Login
Section Data Articles in Political Studies

Project Based Software Instruction For Future Student Administration Readiness

Pelatihan Perangkat Lunak Berbasis Proyek Untuk Kesiapan Administrasi Siswa Masa Depan
Vol. 13 No. 1 (2025): Proceedings of Community Service Desa Mandiri dan Berdaya Melalui Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Inovatif:

Muhammad Diaz Handa P (1), Lailul Mursyidah (2), Intan Nical Wahyu Tifany (3), Hanny Pradany Putry (4), Safira Yuliana Putri (5)

(1) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(3) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(4) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(5) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background The digital era has significantly transformed the landscape of employment and education, requiring robust information and communication technology skills. Specific Background Within Indonesia, numerous secondary learners lack adequate technological capabilities, creating a severe disparity between educational outputs and global market necessities. Knowledge Gap Although human capital theories emphasize active technological learning, there is limited understanding regarding how practical software instruction resolves this regional capability shortage for high school learners. Aims This study analyzes the digital proficiency of learners at SMA Negeri 1 Wonoayu following a targeted Microsoft Word initiative. Results The qualitative case study demonstrates that project-based instruction focusing on toolbar navigation and shortcut application significantly refines document processing and digital administration abilities. Novelty This research specifically identifies practical word processing application as the primary catalyst for overcoming geographical technological skill limitations. Implications Equipping learners with structured technological capabilities prepares them for professional environments, dictating that educational institutions must prioritize competent instructors and relevant facilities.


Highlights:




  • Intensive technological instruction refines document formatting and visual design abilities.




  • Active learning methods successfully bridge the technological skills gap for secondary learners.




  • Practical word processing applications prepare individuals for global market demands and higher education.




Keywords: Digital Competence, Microsoft Word, Document Processing, Human Capital, Secondary Education

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Era digital telah mengubah lanskap dunia kerja dan pendidikan secara signifikan. Kompetensi digital, yang mencakup kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara efektif, menjadi semakin penting bagi individu untuk berhasil dalam berbagai aspek kehidupan [1], [2], [3]. Pelatihan Microsoft Word memiliki tujuan untuk memberikan keterampilan dasar yang diperlukan untuk mengolah dokumen mendesain tampilan visual, dan mengelola data, yang sangat berguna dalam dunia kerja modern[4]. Program ini memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi kerja, kemampuan menghasilkan dokumen profesional, dan adaptasi terhadap tuntutan teknologi yang terus berkembang. Relevansi pelatihan ini terletak pada dampak positifnya terhadap peningkatan produktivitas, kualitas kerja, dan daya saing individu di era digital.

Di Indonesia, kesenjangan kompetensi digital masih menjadi isu yang signifikan. Banyak siswa dan tenaga kerja yang belum memiliki keterampilan TIK yang memadai untuk bersaing di pasar global [5]. Hal ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan daya saing bangsa. Fenomena ini diperparah oleh kurangnya fasilitas dan pelatihan yang memadai di berbagai daerah, terutama di sekolah-sekolah yang berada di luar kota besar. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengatasi kesenjangan ini melalui berbagai inisiatif, seperti pelatihan TIK, penyediaan akses internet, dan pengembangan konten pendidikan digital [6], [7].

Beberapa kajian menunjukkan bahwa pelatihan TIK dapat meningkatkan kompetensi digital secara signifikan. Penelitian oleh [8] menemukan bahwa pelatihan Microsoft Office meningkatkan produktivitas kerja sebesar 20%. Kajian lain oleh [9] menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pelatihan TIK memiliki nilai yang lebih baik dalam mata pelajaran yang menggunakan teknologi. Selain itu, pelatihan TIK juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi siswa dalam belajar[10], [11]. Namun, efektivitas pelatihan TIK sangat bergantung pada kualitas instruktur, materi pelatihan, dan dukungan dari pihak sekolah dan masyarakat [12].

Penelitian ini didasarkan pada teori human capital, yang menyatakan bahwa investasi dalam pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan individu. Teori ini relevan karena pelatihan Microsoft Word merupakan salah satu bentuk investasi dalam human capital yang dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing siswa di pasar kerja. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan teori konstruktivisme, yang menekankan pentingnya pembelajaran aktif dan pengalaman langsung dalam membangun pengetahuan dan keterampilan

Meskipun teori human capital dan konstruktivisme mendukung pentingnya pelatihan TIK, faktanya masih banyak siswa yang belum memiliki akses atau kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas. Gap ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya infrastruktur, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kompetensi digital (OECD, 2023; WEF, 2024). Oleh karena itu, kajian ini penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan Microsoft Word dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kompetensi digital siswa di SMA Negeri 1 Wonoayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kompetensi digital siswa di SMA Negeri 1 Wonoayu.

II. Metode

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan efektivitas pelatihan Microsoft Word dalam meningkatkan kompetensi digital siswa di SMA Negeri 1 Wonoayu[13]. Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam konteks dan kompleksitas fenomena yang diteliti.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Wonoayu. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling untuk memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel [14]. Analisis data Miles dan Huberman melibatkan beberapa langkah kunci yang meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Setelah data terkumpul, dilakukan reduksi data untuk menyederhanakan data yang kompleks dan luas agar dapat dianalisis lebih lanjut melalui pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk yang terstruktur dan sistematis, seperti tabel, diagram, atau matriks, untuk mempermudah pemahaman dan identifikasi pola. Terakhir, dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang telah disajikan, diikuti dengan verifikasi untuk memastikan keabsahan temuan, di mana kesimpulan awal bersifat sementara dan terus diverifikasi selama proses analisis[15].

III. Hasil dan Pembahasan

A. Pelatihan

Pelatihan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap individu agar mampu bekerja secara efektif dan efisien dalam tugas-tugas tertentu. Pelatihan adalah proses belajar yang diarahkan untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan individu dalam melaksanakan perannya di organisasi atau masyarakat. Pelatihan memberikan kesempatan kepada individu untuk meningkatkan kapasitasnya melalui pengalaman langsung, refleksi, dan pembelajaran berulang. Selain itu, pelatihan berbasis proyek (project-based training) adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta dalam tugas-tugas kompleks yang membutuhkan investigasi dan penerapan praktis. Model ini membantu peserta untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam melalui pengalaman langsung yang relevan dengan dunia kerja. Pelatihan berbasis proyek juga mendorong peserta untuk memecahkan masalah secara kreatif, bekerja dalam tim, dan mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan. Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern, di mana pembelajaran berpusat pada peserta didik dan menekankan pada penerapan praktis dari teori yang telah dipelajari. Pelatihan pada aplikasi seperti Microsoft Word membantu individu untuk menguasai perangkat lunak yang mendukung produktivitas kerja. Penguasaan fitur-fitur Microsoft Word, seperti modifikasi dokumen, penggunaan shortcut, dan penerapan mail merge, memungkinkan individu untuk bekerja lebih efisien. Dari teori-teori tersebut, pelatihan yang dilakukan dalam program magang di SMA Negeri 1 Wonoayu, yang melibatkan pelatihan Microsoft Word, sesuai dengan pendekatan berbasis proyek. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis siswa tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

B. Pengaplikasian

Aplikasi adalah program yang dibuat oleh pemakai yang ditujukan untuk melakukan suatu tugas khusus. Program aplikasi adalah program siap pakai atau program yang direka untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain. Aplikasi juga diartikan sebagai penggunaan atau penerapan suatu konsep yang menjadi pokok pembahasan atau sebagai program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu. Aplikasi software yang dirancang untuk penggunaan praktisi khusus, klasifikasi luas ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

a. Aplikasi software spesialis, program dengan dokumentasi tergabung yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu.

b. Aplikasi paket, suatu program dengan dokumentasi tergabung yang dirancang untuk jenis masalah tertentu.

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi adalah sekumpulan perintah atau kode yang disusun secara sistematik untuk menjalankan suatu perintah yang diberikan oleh manusia melalui komponen atau hardware komputer yang digunakan oleh manusia dalam menjalankan program aplikasi, dengan demikian bisa membantu manusia untuk memberikan solusi dari apa yang diinginkan. Aplikasi merupakan program yang dikembangkan untuk memudahkan kebutuhan pengguna dalam menjalankan pekerjaan tertentu. Jadi aplikasi merupakan sebuah program yang dibuat dalam sebuah perangkat lunak dengan komputer untuk memudahkan pekerjaan-pekerjaan atau tugastugas seperti penerapan, penggunaan data yang dibutuhkan oleh pengguna.

C. Microsoft Word

Word, atau Microsoft Word, adalah aplikasi perangkat lunak pengolah kata dengan tampilan halaman virtual yang menyerupai halaman kertas, pabrikan Microsoft yang merupakan bagian dari seperangkat aplikasi perangkat lunak untuk keperluan perkantoran Microsoft Office yang digunakan di lingkungan (platform) sistem operasi Microsoft Windows. Microsoft Word atau yang biasa disebut dengan word processing adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat, mengubah, dan menghasilkan dokumen berupa teks. Program ini menyediakan semua alat yang diperlukan untuk dengan cepat membuat berbagai tipe dokumen pengolah kata yang berbeda-beda. Sehingga dapat mengasilkan dokumen yang profesional karena dengan alat-alat yang dimiliki oleh word memungkinkan untuk melakukan berbagai formating misalnya formating teks, memperbaiki kesalahan penulisan kata-kata dan menampilkan pekerjaan sebelum mencetaknya

Adapun tempat pelaksanaan kegiatan magang yakni di SMA Neger 1 Wonoayu, peserta merupakan Sebagian siswa yang mengikuti ekstra desain grafis dan Sebagian dari siswa yang tertarik akan materi yang diajarkan. Dengan partisipan sebanyak 40 Peserta. Pelatihan pelaksanaan dengan materi pengantar awal yakni pengenalan Microsoft Word. Pengenalan ini dimulai dari Toolbars. Fungsi dan menubar yanag ada di dalam Microsoft Word. Dengan pelatihan yang dilakukan secara teori dan praktik langsung di lab komputer SMA Negeri 1 Wonoayu.

Gambar 1. Kegiatan Magang Pemberian Materi

Sumber: Data Primer, 2024

Berdasarkan hasil evaluasi bahwa pelatihan Microsoft Word di SMA Negeri 1 Wonoayu disambut secara antusias para siswa. Pembelajaran Microsoft Word ini sama dengan merefresh Kembali ingatan siswa pada materi di sekolah menengah pertama (SMP) yang tepatnya di kelas VIII. Sebagian besar siswa dalam pemberian materi secara teori langsung menerapkan hasil dari pelatihan yaitu mengenai pengenalan Toolbars, penghafalan shortcut, pembelajaran mengenai menubar Insert seperti Gambar, Tabel, Shapes, dan Chart, pembelajaran mengenai modifikasi paragraph, pengaplikasian pembuatan berkas menggunakan Microsoft Word dan pelatihan Mail Marge. Diskusi pun terhadap siswa berjalan dengan efektif. Dari beberapa hal yang di tanyakan siswa belum sepenuhnya mengetahui fitur toolbar Microsoft Word dan penggunaan Shortcut pada Microsoft Word. Dari pelaksanaan pelatihan yang dilakukan selama kurang lebih satu jam 30 menit. Tujuan dan target kegiatan pelatihan yaitu meningkatkan kreativitas siswa serta peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap Microsoft Word. Siswa pengetahui Teknik dan cari memanfaatkan Microsoft Word dan merefresh kembali ingatan siswa akan materi Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa pelatihan TIK dapat meningkatkan kompetensi digital secara signifikan. Pelatihan Microsoft Word memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengolah dokumen, mendesain tampilan visual, dan mengelola data. Pelatihan Microsoft Word di SMA Negeri 1 Wonoayu disambut secara antusias oleh para siswa. Pembelajaran ini merefresh kembali ingatan siswa pada materi di sekolah menengah pertama (SMP) yang tepatnya di kelas VIII. Sebagian besar siswa dalam pemberian materi secara teori langsung menerapkan hasil dari pelatihan yaitu mengenai pengenalan Toolbars, penghafalan shortcut, pembelajaran mengenai menubar Insert seperti Gambar, Tabel, Shapes, dan Chart, pembelajaran mengenai modifikasi paragraph, pengaplikasian pembuatan berkas menggunakan Microsoft Word dan pelatihan Mail Marge.

IV. Simpulan

Pelatihan Microsoft Word terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital siswa di SMA Negeri 1 Wonoayu, mendukung teori kompetensi yang menekankan pentingnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam keberhasilan individu. Pelatihan ini sejalan dengan pendekatan berbasis proyek, tidak hanya memperkuat keterampilan teknis siswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan agar sekolah memastikan pelatihan dilakukan oleh instruktur kompeten dengan materi relevan dan fasilitas memadai, memberikan dukungan bagi siswa yang mengalami kesulitan, serta menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas pelatihan. UMSIDA dapat terus menjalin kerjasama untuk memastikan pelatihan berjalan baik, dan sekolah dapat mempertimbangkan pelatihan lain dengan cakupan lebih luas. Keterbatasan penelitian mencakup sampel terbatas pada siswa SMA Negeri 1 Wonoayu, tidak mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi kompetensi digital siswa, dan tidak melakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak pelatihan Microsoft Word.

References

Z. Kurniawan, “Daya Saing Sumber Daya Manusia di Era Digitalisasi,” J. EBI, vol. 5, no. 2, pp. 83–88, 2023, doi: 10.52061/ebi.v5i2.182.

D. Putri, K. Husna, M. A. Fahrezi, and T. Darmansah, “Peran Pelatihan Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Produktivitas Tenaga Pendidik di Era Digital,” Lokawati J. Penelit. Manaj. dan Inov. Ris., 2025.

W. Nikmah, A. Mukarromah, D. Widyansyah, and M. I. Anshori, “Penggunaan Teknologi dalam Pengembangan SDM,” Mutiara J. Penelit. dan Karya Ilm., vol. 1, no. 5, pp. 366–386, 2023, doi: 10.59059/mutiara.v1i4.511.

G. T. Tulus et al., “Pelatihan Penggunaan Fitur Microsoft Office Word sebagai Sarana Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Kelas 4 di SD Marsudirini Yogyakarta,” GIAT Teknol. untuk Masy., vol. 2, no. 2, pp. 99–110, 2023, doi: 10.24002/giat.v2i2.7203.

M. Ilmi, R. Yanto, and B. Silalahi, “Melek Digital: Kunci Sukses di Era Digital,” J. JPM, vol. 4, no. 6, 2024, doi: 10.59818/jpm.v4i6.920.

Turwelis et al., “Assessing the Quality and Efficiency of Education in Rural Schools through the Models of Integration and the Cooperation of Educational Institutions: A Case Study of Russia and Indonesia,” Sustainability, vol. 14, p. 8442, Jul. 2022, doi: 10.3390/su14148442.

Z. Sari, R. Sarofah, and Y. Fadli, “The Implementation of Inclusive Education in Indonesia: Challenges and Achievements,” J. Public Policy, vol. 8, p. 264, Oct. 2022, doi: 10.35308/jpp.v8i4.5420.

A. Ahmad et al., “Pelatihan Microsoft Office untuk Meningkatkan Kemampuan Masyarakat di PUSDA LOBAR,” J. Interaktif War. Pengabdi. Pendidik., vol. 3, pp. 31–39, Jun. 2023, doi: 10.29303/interaktif.v3i1.73.

A. Hoti and K. Shatri, “The Role and Importance of ICT Courses in Improving the Learning Outcomes of Pre-Service Teachers,” Acad. J. Interdiscip. Stud., vol. 12, p. 327, May 2023, doi: 10.36941/ajis-2023-0081.

M. Miftah, “Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis TIK,” DIAJAR J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 1, no. 3, pp. 237–243, 2022, doi: 10.54259/diajar.v1i3.900.

E. M. M. Lasut, D. Supit, and M. S. D. Lotulung, “Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar,” J. Educ. FKIP UNMA, vol. 9, no. 3, pp. 1401–1408, 2023, doi: 10.31949/educatio.v9i3.5426.

M. Arief et al., “Pelatihan Dasar Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, & PowerPoint) untuk Siswa-Siswi SMP Dharma Karya UT,” APPA J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 4, pp. 393–402, 2024.

J. W. Creswell, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, ed. 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, 2018.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, Inc., 2014.