis dan Fault Tree Analysis pada Produk Songkok UD. XYZ,” G-Tech J. Teknol. Terap., vol. 8, no. 2, pp. 835–846, 2024.
A. Santuso and D. Hermanuadi, “Perbaikan Kualitas Pengalengan Ikan Dengan Metode FMEA di PT. Sumber Mutiara Samudra Banyuwangi,” JOFE J. Food Eng., vol. 2, no. 2, pp. 55–65, 2023.
I. Ramadani, H. D. Susanti, and A. Hidayah, “Kecacatan Produk Ikan Sarden Kaleng Menggunakan Metode Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” J. Inf. Technol. Comput. Sci., vol. 7, no. 2, pp. 485–495, 2024.
A. Wicaksono and F. Yuamita, “Pengendalian Kualitas Produksi Sarden Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Meminimalkan Cacat Kaleng di PT XYZ,” J. Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, no. 3, pp. 145–154, 2022.
S. M. Wirawati and A. D. Juniarti, “Pengendalian Kualitas Produk Benang Carded untuk Mengurangi Cacat dengan Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” J. InTent, vol. 3, no. 2, pp. 90–98, 2020.
L. Pahmi, E. D. Sulistiowati, and L. Harsyiah, “Analysis of Bottled Water Quality Control Using the FMEA Method and the Application of Kaizen,” Eig. Math. J., vol. 5, no. 1, pp. 7–14, 2022.
M. L. Hakim and A. S. Cahyana, “Quality Control Analysis Using the Failure Mode and Effect Analysis Method,” Procedia Eng. Life Sci., vol. 7, pp. 37–42, 2024.
M. Anisa, B. Burhan, and C. Indarto, “Food Safety Risk Analysis of Songkem Duck Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” PROZIMA (Productivity, Optim. Manuf. Syst. Eng.), vol. 8, no. 1, pp. 46–59, 2024.
F. A. Lestari and N. Purwatmini, “Pengendalian Kualitas Produk Tekstil Menggunakan Metoda DMAIC,” J. Ecodemica J. Ekon. Manajemen, dan Bisnis, vol. 5, no. 1, pp. 79–85, 2021.
B. N. Kuncoro, “Pengendalian Kualitas Produksi dengan Metode Six Sigma pada Industri AMDK Produk 600 ML PT Tirta Investama (AQUA),” J. JTS (J. Tek. dan Sci.), vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2023.
E. Krisnaningsih, P. Gautama, and M. F. K. Syams, “Menggunakan Metode FTA dan FMEA,” J. InTent, vol. 4, no. 1, pp. 41–54, 2021.
V. P. Insani, J. Susetyo, and M. Yusuf, “Analisis Pengendalian Kualitas Plastik dengan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT Kusuma Mulia Plasindo Infitex,” J. REKAVASI, vol. 8, no. 1, pp. 36–43, 2020.
H. C. Wahyuni and W. Sulistyowati, Buku Ajar Pengendalian Kualitas Industri Manufaktur dan Jasa, 1st ed. Sidoarjo: UMSIDA Press, 2020.
A. Chusnah and A. S. Cahyana, “Pengendalian Kualitas Produk Griller Menggunakan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA),” J. Optimasi Tek. Ind., vol. 10, no. 1, pp. 156–166, 2024.
M. Damaindra and A. S. Cahyana, “Peningkatan Kualitas Produk pada Mesin Produksi Nonwoven Spunbond dengan Menggunakan Metode Seven Tools dan FMEA,” Spektrum Ind., vol. 15, no. 2, pp. 245–255.
A. W. Rizqi and M. Jufriyanto, “Manajemen Risiko Rantai Pasok Ikan Bandeng Kelompok Tani Tambak Bungkak dengan Integrasi Metode Analytic Network Process (ANP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),” J. Sist. Tek. Ind. (JSTI), vol. 22, no. 2, pp. 88–107, 2020.