Login
Section Data Articles in Education

Integrating Soft And Hard Skills Through University Mentorship In Secondary Education

Integrasi Keterampilan Lunak Dan Keras Melalui Pendampingan Universitas Dalam Pendidikan Menengah
Vol. 13 No. 1 (2025): Proceedings of Community Service Desa Mandiri dan Berdaya Melalui Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Inovatif:

Amak Nasrul (1), Isnaini Rodiyah (2), Riska Amalia (3), Widaad Ariij Banafaj (4), Mutmaina (5)

(1) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(3) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(4) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(5) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Global industrial competition necessitates a highly competent workforce equipped with comprehensive practical capabilities. Specific Background Within the Indonesian educational landscape, high schools frequently struggle to prepare learners for professional environments due to inadequate technological resources and pedagogical limitations. Knowledge Gap Although experiential learning theories advocate for practical assimilation, limited empirical understanding exists regarding how external mentorship programs specifically facilitate technical and interpersonal capability acquisition for high school learners. Aims This qualitative case study analyzes the implementation of an external mentorship initiative designed to develop learner capabilities at SMA Negeri 1 Tarik. Results In-depth interviews and participatory observations reveal that interpersonal competencies, including communication and leadership, are successfully assimilated into extracurricular projects, while technical proficiency in information technology is embedded within specific academic subjects. Furthermore, external mentors provide crucial operational support, although the initiative faces systemic barriers such as resource constraints, restricted digital access, and inadequate teacher training. Novelty This research uniquely identifies the dual-benefit mechanism where external mentors bridge institutional resource deficits while simultaneously acquiring practical teaching experience. Implications Educational stakeholders must prioritize comprehensive curriculum assimilation, stabilize technological infrastructure, and establish robust coordination between institutions to sustain optimal learner development.


Highlights:




  • Extracurricular activities and collaborative projects effectively cultivate essential interpersonal communication capabilities.




  • Information technology application within academic subjects builds vital technical proficiencies for future professional readiness.




  • Institutional resource limitations and digital access disparities remain significant barriers to optimal capability building.




Keywords: Experiential Learning, Interpersonal Competenc, Technical Proficiency, Curriculum Development, Public Administration

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Era globalisasi dan persaingan industri yang semakin ketat menuntut lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan siap kerja [1]. Program magang, didefinisikan sebagai pembelajaran melalui pengalaman kerja langsung, menjadi krusial dalam menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kelas dan praktik di dunia kerja [2]. Tujuan utama program magang adalah meningkatkan keterampilan praktis, pengetahuan industri, dan profesionalisme mahasiswa. Manfaatnya meliputi peningkatan kepercayaan diri, pemahaman yang lebih baik tentang pilihan karir, dan peningkatan daya saing di pasar kerja [3]. Alasan mengapa topik ini penting adalah karena program magang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan daya saing bangsa (National Research Council, 2022).

Di Indonesia, program magang semakin populer sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi. Berbagai universitas dan politeknik telah mengadopsi program magang sebagai mata kuliah wajib atau pilihan[4]. Fenomena yang terjadi adalah peningkatan jumlah mahasiswa yang mengikuti program magang setiap tahunnya, serta semakin beragamnya bidang industri yang menawarkan kesempatan magang. Peran masyarakat, termasuk perusahaan, universitas, dan pemerintah, sangat penting dalam mendukung program magang. Perusahaan menyediakan tempat magang dan pembimbing, universitas menyusun kurikulum yang relevan, dan pemerintah memberikan regulasi dan insentif[5].

Beberapa kajian menunjukkan bahwa program magang memiliki dampak positif terhadap perkembangan karir mahasiswa. Misalnya, penelitian oleh [6] mahasiswa yang mengikuti program magang memiliki peluang kerja yang lebih tinggi setelah lulus. Studi lain oleh [7]menunjukkan bahwa program magang meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja tim mahasiswa. Selanjutnya, penelitian oleh [8] menyoroti pentingnya kualitas pembimbingan selama magang dalam memaksimalkan manfaat bagi mahasiswa.

Teori pembelajaran experiential menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui siklus pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Dalam konteks magang, mahasiswa mengalami situasi kerja nyata (pengalaman konkret), merefleksikan pengalaman tersebut (observasi reflektif), menarik kesimpulan dan menghubungkannya dengan teori (konseptualisasi abstrak), dan menerapkan pengetahuan baru dalam situasi yang berbeda (eksperimen aktif).

Terdapat kesenjangan antara teori ideal tentang program magang dan fakta di lapangan. Idealnya, program magang harus terstruktur dengan baik, relevan dengan bidang studi mahasiswa, dan memberikan pengalaman yang bermakna. Namun, pada kenyataannya, beberapa program magang kurang terstruktur, tidak relevan dengan minat mahasiswa, atau hanya memberikan tugas-tugas administratif yang rutin. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian mendalam tentang implementasi program magang untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dan memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program magang dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja.

Pendidikan memegang peranan krusial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan sekolah menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (TI), integrasinya ke dalam sistem pendidikan menjadi tak terhindarkan [9]. Teknologi menawarkan berbagai kemudahan dalam mengakses materi pembelajaran, mendukung pembelajaran interaktif, serta memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antara guru dan siswa. Namun, implementasi teknologi dalam pendidikan juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses dan keterampilan digital [10]. Program magang hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik, memungkinkan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan di dunia kerja. Kegiatan magang di SMA Negeri 1 Tarik difokuskan pada pelatihan keterampilan soft skills dan hard skills siswa, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mereka secara holistik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pelatihan soft skills dan hard skills di SMA Negeri 1 Tarik, serta peran program magang dalam mendukung kegiatan tersebut.

II. Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam implementasi pelatihan soft skills dan hard skills di SMA Negeri 1 Tarik. Data dikumpulkan melalui: Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, staf sekolah, dan siswa untuk memperoleh perspektif yang berbeda tentang implementasi pelatihan dan peran program magang. Peneliti terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan sekolah, seperti kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan, dan proses pembelajaran, untuk mengamati secara langsung implementasi pelatihan soft skills dan hard skills. Data sekunder berupa dokumen-dokumen sekolah, seperti kurikulum, rencana pembelajaran, laporan kegiatan, dan profil sekolah, dianalisis untuk memperoleh informasi tambahan tentang implementasi pelatihan dan kegiatan sekolah lainnya[11], [12], [13].

III. Hasil dan Pembahasan

Implementasi pelatihan soft skills dan hard skills di SMA Negeri 1 Tarik menunjukkan adanya upaya untuk mengembangkan kemampuan siswa secara holistik[14]. Integrasi soft skills dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi strategi utama dalam mencapai tujuan tersebut. Program magang memberikan kontribusi positif dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah dan membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Namun, keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan kesenjangan digital menjadi kendala yang perlu diatasi[15]. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih efektif dan terintegrasi, serta meningkatkan investasi dalam sumber daya dan pelatihan guru. Keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada satu sekolah dan penggunaan metode kualitatif, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi ke sekolah lain.

Tabel 1. Implementasi pelatihan soft skills dan hard skills di SMA Negeri 1

Sumber: Data primer, 2024

Berdasarkan Tabel di atas menunjukan bahwa SMA Negeri 1 Tarik, implementasi strategi peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek. Visi sekolah yang menekankan peningkatan mutu pembelajaran berbasis IMTAQ dan IPTEK tercermin dalam upaya sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kegiatan sehari-hari dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Sekolah berupaya mewujudkan lulusan yang berkualitas, berprestasi, dan berakhlak mulia, yang menunjukkan komitmen terhadap kualitas pendidikan.

Penerapan teori kualitas pendidikan terlihat dari upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan pengembangan profesionalisme, mengembangkan kurikulum yang relevan, serta meningkatkan fasilitas belajar. Sekolah menyadari bahwa kualitas pendidikan merupakan hasil interaksi berbagai komponen, seperti kurikulum, pendidik, sarana prasarana, dan lingkungan belajar. Dengan memperhatikan semua komponen ini, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.

Pemanfaatan teknologi informasi di SMA Negeri 1 Tarik juga sejalan dengan teori teknologi informasi. Sekolah menggunakan berbagai perangkat teknologi, seperti komputer, proyektor, dan internet, untuk mendukung proses pembelajaran. Guru-guru menggunakan platform pembelajaran daring, seperti Google Classroom, untuk memberikan materi pembelajaran, tugas, dan umpan balik kepada siswa. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, sekolah berupaya meningkatkan akses terhadap informasi dan sumber daya pendidikan, serta memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antara guru dan siswa.

Implementasi teknologi pendidikan di SMA Negeri 1 Tarik juga relevan dengan teori teknologi pendidikan. Sekolah memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Guru-guru menggunakan media pembelajaran interaktif, seperti video dan animasi, untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Sekolah juga menyelenggarakan pelatihan teknologi bagi guru-guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa sekolah telah berupaya mengimplementasikan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah menyadari pentingnya visi yang jelas, kualitas tenaga pendidik, pemanfaatan teknologi, dan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama, memanfaatkan teknologi informasi, dan memberikan perhatian kepada semua komponen pendidikan, sekolah berupaya menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Namun, implementasi strategi-strategi tersebut juga menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan kesenjangan digital menjadi kendala dalam pemanfaatan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, sekolah perlu terus berupaya mengatasi kendala-kendala ini dan meningkatkan investasi dalam sumber daya, pelatihan guru, dan infrastruktur teknologi. Dengan demikian, sekolah dapat mewujudkan visi dan misinya serta memberikan pendidikan yang berkualitas kepada seluruh siswa.

IV. Simpulan

Kegiatan magang di SMA Negeri 1 Tarik memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sekolah, di mana mahasiswa mampu mengaplikasikan teori ke praktik, mengembangkan keterampilan, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan universitas memperoleh masukan untuk pengembangan kurikulum, sementara sekolah terbantu dalam kegiatan operasional dan memperoleh perspektif baru; implementasi pelatihan soft skills dan hard skills di sekolah tersebut mencerminkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama melalui integrasi soft skills dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran; kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pengalaman mahasiswa, dan masalah jarak tempuh perlu diatasi dengan kerjasama yang lebih erat antara universitas, sekolah, dan mahasiswa, yang mana universitas perlu meningkatkan persiapan mahasiswa, sekolah perlu memberikan dukungan yang optimal, dan mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan diri; penelitian ini merekomendasikan peningkatan persiapan mahasiswa, dukungan sekolah, serta pengembangan program pelatihan yang terintegrasi, mengakui keterbatasan penelitian pada fokus lokasi tunggal, metode kualitatif, dan durasi magang yang terbatas, dan menyarankan penelitian lanjutan dengan melibatkan lebih banyak lokasi, metode kuantitatif atau campuran, serta durasi magang yang lebih panjang.

References

J. K. Chalaby, “The streaming industry and the platform economy: An analysis,” Media, Cult. Soc., vol. 46, no. 3, pp. 552–571, 2024, doi: 10.1177/01634437231210439.

S. R. Azkiya, “Manajemen sumber daya manusia perpustakaan: Studi pemikiran Lasa HS,” UNILIB J. Perpust., vol. 13, no. 2, pp. 101–110, 2022, doi: 10.20885/unilib.vol13.iss2.art5.

A. Afandi and S. Bahri, “Pengaruh kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan,” J. Ilm. Magister Manaj., vol. 3, pp. 235–246, 2020.

Sodikun, R. R. D. Satya, Y. V. Usman, N. Yulianti, and M. I. Akbar, “Membangun jejak baik untuk Indonesia dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) desa layak air bersih dan sanitasi di Kabupaten Wonogiri,” Communnity Dev. J., vol. 5, no. 4, pp. 6640–6643, 2024.

Bank Indonesia, “Status dan kedudukan.” [Online]. Available: https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/profil/default.aspx

A. S. Puspita, S. Binastuti, and M. Fuad, “Pengaruh terpaan informasi, kualitas informasi dan motif penggunaan media akun Instagram @Anakmagang.Id terhadap pemenuhan kebutuhan informasi lowongan magang bagi followers,” UG J., vol. 16, no. 12, pp. 30–37, 2022.

R. Windyaningrum, N. Kusumawindarti, A. Rubyasih, and S. M. A. A. Koesanto, “Model keterampilan literasi digital media sosial pada aparatur desa dan kelompok masyarakat informasi Kabupaten Bandung,” Anterior J., vol. 22, no. Special-1, pp. 12–20, 2023, doi: 10.33084/anterior.v22ispecial-1.5058.

F. B. H. Sudarsana, S. Suryana, and Saprialman, “Analisis digitalisasi arsip di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Karawang,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 7, no. 3, pp. 6547–6552, 2024.

P. A. Pranoto, “Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di SMA Muhammadiyah 1,” vol. 1, no. 4, pp. 1–18, 2012.

Sugeng Mujiyanto et al., Prakiraan Penyediaan dan Pemanfaatan Energi Skenario Optimalisasi EBT Daerah. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2016.

J. W. Creswell, Research Design; Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, ed. 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, Inc., 2014.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, 2018.

M. Ilmi, R. Yanto, and B. Silalahi, “Melek digital: Kunci sukses di era digital,” J. JPM, vol. 4, no. 6, 2024, doi: 10.59818/jpm.v4i6.920.

A. Cipta, Manajemen Sumber Daya Manusia, vol. 1, no. 1, 2023, doi: 10.59000/ra.v1i1.4.