Syari Nur Zahro (1), Isna Fitria Agustina (2), Rury Hilda Pandu Winata (3), Siti Devi Kurniawati (4), Nur Arivah Endah Prastiwi (5), Dimas Maldini Kastellino Putra (6)
General Background Vocational school libraries function as critical knowledge repositories requiring continuous adaptation to complex digital demands to support modern educational processes. Specific Background In Indonesia, these facilities frequently struggle with severe personnel shortages, inadequate staff qualifications, and suboptimal technology implementation. Knowledge Gap While digital automation presents operational solutions, the specific interplay between personnel technical competencies, institutional leadership support, and technology acceptance in vocational settings remains underexplored. Aims This qualitative case study analyzes how personnel capacities determine library employee performance at SMK Negeri 2 Buduran. Results Data from semi-structured interviews, participant observations, and document analysis reveal that service quality depends on complex interactions between staff information technology competencies, library automation system utilization, and strong institutional leadership support. Limited personnel numbers often cause severe fatigue, but adequate training in digital management and automation significantly optimizes operational efficiency. Novelty This research integrates Human Capital theory with the Technology Acceptance Model to map the specific operational dependencies within vocational school library management. Implications Educational institutions must prioritize personnel technology training, allocate adequate budgets for automation, and expand external collaborations to maintain relevant and dynamic learning resources in the digital era.
Highlights:
Complex interactions connecting human resources with institutional leadership govern operational outcomes.
Adequate training regarding computerized management resolves severe administrative workforce shortages.
Budget allocations from management directly regulate employee motivation alongside facility modernization.
Keywords: Human Resources, Library Management, Employee Performance, Vocational Schools, Information Technology
Perpustakaan sekolah, terutama di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar [1], [2]. Perpustakaan juga memiliki fungsi lebih dari sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat informasi yang menyediakan beragam sumber daya untuk mengembangkan kompetensi siswa [3], [4]. Di era digital yang semakin maju, perpustakaan sekolah menghadapi tuntutan yang semakin kompleks, tidak hanya terbatas pada penyediaan koleksi buku fisik, tetapi menyediakan akses yang mudah dan relevan ke sumber daya digital [5], [6], [7], [8]. Hadirnya perpustakaan tentu dapat merumuskan strategi peningkatan kapasitas SDM dan teknologi terhadap pengembangan perpustakaan sekolah di era digital [9], [10]. Dengan itu, dapat menciptakan perpustakaan SMK yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki SDM yang kompeten, dan mampu memberikan layanan yang berkualitas untuk mendukung pembelajaran siswa, sehingga perpustakaan sekolah dapat menjadi pusat sumber belajar yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di Indonesia, perpustakaan SMK kerap kali bergulat dengan sejumlah kendala, terutama minimnya sumber daya manusia dan optimalisasi teknologi [11], [12]. Permasalahan ini tercermin dari jumlah pustakawan yang tidak mencukupi, baik secara kuantitas maupun kualitas, di mana seringkali hanya satu atau dua staf yang mengemban beragam tugas, mulai dari pengelolaan koleksi hingga promosi perpustakaan [13]. Situasi ini diperburuk oleh kurangnya latar belakang pendidikan yang relevan, yang berakibat pada keterampilan yang kurang optimal dalam pengelolaan perpustakaan dan layanan informasi [14]. Lebih lanjut, pesatnya perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan tersendiri, di mana teknologi berpotensi menjadi solusi efektif melalui otomatisasi, digitalisasi, dan layanan online [15]. Akan tetapi, implementasi teknologi ini seringkali terhambat oleh kurangnya kompetensi staf, keterbatasan anggaran, dan penolakan terhadap perubahan [16], [17]. Untuk mengatasi tantangan ini, peran aktif masyarakat sangatlah krusial, pustakawan, guru, siswa, dan orang tua perlu berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perpustakaan sekolah, didukung oleh pemerintah dan sektor swasta melalui penyediaan anggaran dan pelatihan yang memadai [18], [19].
Beberapa fenomena yang kerap muncul di perpustakaan SMK berkaitan dengan SDM dan teknologi meliputi rendahnya minat baca siswa yang bisa disebabkan oleh koleksi yang kurang relevan, fasilitas yang tidak memadai, atau promosi yang kurang gencar [20]. Selain itu, pemanfaatan teknologi oleh staf perpustakaan juga belum optimal, yang seringkali disebabkan oleh kurangnya pelatihan, akses terbatas, atau minimnya motivasi [21]. Kurangnya dukungan dari pimpinan sekolah juga menjadi kendala, yang bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman akan pentingnya perpustakaan, keterbatasan anggaran, atau perbedaan prioritas. Di sisi lain, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi perpustakaan menunjukkan potensi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan guru [22].
Penelitian ini mendasarkan diri pada dua kerangka teoretis utama, yaitu teori Human Capital yang digagas oleh Becker (1964) dan Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989) [23], [24]. Teori Human Capital menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan kinerja dapat dicapai melalui investasi pada sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan dan pelatihan. Dalam perpustakaan sekolah, hal ini berarti pengembangan kompetensi staf perpustakaan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi operasional [25]. Sementara itu, TAM menjelaskan bahwa penerimaan teknologi oleh pengguna dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti persepsi kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor ini menjadi esensial dalam mengimplementasikan teknologi secara efektif di lingkungan perpustakaan sekolah [26].
Sumber daya manusia (SDM) dan teknologi di perpustakaan SMK menjadi perhatian utama. Secara konsep, perpustakaan sekolah semestinya memiliki SDM yang mumpuni serta teknologi yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar siswa. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa banyak perpustakaan sekolah masih bergulat dengan keterbatasan SDM dan teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai permasalahan yang dihadapi perpustakaan SMK, sehingga dapat dirumuskan strategi yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja pegawai perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Konsep dasar yang mendasari penelitian ini meliputi efektivitas SDM, yang mengacu pada tingkat keberhasilan SDM dalam mencapai tujuan organisasi; kinerja pegawai, yang mengukur hasil kerja yang dicapai pegawai dalam melaksanakan tugasnya; dan perpustakaan sekolah, sebagai unit organisasi yang menyediakan sumber informasi dan layanan untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) untuk menggali secara mendalam efektivitas sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan kinerja pegawai perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran. Studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena kompleks dalam konteks alaminya dengan perpustakaan SMK Negeri 2 Buduran sebagai unit analisis tunggal. Pendekatan ini relevan karena sejalan dengan teori Human Capital yang menekankan bahwa investasi pada SDM, seperti pendidikan dan pelatihan, akan meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasi [23], [24].
Data akan dikumpulkan selama periode magang pada bulan September 2024 melalui tiga teknik utama: (1) wawancara semi-terstruktur dengan pegawai perpustakaan, kepala perpustakaan, dan pihak terkait seperti wakil kepala sekolah, yang bertujuan untuk memahami persepsi dan pengalaman mereka terkait efektivitas SDM (Patton, 2002); (2) observasi partisipatif terhadap aktivitas dan interaksi di perpustakaan untuk mendapatkan gambaran langsung tentang praktik kerja dan pemanfaatan sumber daya, (3) serta analisis dokumen sekolah dan arsip perpustakaan, termasuk struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, dan laporan kinerja, untuk melengkapi dan memvalidasi data dari sumber lain [27].
Instrumen penelitian meliputi panduan wawancara yang fleksibel, lembar observasi terstruktur, dan checklist dokumen. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis konten, yang meliputi reduksi data untuk meringkas informasi relevan, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif dan visualisasi jika diperlukan, serta penarikan kesimpulan berdasarkan interpretasi temuan penelitian terkait efektivitas SDM dalam meningkatkan kinerja pegawai perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran [28].
Perpustakaan SMK sering menghadapi keterbatasan SDM, baik kuantitas maupun kualitas. Di SMK Negeri 2 Buduran, fakta lapangan menunjukkan bahwa jumlah staf perpustakaan yang terbatas mengharuskan mereka menangani berbagai tugas sekaligus, mulai dari pengelolaan koleksi, pelayanan pengguna, hingga promosi perpustakaan. Kondisi ini, sesuai dengan teori SDM, dapat berdampak negatif pada kinerja, karena staf mungkin merasa kelelahan, kurang fokus, dan kurang memiliki waktu untuk mengembangkan diri.
Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi kendala utama bagi perpustakaan SMK, baik dari segi jumlah maupun kualifikasi. Di SMK Negeri 2 Buduran, staf perpustakaan yang terbatas harus mengemban beragam tugas sekaligus, mulai dari pengelolaan koleksi hingga promosi, yang berpotensi menurunkan kinerja karena kelelahan dan kurangnya fokus. Temuan ini selaras dengan penelitian [29] yang menyoroti tidak terpenuhinya rasio ideal pustakawan-siswa, serta yang menemukan bahwa kurangnya pelatihan berdampak pada rendahnya keterampilan pustakawan dalam mengelola perpustakaan modern. Keterbatasan SDM merupakan masalah krusial yang perlu diatasi agar perpustakaan SMK dapat berfungsi optimal sebagai pusat sumber belajar.
Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi staf perpustakaan dalam bidang teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan. Staf yang memiliki keterampilan teknologi yang baik mampu memanfaatkan sistem otomasi perpustakaan secara efektif, menyediakan akses terhadap sumber daya digital, dan memberikan layanan online kepada pengguna. Hal ini sejalan dengan teori Human Capital (Becker, 1964) yang menyatakan bahwa investasi pada pengembangan kompetensi SDM akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
Pemanfaatan teknologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan SDM. Di SMK Negeri 2 Buduran, penerapan sistem otomasi perpustakaan telah membantu mempercepat proses administrasi, seperti manajemen katalog dan sirkulasi buku. Namun, efektivitas sistem otomasi ini sangat tergantung pada kemampuan staf dalam mengoperasikannya dan memanfaatkannya secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada teknologi harus diimbangi dengan pelatihan dan pengembangan SDM agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal.
Pentingnya dukungan dari pimpinan sekolah terhadap pengembangan perpustakaan. Dukungan ini dapat berupa alokasi anggaran yang memadai, penyediaan fasilitas yang memadai, serta pemberian kesempatan bagi staf untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa dukungan dari pimpinan sekolah sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja staf perpustakaan. Staf yang merasa didukung dan dihargai cenderung lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas dan memberikan layanan yang terbaik. Hal ini sesuai dengan teori motivasi kerja (Herzberg, 1968) yang menyatakan bahwa faktor-faktor seperti pengakuan, tanggung jawab, dan kesempatan untuk berkembang dapat meningkatkan motivasi kerja.
Di bawah ini adalah tabel elemen-elemen yang mendukung efektivitas kualitas layanan perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran:
Tabel 1. Elemen Pendukung Efektivitas Kualitas Layanan Perpustakaan SMK Negeri 2 Buduran
Sumber: Diolah peneliti, 2024
Tabel di atas menunjukkan bahwa efektivitas kualitas layanan perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran sangat tergantung pada empat elemen utama: kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi, dukungan pimpinan sekolah, dan kerjasama. Keempat elemen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. Peningkatan kompetensi SDM akan memungkinkan pemanfaatan teknologi yang lebih efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas layanan. Dukungan pimpinan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa perpustakaan memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan SDM dan memanfaatkan teknologi. Kerjasama dengan pihak lain dapat memperluas jangkauan sumber daya dan pengetahuan yang tersedia bagi perpustakaan. Dengan memperhatikan dan mengelola keempat elemen ini secara efektif, SMK Negeri 2 Buduran dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan menjadikannya sebagai pusat sumber belajar yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan siswa dan guru.
Efektivitas kualitas layanan perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran mengungkap empat elemen krusial yang saling berkaitan: kompetensi SDM, optimalisasi teknologi, dukungan manajemen sekolah, dan kolaborasi. [30] yang menekankan pentingnya kompetensi pustakawan, khususnya dalam IT, terhadap kualitas layanan. SMK Negeri 2 Buduran mendukung hal ini, terlihat dari efektivitas staf yang terampil dalam mengoperasikan sistem otomasi dan menyediakan akses digital. Sejalan dengan itu, [31] menjelaskan bahwa teknologi meningkatkan efisiensi dan akses informasi, yang juga tercermin dalam pemanfaatan sistem otomasi di sekolah ini. [26] mendeskripsi dalam meningkatkan kualitas layanan, dengan dukungan fasilitas dan pelatihan yang meningkatkan motivasi staf. [32] menjelaskan bahwa memperluas sumber daya perpustakaan, yang dapat diwujudkan melalui pinjaman antar perpustakaan atau akses bersama ke database online. Dengan itu, kualitas layanan perpustakaan yang efektif di SMK Negeri 2 Buduran bergantung pada sinergi antara kompetensi SDM, teknologi, dukungan sekolah, dan kolaborasi, yang menegaskan kembali bahwa faktor-faktor ini merupakan kunci keberhasilan perpustakaan sekolah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas SDM dalam meningkatkan kinerja pegawai perpustakaan di SMK Negeri 2 Buduran dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi, dan faktor-faktor kontekstual seperti dukungan pimpinan sekolah dan motivasi kerja. SMK Negeri 2 Buduran disarankan untuk memprioritaskan pengembangan kompetensi SDM perpustakaan melalui pelatihan yang berfokus pada teknologi informasi, pengelolaan perpustakaan digital, dan promosi layanan, mengoptimalkan sistem otomasi perpustakaan dengan memastikan pemanfaatan yang efektif oleh seluruh staf serta memperluas akses sumber daya online, meningkatkan dukungan dari pimpinan sekolah melalui alokasi anggaran yang memadai dan pemberian kesempatan pelatihan bagi staf perpustakaan, serta memperluas kerjasama dengan pihak eksternal, menjalin kemitraan dengan perpustakaan lain dan melibatkan siswa serta guru dalam promosi perpustakaan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus studi kasus di satu sekolah, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan strategi pengembangan SDM perpustakaan yang lebih terukur dan mengevaluasi dampak investasi teknologi terhadap literasi informasi siswa.
E. Lahabu, N. Londa. S, and A. Bohan, “Peranan Perpustakaan Sekolah dalam Menunjang Kegiatan Belajar Siswa SMK Nusantara di Tondano,” Angew. Chemie Int. Ed., vol. 6, no. 11, pp. 2013–2015, 2021. [Online]. Available: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/32
A. R. Badrudin, “Manajemen Perpustakaan Sekolah dalam Merealisasikan Pengembangan Kurikulum 2013 (Kurtilas) di SMK Wiradikarya Ciseeng Bogor,” Islam. Manag. J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 1, p. 83, 2019, doi: 10.30868/im.v2i01.376.
A. Alwi, M. Sarbini, and A. Kohar, “Peran Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Bina Sejahtera 4 Kota Bogor,” Cendikia Muda Islam J. Ilm., vol. 1, no. 2, pp. 245–260, 2021.
S. W. Zakiyawati, S. Trihantoyo, J. M. Pendidikan, F. I. Pendidikan, and U. N. Surabaya, “Urgensi Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Prestasi Belajar pada Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan,” J. Inspirasi Manaj. Pendidik., vol. 9, pp. 200–214, 2021.
K. Thiruppathi and I. Pub, “Librarian’s Role in the Digital Age: Reimagining the Profession in the Era of Information Abundance,” Int. J. Libr. Inf. Sci., vol. 13, pp. 13–14, Jan. 2024.
F. Hayati and L. Dewi, “Application of Integrated Curriculum in the Formation of Social Piety,” Edukasi Islam. J. Pendidik. Islam, vol. 12, no. 3, pp. 2609–2626, 2023, doi: 10.30868/ei.v12i03.4441.
S. Nafisah, “Urgency of Digitizing School Libraries in Indonesia’s Post-Truth Era: A Cross-Perspective Review,” J. Kaji. Inf. Perpust., vol. 10, no. 2, p. 157, 2022, doi: 10.24198/jkip.v10i2.35702.
L. Philosophy and A. O. Isiaka, “The Evolving Role of Libraries in the Fourth Industrial Revolution: Navigating Digital Transformation,” DigitalCommons @ University of Nebraska–Lincoln, 2024.
M. Sasdi, “The Potential and Existence of Libraries in Social Change,” Edukasi Islam. J. Pendidik. Islam, pp. 761–772, 2023, doi: 10.30868/ei.v12i04.4856.
S. Anawati, “Peran Perpustakaan dalam Membangun Citra Perpustakaan di Era Teknologi Informasi,” J. Pustaka Ilm., vol. 2, p. 154, Jul. 2019, doi: 10.20961/jpi.v2i1.33178.
S. Suharno, N. Pambudi, and B. Harjanto, “Vocational Education in Indonesia: History, Development, Opportunities, and Challenges,” Child. Youth Serv. Rev., vol. 115, p. 105092, May 2020, doi: 10.1016/j.childyouth.2020.105092.
B. J. Singh, A. Chakraborty, and R. Sehgal, “A Systematic Review of Industrial Wastewater Management: Evaluating Challenges and Enablers,” J. Environ. Manage., vol. 348, p. 119230, 2023, doi: 10.1016/j.jenvman.2023.119230.
S. R. Azkiya, “Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan: Studi Pemikiran Lasa HS,” UNILIB J. Perpust., vol. 13, no. 2, pp. 101–110, 2022, doi: 10.20885/unilib.vol13.iss2.art5.
J. Rayini, “Library and Information Services to the Visually Impaired Persons,” Libr. Philos. Pract., vol. 2017, Jun. 2017.
B. Harto et al., Transformasi Bisnis di Era Digital (Teknologi Informasi dalam Mendukung Transformasi Bisnis di Era Digital), 2023.
T. Gkrimpizi, V. Peristeras, and I. Magnisalis, “Classification of Barriers to Digital Transformation in Higher Education Institutions: Systematic Literature Review,” Educ. Sci., vol. 13, no. 7, 2023, doi: 10.3390/educsci13070746.
A. Yazdani and R. Wells, “Barriers for Implementation of Successful Change to Prevent Musculoskeletal Disorders and How to Systematically Address Them,” Appl. Ergon., vol. 73, pp. 122–140, 2018, doi: 10.1016/j.apergo.2018.05.004.
L. Shonhe, “A Consolidation of Challenges Faced by School Libraries in Developing Countries,” Libr. Philos. Pract., vol. 2019, Mar. 2019.
R. Kumbar, “School Libraries as Foundation for World Class Learning: Experiences of an Indian Librarian,” IASL Annu. Conf. Proc., Mar. 2021, doi: 10.29173/iasl7952.
R. Niswaty, M. Darwis, D. A. M, M. Nasrullah, and R. Salam, “Fasilitas Perpustakaan sebagai Media dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa,” Khizanah al-Hikmah J. Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, vol. 8, no. 1, p. 66, 2020, doi: 10.24252/kah.v8i1a7.
R. Afriliaa and Sulaeman, “Kontribusi Perpustakaan Sekolah terhadap Peningkatan Literasi Membaca Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,” vol. 12, no. 2, pp. 339–354, 2024.
M. A. Viola et al., “Analisis Implementasi Standar Pengelolaan Pendidikan,” J. Vision. Penelit. dan Pengemb. Dibidang Adm. Pendidik., vol. 12, no. 1, p. 1, 2024, doi: 10.33394/vis.v12i1.10165.
S. Wicaksono, Teori Dasar Technology Acceptance Model, 2022, doi: 10.5281/zenodo.7754254.
Burhanudin, “Human Capital Theory sebagai Landasan Teoritis dalam Human Resource Development,” J. STIE Semarang, vol. 13, pp. 1–12, Feb. 2021, doi: 10.33747/jurnalstiesemarang.
H. Majid Kobat, E. Sri Lestari, and T. Koerniawati, “Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada Perpustakaan Universitas Islam Negeri Salatiga,” Pustaka J. Ilmu-Ilmu Budaya, vol. 24, no. 2, p. 138, 2024, doi: 10.24843/pjiib.2024.v24.i02.p04.
Susanto and N. Jimad, “Pengaruh Persepsi Penggunaan Technology Acceptance Model (TAM) terhadap Penggunaan E-Filling,” J. Akunt. Perad., vol. 5, no. 1, pp. 104–124, 2019.
J. W. Creswell, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar, 2010.
M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, Inc., 2014.
S. Sahidi, M. Rahman, and A. N. L. Hanum, “Strategi Pengembangan Kompetensi Pustakawan Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Kota Pontianak,” J. Pustaka Ilm., vol. 10, no. 1, p. 13, 2024, doi: 10.20961/jpi.v10i1.80560.
D. Nurjannah and M. Syukri, “Peranan Pustakawan terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan di Era Digital SMP Islam Al-Ulum Terpadu,” vol. 5, no. 5, pp. 1404–1411, 2024.
A. T. Firmansyah and S. R. Nudin, “Pengaruh Sistem Otomasi Perpustakaan Berbasis Senayan Library Management System (SLiMS) dan Kinerja Petugas Perpustakaan terhadap Kepuasan Pengguna Perpustakaan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo,” Inspirasi Manaj. Pendidik., vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2019. [Online]. Available: https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/37/article/view/17240
Y. A. Harahap, S. Lubis, K. Azhar, S. N. Ginting, and M. Hasibuan, “Kerja Sama Perpustakaan Berbasis Digital: Membangun Akses dan Kolaborasi untuk Pendidikan dan Inovasi,” ITQAN J. Ilmu-Ilmu Kependidikan, vol. 14, no. 1, pp. 29–40, 2023, doi: 10.47766/itqan.v13i2.779.