Login
Section Data Articles in Economic

Participatory Strategy Of DP3AKB Addressing Stunting And Early Marriage In Sidoarjo

Strategi Partisipatif DP3AKB Menangani Stunting Dan Pernikahan Dini Remaja Di Sidoarjo
Vol. 13 No. 1 (2025): Proceedings of Community Service Desa Mandiri dan Berdaya Melalui Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Inovatif:

Nadyatus Sofiyah (1), Bella Putri Ardelia (2), Ika Oktaviyanti (3)

(1) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(3) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Malnutrition and child nuptials present significant challenges to long-term human resource development, cognitive growth, and reproductive health in Indonesia. Specific Background Addressing these multidimensional public wellness concerns necessitates targeted interventions at the regional level, particularly focusing on vulnerable adolescent populations. Knowledge Gap Previous literature predominantly focuses on national non-governmental campaigns, leaving a void regarding the concrete operational involvement of local government bodies in integrating these initiatives. Aims This study investigates the strategic function of the Family Planning division within the local women's empowerment agency in executing integrated prevention initiatives for youth. Results Utilizing a qualitative descriptive methodology, findings indicate that the agency employs community-based education and cross-sector partnerships with health and education departments, actively engaging youth through dedicated forums and counseling centers despite budgetary constraints and cultural resistance. Novelty This research demonstrates that regional institutions transcend basic administrative duties to act as local innovators by deploying Social Behavior Change Communication and positioning adolescents as active subjects rather than passive beneficiaries. Implications Future policy development must prioritize interagency synergy, digitalizing youth counseling, and designing impact-based evaluation models to ensure the long-term sustainability of reproductive health and nutrition interventions.


Highlights:




  • Cross-sector partnerships with health and educational organizations successfully integrate public wellness initiatives into school curricula.




  • Community-based education shifts youth from passive beneficiaries to active subjects utilizing Social Behavior Change Communication.




  • Cultural resistance and limited administrative resources remain significant barriers to local human resource development.




Keywords: Cross Sector Collaboration, Youth Empowerment, Social Behavior Change, Reproductive Health, Regional Institutions

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Masalah stunting [1] dan pernikahan dini merupakan isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) [2], stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang, yang akhirnya berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus bangsa [3]. Demikian pula, pernikahan dini berpotensi memperburuk kualitas hidup remaja karena berhubungan dengan putus sekolah, keterbatasan akses ekonomi, hingga risiko kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, upaya pencegahan kedua isu ini menjadi fokus penting dalam kebijakan pembangunan keluarga, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah penelitian [4] sebelumnya telah membahas program-program pencegahan stunting dan pernikahan dini dari berbagai sudut pandang. Misalnya, studi [5] terdahulu menyoroti efektivitas komunikasi perubahan perilaku dalam kampanye pencegahan stunting di daerah pedesaan, sementara penelitian yang lain menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan edukasi seksual dalam menekan angka pernikahan usia anak. Meski demikian, sebagian besar studi tersebut berfokus pada aspek program nasional atau intervensi lembaga non-pemerintah, dan belum banyak yang mengkaji secara mendalam peran konkret institusi daerah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dalam pelaksanaan program yang menyasar remaja sebagai kelompok rentan.

Analisis gap menunjukkan bahwa kajian [6] sebelumnya cenderung menggeneralisasi peran kelembagaan tanpa menguraikan keterlibatan langsung perangkat daerah, khususnya dalam integrasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini pada level operasional. Padahal, DP3AKB memiliki posisi strategis melalui bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKK) dalam menjangkau remaja melalui edukasi, penyuluhan, dan pembinaan berbasis komunitas. Selain itu, dinamika implementasi program di tingkat kabupaten seperti Sidoarjo memerlukan pendekatan berbasis data lokal dan pemahaman kontekstual agar strategi yang diterapkan lebih efektif [7]. Dengan demikian, kajian ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan literatur mengenai bagaimana DP3AKB Sidoarjo, melalui bidang KBKK, menjalankan perannya dalam implementasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini secara terintegrasi kepada generasi remaja [8]. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis peran strategis dinas, bentuk program yang dijalankan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya di lapangan.

Tujuan Penelitian:Untuk menganalisis peran strategis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, khususnya melalui bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKK), dalam implementasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini yang menyasar generasi remaja.

Rumusan Masalah:Bagaimana bentuk peran dan keterlibatan DP3AKB Sidoarjo dalam pelaksanaan program pencegahan stunting dan pernikahan dini secara terintegrasi di tingkat local?

Pertanyaan penelitian:Bagaimana strategi, program, serta tantangan dan peluang yang dihadapi DP3AKB Sidoarjo dalam mengimplementasikan program pencegahan stunting dan pernikahan dini pada remaja?

Kategori SDGs: Penelitian ini termasuk dalam kategori Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-being) dan poin 5 (Gender Equality), dengan pendekatan studi literatur dan metode penelitian kualitatif berbasis analisis dokumen serta wawancara mendalam dengan informan terkait.

https://sdgs.un.org/goals

II. Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan dokumentasi, yang bertujuan untuk menganalisis peran strategis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, khususnya pada bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKK), dalam implementasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini terhadap generasi remaja [9].

Tahap pertama dalam penelitian ini adalah identifikasi dan perumusan masalah berdasarkan tinjauan awal terhadap isu stunting dan pernikahan dini dalam konteks kebijakan pembangunan keluarga di Kabupaten Sidoarjo. Tahapan ini dilakukan melalui telaah literatur relevan dan hasil observasi selama kegiatan magang di lingkungan DP3AKB. Perumusan masalah dan tujuan penelitian ditetapkan berdasarkan kesenjangan (gap) studi [10] sebelumnya serta urgensi peran kelembagaan lokal dalam program pencegahan.

Tahap kedua adalah pengumpulan data sekunder melalui studi pustaka terhadap dokumen-dokumen resmi seperti RPJMD Kabupaten Sidoarjo, Rencana Aksi Nasional Pencegahan Stunting, Peraturan Bupati, laporan kegiatan tahunan DP3AKB, publikasi BKKBN, dan jurnal ilmiah yang berkaitan. Selain itu, dilakukan pula dokumentasi atas kegiatan lapangan selama magang yang mendukung pemahaman kontekstual terhadap pelaksanaan program.

Tahap ketiga adalah pengumpulan data primer secara terbatas melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan kunci, seperti staf bidang KBKK dan penyuluh lapangan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program pencegahan stunting dan pernikahan dini [11]. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur untuk menggali informasi mengenai strategi, bentuk intervensi, kendala, dan peluang dalam pelaksanaan program. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dan pengalaman kerja dalam bidang terkait.

Subjek penelitian adalah institusi DP3AKB Sidoarjo, khususnya bidang KBKK, dengan fokus pada kebijakan dan program yang menyasar remaja. Bahan penelitian meliputi dokumen kebijakan, laporan kegiatan, dan hasil wawancara. Alat bantu yang digunakan adalah Microsoft Word dan Excel untuk pengolahan data serta platform Google Scholar dan Perpustakaan Nasional untuk pencarian literatur. Rancangan penelitian bersifat deskriptif-kualitatif, tanpa eksperimen, dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Data dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Variabel yang dikaji meliputi:

1. bentuk program yang dijalankan

2. strategi implementasi

3. tantangan dan peluang pelaksanaan

4. keterlibatan lintas sektor dan komunitas.

Data hasil wawancara dikonfirmasi melalui triangulasi dengan dokumen dan literatur yang relevan [12].

III. Hasil dan Pembahasan

A. Temuan Ilmiah Terkait Strategi Implementasi Program

Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi kegiatan selama magang, DP3AKB Sidoarjo melalui bidang KBKK telah mengembangkan strategi implementasi berbasis edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu temuan utama adalah pendekatan preventif yang dilakukan melalui edukasi remaja berbasis komunitas, seperti penyuluhan di sekolah, forum remaja, dan kegiatan kader remaja. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap risiko stunting dan dampak negatif pernikahan dini. Secara saintifik, efektivitas pendekatan ini dapat dijelaskan melalui teori perubahan perilaku sosial (Social Behavior Change Communication/SBCC) yang menyatakan bahwa informasi yang dikemas secara partisipatif dan kontekstual dapat mengubah norma dan persepsi sosial remaja [13]. Pendekatan ini menjadi sangat relevan karena remaja berada dalam tahap perkembangan identitas, sehingga informasi yang diterima dari pihak otoritatif dan komunitas sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku. Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting di tingkat lokal sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi interpersonal dalam lingkungan sosial remaja [14].

B. Bentuk Program Intervensi dan Keterlibatan Remaja

Program-program yang dijalankan DP3AKB Sidoarjo tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif remaja melalui Forum Genre (Generasi Berencana), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta kegiatan kreatif seperti lomba vlog bertema kesehatan reproduksi dan nutrisi [15]. Temuan ini menunjukkan adanya shifting paradigma dari pendekatan instruksional menjadi pendekatan partisipatif. Hal ini sejalan dengan konsep youth empowerment, yang menyatakan bahwa pemberdayaan remaja meningkatkan efektivitas program intervensi sosial karena target audiens merasa memiliki program tersebut. Pendekatan ini juga didukung oleh kerangka teori Positive Youth Development (PYD), yang menekankan pentingnya menyediakan kesempatan bagi remaja untuk berkembang melalui peran aktif dalam komunitasnya [16].

C. Tantangan dalam Pelaksanaan Program

Salah satu tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, khususnya dalam menjangkau wilayah pedesaan. Selain itu, masih terdapat resistensi budaya dari sebagian masyarakat yang menganggap pernikahan dini sebagai solusi atas masalah ekonomi keluarga atau sebagai bentuk menjaga kehormatan. Secara ilmiah, tantangan ini mencerminkan pentingnya pemahaman terhadap determinasi sosial dan budaya kesehatan masyarakat, di mana perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui informasi, tetapi membutuhkan transformasi nilai dalam masyarakat. Fenomena ini juga serupa dengan yang dijelaskan dalam studi oleh UNICEF, yang menekankan pentingnya pendekatan budaya (culturally-sensitive approach) dalam merancang program pencegahan pernikahan usia anak di wilayah dengan nilai-nilai tradisional yang kuat seperti dalam peraturan undang-undang [17].

D. Peluang Integrasi Lintas Sektor

Penelitian ini juga menemukan bahwa DP3AKB Sidoarjo aktif membangun kolaborasi dengan lembaga lain seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BKKBN dalam upaya mengintegrasikan program ke dalam kurikulum sekolah, layanan kesehatan remaja, serta forum masyarakat [18]. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan intersektoral dalam kebijakan publik, khususnya dalam isu stunting dan pernikahan dini yang multidimensi. Hal ini sesuai dengan pendekatan whole-of-government, yang menyarankan kolaborasi lintas instansi dalam menangani isu kompleks dan saling terkait. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan tren positif dan membuka peluang penguatan kelembagaan lokal dalam pengarusutamaan isu kesehatan dan gender dalam pembangunan remaja [19].

E. Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan studi [20] terdahulu yang banyak menyoroti intervensi dari pemerintah pusat atau LSM nasional, hasil penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai peran strategis kelembagaan daerah dalam implementasi program. DP3AKB Sidoarjo tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai fasilitator, edukator, dan inovator lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pelibatan institusi daerah dalam program kesehatan dan sosial tidak boleh dipandang sebagai administratif semata, melainkan sebagai aktor kunci dalam pengarusutamaan program berbasis masyarakat. Temuan-temuan [21] ilmiah dari hasil penelitian [22] menunjukkan bahwa peran DP3AKB Sidoarjo dalam implementasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini sangat signifikan, dengan pendekatan yang adaptif, partisipatif, dan berbasis komunitas. Meskipun menghadapi tantangan sumber daya dan budaya, peluang besar terbuka melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan remaja secara langsung [23].

IV. Simpulan

Hasil penelitian yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa DP3AKB Sidoarjo, khususnya melalui bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKK), memainkan peran strategis dalam implementasi program pencegahan stunting dan pernikahan dini pada generasi remaja. Peran tersebut diwujudkan dalam bentuk penyuluhan, pendampingan komunitas remaja, serta sinergi lintas sektor yang memungkinkan pelaksanaan program berjalan secara terstruktur dan menyentuh kebutuhan lokal. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas, partisipasi aktif remaja melalui Forum Genre dan PIK-R, serta penerapan teori perubahan perilaku sosial memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesadaran remaja terhadap isu kesehatan reproduksi dan gizi. Selain itu, keterlibatan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan menjadi faktor pendukung penting dalam menyukseskan program secara holistik dan berkelanjutan. Meskipun dihadapkan pada tantangan sumber daya dan resistensi budaya di beberapa wilayah, DP3AKB berhasil menunjukkan adaptabilitas kelembagaan dan inovasi program yang menempatkan remaja sebagai subjek utama, bukan sekadar objek penerima manfaat. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menganalisis bentuk, strategi, serta tantangan dan peluang dalam pelaksanaan program telah terjawab secara komprehensif. Dalam penguatan kapasitas kelembagaan dan digitalisasi penyuluhan remaja dapat menjadi gagasan lanjutan yang relevan. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan model evaluasi berbasis dampak untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari intervensi yang dilakukan terhadap pencegahan stunting dan pernikahan dini. Penelitian lebih lanjut juga disarankan untuk mengeksplorasi peran keluarga dan institusi pendidikan sebagai ekosistem pendukung utama dalam keberlanjutan program ini.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Ibu Heni Kristiani, S.Pd., M.M., atas dukungan dan kesempatan yang diberikan selama proses magang dan pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Itriah Afsolin, S.Si, MA selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, serta Bapak Hery Djatmiko, S.Sos., M.M. selaku Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKK), yang telah memberikan arahan serta akses data dan informasi yang sangat mendukung proses penelitian. Tak lupa, apresiasi juga ditujukan kepada seluruh staf bidang KBKK DP3AKB Sidoarjo atas kerjasama dan partisipasi aktif selama proses wawancara dan observasi di lapangan. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Bapak Mochamad Rizal Yulianto, SE., MM., yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan akademik ini sebagai bagian dari program magang mahasiswa. Segala bantuan, dukungan, dan kerjasama dari semua pihak telah menjadi bagian penting dalam tersusunnya artikel ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan stunting dan pernikahan dini di kalangan remaja, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

References

M. S. Dr. Lalu Makripuddin and M. Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si. dr. Febiola Tazrina Tazir, Modul 1: bkkbn Kebijakan Dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Di Indonesia TRAINING OF TRAINER (ToT) PENDAMPINGAN KELUARGA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINSI, vol. 17. 1385.

M. K. Dr. Hera Nurlita, M. Rian Anggraini, M. Dewi Astuti, S. G. Marlina Rully W, and S. s. Khairunnisa Nurulfirdaus, BUKU SAKU KADER PINTAR CEGAH STUNTING.

M. S. Dr. Maryuni, Amd.Keb, SKM, MKM Lutfi Handayani, S.ST., M.Keb Hastin Trustisari, A.Ks., BUTATING Buku Pintar Cegah Stunting. 2024.

A. S. B. U. R. A. M. M. R. D. K. B. D. T. R. N. Purba, BUKU 2 : PETUNJUK TEKNIS Penyusunan dan Pelaksanaan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Pencegahan Stunting. 2021.

D. D. N. Iswarawati and D. L. A. A. Wiradnyani, Buku Saku: Cegah Stunting dengan Pangan Lokal Padat Protein Sumatera Utara.

UNICEF, “Is an End to Child Marriage within Reach?,” Is an End to within Reach. Child marriage Latest trends Futur. Prospect. 2023 Updat., pp. 1–26, 2023, [Online]. Available: https://data.unicef.org/Resources/Is-an-End-To-Child-Marriage-Within-Reach/

D. Novitasari, “Risiko Pernikahan Dini dan Faktor Material terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah,” pp. 1–23, 2024.

Bagus Setyawan Nugraha and Lukman Arif, “Peran Dinas Kesehatan dalam Menurunkan Stunting di Kelurahan Singosari Kabupaten Gresik,” Reslaj Relig. Educ. Soc. Laa Roiba J., vol. 6, no. 11, 2024, doi: 10.47467/reslaj.v6i11.4078.

H. Kusmayanti, S. D. Judiasih, D. Yuanitasari, and R. Rajamanicham, “Protection of Children’s Rights: A Review of Child Marriage Policies in Indonesia, Malaysia, and India,” Sasi, vol. 30, no. 2, p. 234, 2024, doi: 10.47268/sasi.v30i2.2044.

N. Nizaruddin and M. I. Ilham, “The Effect of Sanitation on Stunting Prevalence in Indonesia,” Populasi, vol. 30, no. 2, p. 34, 2022, doi: 10.22146/jp.80186.

I. Y. Situmorang, “Hubungan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini dengan kejadian pernikahan dini di wilayah desa silaiya tahun 2024,” 2025.

M. F. Ilhami, “Kesenjangan Gender Dalam Penanganan Stunting Dalam Ranah Rumah Tangga,” p. 3, 2024.

Sarliana, Y. Admasari, and A. Widyayanti, “Increasing Adolescents’ Knowledge of Marriage Age Maturation (Pup) Through Comic Media: an Experimental Study,” Indones. J. Public Heal., vol. 19, no. 2, pp. 356–368, 2024, doi: 10.20473/ijph.v19i2.2024.356-368.

N. Ritonga, “Perkawinan Di Bawah Umur Akibat Sanksi Lambat Mulak Margandak Di Kab. Padang Lawas Utara Perspektifundang-Undang No 16 Tahun 2019,” Khulasah Islam. Stud. J., vol. 6, no. 2, pp. 100–111, 2024, doi: 10.55656/kisj.v6i2.200.

F. G. Wijaya, “Upaya Pencegahan Stunting pada Balita dan Anak di Indonesia Berbasis Keluarga , Masyarakat , dan Teknologi pada Masa Pandemi COVID-19 : Literature Review,” Heal. Policy Adm. Dep. Fac. Public Heal. Univ. Indones. F Build. 1st Floor Kampus Baru UI Depok 16424, Indones., no. June, pp. 4–17, 2022, [Online]. Available: https://www.researchgate.net/profile/Figlia-Wijaya/publication/361399475_Upaya_Pencegahan_Stunting_pada_Balita_dan_Anak_di_Indonesia_Berbasis_Keluarga_Masyarakat_dan_Teknologi_pada_Masa_Pandemi_COVID-19_Literature_Review/links/62ae1f09938bee3e3f3f212a/Upa

I. Agama, I. Negeri, and I. Metro, “STUNTING DALAM PEMENUHAN HAK ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM ( Studi Kasus Di Kabupaten Way Kanan Tahun 2021 ) TESIS PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM ( Studi Kasus Di Kabupaten Way Kanan Tahun 2021 ),” pp. 7–8, 2024.

Perpres, “Peraturan Presiden No. 28,” no. 1, 2020.

KEMENKES, “KEMENKES TOPIK KESEHATAN STUNTING.” [Online]. Available: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/stunting?utm_source

I. Purnakarya, S. Ramayanti, and D. P. Sari, “Individual dietary diversity score dan kejadian stunted pada anak prasekolah di Kota Padang,” J. Gizi Klin. Indones., vol. 21, no. 1, p. 26, 2024, doi: 10.22146/ijcn.91361.

I. Pengelolaan, S. Daya, A. Dan, and S. Pascasarjana, “Analisis biaya manfaat program penyediaan air minum (pamsimas) terhadap penurunan kejadian stunting pada balita febriani,” 2022.

E. Z. V. RINJANI, “FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA : STUDI EKOLOGI DI PROVINSI SUMATERA BARAT,” no. February, pp. 4–6, 2024.

H. SAID, “PERAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI ; STUDI KUALITATIF THE ROLE OF SOCIO-CULTURE IN THE INCIDENCE OF EARLY MARRIAGE ; QUALITATIVE STUDY,” no. February, pp. 4–6, 2024.

Muhammad Widadul Umam, “ Implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kota Pekalongan,” Univ. Islam Negeri Walisongo Semarang, 2023.